UNP Latih Bundo Kanduang Nagari Lasi Hadapi Galodo yang Berulang Sejak 1972

A A

Pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi Bundo Kanduang dan PKK di Nagari Lasi, Kabupaten Agam. [Foto: Humas UNP]

Cekricek.id — Nagari Lasi di Kabupaten Agam sudah tiga kali dihantam galodo — pada 1972, Mei 2024, dan September 2025. Pekan lalu, kelompok Bundo Kanduang dan anggota PKK di nagari itu menjadi sasaran pelatihan kesiapsiagaan bencana yang digelar dosen Universitas Negeri Padang (UNP).

Dikutip dari laman resmi Universitas Negeri Padang, unp.ac.id, Senin (10/8/2026), kegiatan pengabdian itu dijalankan Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial UNP, bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat kampus tersebut dan Pemerintah Nagari Lasi. Pelaksanaannya berlangsung pada Jumat (7/8/2026).

Memilih Bundo Kanduang sebagai Pintu Masuk

Bundo Kanduang adalah lembaga perempuan adat dalam struktur masyarakat Minangkabau, dengan posisi yang diakui di tingkat nagari. Menempatkannya sebagai sasaran pelatihan berarti memakai jalur yang sudah ada, bukan membentuk kelompok siaga baru dari nol.

Ketua tim pengabdi, Prof. Dr. Suryanef, M.Si., menyebut perempuan memegang peran penting dalam membangun kesiapsiagaan di tingkat keluarga.

“Bundo Kanduang merupakan kekuatan sosial yang dimiliki nagari. Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, maka keluarga menjadi lebih tangguh, masyarakat lebih siap, dan nagari memiliki fondasi ketahanan sosial yang semakin kuat,” ujarnya.

Materi pelatihan disusun dalam bentuk modul oleh Dr. Rika Febriani, M.Fils., dan Dr. Monica Tiara, M.Pd. Isinya mencakup pengetahuan dasar mitigasi bencana, kesiapsiagaan keluarga, serta pengelolaan kebutuhan darurat — bagian terakhir ini menyangkut hal-hal yang biasanya baru dipikirkan setelah air datang, seperti dokumen penting, obat, dan kebutuhan anak.

Galodo yang Datang Berulang

Pemilihan Lasi bukan hal acak. Menurut keterangan universitas, nagari tersebut tercatat mengalami galodo pada 1972, kemudian kembali pada Mei 2024 dan September 2025. Dua kejadian terakhir berjarak kurang dari satu setengah tahun.

Galodo — banjir bandang yang membawa lumpur dan material dari hulu — bergerak cepat dan menyisakan waktu reaksi yang pendek. Pada bencana dengan pola seperti itu, keputusan yang menentukan justru diambil di rumah masing-masing pada menit-menit awal, bukan di posko yang baru berdiri setelahnya. Di titik itulah pengetahuan warga, dan bukan hanya kesiapan aparat, menjadi penentu.

Pengetahuan di Samping Bangunan

Wali Nagari Lasi, Adrizal, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurut keterangan universitas, ia menilai kesiapsiagaan masyarakat perlu dibangun tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan warganya.

Penekanan itu menyentuh persoalan yang lazim di daerah rawan bencana. Anggaran penanggulangan umumnya lebih mudah mengalir ke bangunan pengendali — bronjong, tanggul, normalisasi alur sungai — karena hasilnya kasat mata dan dapat diserahterimakan. Pelatihan warga tidak meninggalkan jejak fisik, sehingga lebih sulit diklaim sebagai capaian.

Yang belum terjawab dari kegiatan sehari itu adalah kelanjutannya. Pelatihan kesiapsiagaan baru berubah menjadi ketahanan bila pengetahuannya diteruskan ke anggota lain, dilatih ulang secara berkala, dan tersambung dengan rencana evakuasi nagari. Tanpa itu, modul yang sudah disusun berhenti sebagai dokumen.

Tim UNP menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun nagari tangguh bencana dengan bertumpu pada kelembagaan lokal yang sudah hidup di masyarakat. Uji sesungguhnya atas pendekatan itu baru akan terlihat pada musim hujan berikutnya.

Bagikan

Baca Juga

Peringatan Dini Cepat, Tapi Yolanda Buktikan Itu Tak Cukup
Saluang Pauah, Pendendang Laki-laki Pengiring Kaba Pauh
Jam Gadang Naik ke Catwalk, Lorong Batanya Jadi Potongan Busana
Desa Tabek Bebas BABS, Tangki Septiknya Belum Pernah Dikuras
Lokakarya Limbah Kelapa Koto Baru Terbentur Minat Warga
Ibu-ibu PKK Cupak Mengubah Jelantah dan Beras Solok Jadi Sabun