- UIN Antasari menggelar wawancara calon penerima KIP Kuliah 2026 pada 15–19 September dengan kuota 310 mahasiswa.
- Dari 616 pendaftar, 458 mahasiswa lolos seleksi berkas dan berhak mengikuti wawancara.
- Kampus membuka masa sanggah tiga hari dan tautan pengaduan sebelum SK Rektor diterbitkan.
Cekricek.id — UIN Antasari Banjarmasin menggelar seleksi wawancara calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 mulai Selasa (15/09/2026). Kampus itu juga membuka masa sanggah agar bantuan tepat sasaran.
Melansir keterangan tertulis UIN Antasari, Selasa (15/09/2026), kampus tersebut mendapat kuota 310 penerima KIP Kuliah tahun ini. Seleksi wawancara berlangsung pada 15 hingga 19 September di Kampus 1 dan Kampus 2.
Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan UIN Antasari, H. Haris Fadilah, S.Ag., M.Pd.I., melaporkan ada 616 pendaftar pada tahap awal. Sebanyak 458 mahasiswa lulus seleksi berkas dan berhak mengikuti wawancara.
Verifikasi Lapangan dan Masa Sanggah KIP Kuliah
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Antasari, Dr. Irfan Noor, M.Hum., menjelaskan proses seleksi dibagi dalam beberapa tahap. Tahapan itu mulai dari kelengkapan berkas hingga wawancara soal kondisi sosial ekonomi.
“Dari wawancara, nanti akan kami konfirmasi lagi ke lapangan, betul tidak data-data yang disampaikan di wawancara itu sesuai dengan kenyataan,” tegas Irfan.
Setelah verifikasi lapangan dan rapat tim penyeleksi, kampus akan mengumumkan nama peserta yang memenuhi syarat. Pengumuman itu disusul masa sanggah sebelum Surat Keputusan Rektor diterbitkan.
“Selanjutnya ada masa sanggah selama tiga hari,” jelas Irfan.
Masa sanggah memberi kesempatan bagi pihak yang keberatan atau ingin memberi masukan. Kampus juga menyediakan tautan pengaduan khusus bagi masyarakat umum dan mahasiswa. Calon penerima yang terbukti curang atau memalsukan data akan langsung digugurkan dan diberi peringatan.
“Karena ini kan sifatnya bantuan sosial dari hasil pajak masyarakat, jadi harus tersalur secara benar dan tepat. Sangat disayangkan kalau bantuan sosial itu tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Baca juga UNIMUS bebaskan SPP tujuh mahasiswa NTT terdampak bencana
Wawancara Tak Hanya soal Ekonomi
Haris menekankan bahwa wawancara tidak hanya menyoroti kondisi ekonomi peserta. Ada sejumlah unsur lain yang ikut dinilai tim.
“Pelaksanaan wawancara ini kami lakukan untuk mengetahui tentang motivasi mahasiswa berkuliah di UIN Antasari, kemudian kemampuan membaca Al-Quran-nya, maupun prestasi dari mahasiswa yang bersangkutan,” papar Haris.
UIN Antasari juga menyiapkan pembinaan berkelanjutan bagi penerima KIP Kuliah. Pembinaan digelar setiap semester.
“Setiap semester akan kami lakukan pembinaan dalam bentuk pelatihan atau workshop. Harapannya setelah menjadi sarjana, mereka betul-betul memiliki skill dan kompetensi yang baik dalam menghadapi persaingan dunia kerja,” ujar Irfan.
Baca juga Ganefri soal keterbukaan informasi di badan publik
KIP Kuliah merupakan program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik.















