Rusia Peringatkan Moldova dan Ukraina soal Provokasi Bersenjata di Transnistria

Gerbang batu bergaya klasik di pusat Kota Chisinau dengan bendera Moldova berkibar di belakangnya

Gerbang Kemenangan di pusat Kota Chisinau, ibu kota Moldova. Foto ilustrasi, bukan foto peristiwa. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Rusia memperingatkan Moldova dan Ukraina agar tidak melancarkan provokasi bersenjata terhadap Transnistria. Moskow menyatakan akan memandang tindakan semacam itu sebagai serangan terhadap dirinya sendiri, dan siap memakai seluruh cara yang tersedia untuk membalas.

Peringatan disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin, dikutip dari Anadolu Agency, Senin (10/8/2026). Ia sekaligus menyatakan risiko terjadinya serangan semacam itu saat ini masih rendah.

Penilaian risiko dan ancaman balasan

“Saat ini kami menilai risiko provokasi bersenjata langsung oleh Kyiv dan otoritas Moldova terhadap Transnistria berada pada tingkat rendah,” kata Galuzin.

Meski begitu, ia menegaskan Moskow tidak akan menahan diri bila penilaian itu berubah. “Untuk memastikan perlindungan yang andal bagi warga Rusia di Transnistria, Kelompok Operasional Pasukan Rusia dan pasukan penjaga perdamaian kami, kami tentu akan menggunakan seluruh cara yang tersedia,” ujarnya.

Baca juga: Intelijen AS Ungkap Ancaman Rusia ke NATO

Galuzin juga menyinggung sikap Chisinau yang menurutnya kian bermusuhan terhadap diplomat Rusia sejak 2020 dan 2021. “Semua tindakan bermusuhan itu, dengan mempertimbangkan asas timbal balik, telah dan akan terus menerima balasan yang setimpal,” katanya.

Wilayah yang membeku selama tiga dasawarsa

Istilah provokasi bersenjata yang dipakai Galuzin tidak ia jabarkan batasannya. Dalam praktik diplomatik Rusia, rumusan seperti itu memberi ruang tafsir yang luas, mulai dari pergerakan pasukan di dekat perbatasan sampai tindakan aparat terhadap penduduk yang memegang paspor Rusia.

Transnistria adalah jalur sempit di tepi timur Moldova, membentang di sepanjang Sungai Dniester dan berbatasan dengan Ukraina. Wilayah itu memisahkan diri dari Moldova pada awal 1990-an seusai konflik bersenjata singkat, dan sejak itu berjalan sebagai entitas yang tidak diakui negara mana pun, termasuk oleh Rusia secara resmi.

Sejumlah pasukan Rusia tetap ditempatkan di sana dengan status penjaga perdamaian, menjaga antara lain gudang amunisi era Soviet. Keberadaan mereka sudah lama menjadi keberatan Moldova, yang menuntut penarikan pasukan asing dari wilayahnya.

Letak Transnistria membuat wilayah itu bersinggungan langsung dengan perang di Ukraina. Perbatasannya berhadapan dengan wilayah Ukraina barat daya, tidak jauh dari Odesa, sehingga setiap gerakan militer di sekitarnya cepat menaikkan tensi.

Baca juga: Rusia Klaim Cegat 285 Drone Ukraina dalam 12 Jam

Moldova di antara dua tarikan

Sejak perang di Ukraina dimulai, jalur pasokan darat menuju Transnistria praktis tertutup. Ukraina tidak membuka perbatasannya untuk kepentingan wilayah itu, sementara akses dari sisi Moldova berada di tangan pemerintah di Chisinau. Pasukan Rusia yang berada di sana pun sulit dirotasi maupun ditambah.

Moldova sendiri berada dalam posisi yang tidak nyaman. Negara berpenduduk sekitar 2,4 juta jiwa itu bergerak semakin dekat ke Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir, sementara sebagian wilayahnya berada di luar kendali pemerintah pusat dan sebagian penduduknya berorientasi ke Moskow.

Ketergantungan energi menambah rumit persoalan. Pembangkit listrik terbesar yang memasok Moldova justru berada di wilayah Transnistria, sehingga sengketa politik gampang berubah menjadi krisis pasokan listrik bagi rumah tangga di sisi barat sungai.

Pernyataan Galuzin tidak menyebut peristiwa tertentu yang memicunya. Yang ia lakukan adalah menetapkan garis: selama pasukan Rusia berada di Transnistria, Moskow menganggap wilayah itu berada dalam lingkup perlindungannya, dan setiap perubahan status di sana akan diperlakukan sebagai urusan keamanan Rusia.

Baca juga: Uni Eropa Perbesar Konstelasi IRIS² Jadi 348 Satelit, Investasi Naik ke 15,6 Miliar Euro

Baca Juga

Kapal tongkang melintasi jalur air di Eropa saat muka air rendah
Debit Sungai Rhine Anjlok ke Rekor Terendah, Pelayaran Eropa Terancam Lumpuh
Perbukitan hijau Dataran Tinggi Golan dengan turbin angin dan pegunungan bersalju di kejauhan
Kolombia Akui Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, Ikuti Jejak AS
Deretan gedung tinggi di tepi laut Beirut, Lebanon, saat matahari terbenam
Aoun: Kami Tak Akan Biarkan Israel Bertahan Seinci Pun di Tanah Lebanon
Bangunan permukiman memenuhi lereng bukit di kawasan berbukit
Menhan Israel Jadikan Permukiman dan Operasi Pembunuhan Bahan Kampanye Likud
Palu sidang tergeletak di atas landasan kayu di meja pengadilan
Mahkamah Agung Rusia Coret Yabloko, Satu-satunya Partai Penentang Perang
Sebuah rudal meluncur ke langit meninggalkan jejak asap putih
Garda Revolusi Klaim Rudal Iran Bisa Berbelok di Tengah Penerbangan