Riset UGM Soroti Umpan Klik pada Konten Afiliasi Digital

A A

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada penyusun riset umpan klik pada konten afiliasi. [Foto: Universitas Gadjah Mada]

Cekricek.id — Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada meneliti praktik umpan klik pada konten afiliasi dan menemukan cara itu justru membuat audiens enggan mengeklik tautan.

Hasil riset itu disampaikan lewat keterangan tertulis tim kepada laman resmi UGM, Jumat (11/09/2026).

Riset berjudul Harga Sebuah Klik itu disusun lewat Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosio Humaniora.

Ketua tim, Widyastri Prabaningrum, menyebut perhatian pengguna kini punya nilai ekonomi karena bisa diarahkan menjadi klik berkomisi.

Baca juga pandangan pakar soal perilaku warganet di ruang digital

“Kami khawatir jika praktik ini dibiarkan terus berlangsung, ruang digital yang seharusnya menjadi tempat berbagi informasi yang kredibel justru mengalami degradasi,” ujar Widya.

Ia menambahkan ruang digital bisa dipenuhi konten yang mengeksploitasi rasa penasaran audiens demi keuntungan komersial.

Tim menyebar kuesioner kepada 387 responden dan menemukan sebagian besar audiens merasa terganggu oleh konten afiliasi berumpan klik.

Baca juga riset dosen kampus yang sama soal ekonomi digital dan iklim

“Sebaliknya, konten afiliasi tanpa umpan klik justru lebih mendorong keinginan audiens untuk mengeklik tautan yang dibagikan,” ujarnya.

Tim memakai kerangka ekonomi politik komunikasi Vincent Mosco, ditambah analisis konten dan wawancara institusi.

Baca juga sorotan akademisi lain atas tata kelola dan regulasi

“Penelitian ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya tata kelola platform yang mampu memberikan perlindungan bagi audiens,” pungkasnya.

Tim dibimbing dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas.

Bagikan

Baca Juga

Instagram Uji Video 90 Menit, Siap Tantang Dominasi YouTube
Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat
Foto Makanan Sehat yang Menggoda Lebih Diminati Remaja India
Unggahan Vaksin Flu di Weibo Tiongkok Mayoritas Bernada Positif
Facebook Batasi Unggah Tautan, Pemilik Halaman Diminta Bayar
Yunani Larang Anak di Bawah 15 Tahun Pakai Media Sosial