- Dari 1.315 anak prasekolah di Heilongjiang, 111 anak atau 8,44 persen tidak memenuhi standar kebugaran jasmani.
- Di kelompok anak dengan obesitas, 23,74 persen tidak memenuhi standar, dibandingkan 6,92 persen pada anak berberat badan normal.
- Anak yang ikut kelas olahraga terstruktur lebih jarang tidak lolos, yakni 7,45 persen berbanding 12,55 persen.
- Lari rintangan 15 meter ditempuh lebih lama daripada rata-rata nasional pada semua kelompok usia dan jenis kelamin.
Daftar Isi
- Dari usia tiga ke enam tahun, tubuh bertambah dan gerak membaik
- Disandingkan dengan rata-rata nasional tahun 2020
- Ketika nilai digabung, 111 anak tidak lolos
- Di luar jam sekolah, kelas olahraga dan kelas seni berlawanan arah
- Tahun 2025, data lama dibaca bersama batas-batasnya
- Tahun 2026, saran yang dituliskan
Tahun 2020, petugas pemantau kebugaran mengukur anak-anak taman kanak-kanak di Heilongjiang. Provinsi di timur laut China itu beriklim dingin dan terletak di lintang tinggi. Sebanyak 1.368 anak berusia 3 sampai 6 tahun ditimbang, diukur, lalu diminta melompat, berlari, dan meniti balok. Catatan mereka disimpan sebagai data pemantauan kebugaran provinsi.
Catatan itu kemudian dibaca kembali oleh Yuzi Diao, Hongwei Qiao, Xiaolin Li, Wenyue Gao, Zhiyong Jin, Yinglei Zhang, dan Yufei Liu. Hasilnya mereka tulis dalam artikel Physical fitness profiles and behavioral correlates among preschoolers in a high-latitude cold region: a cross-sectional study in Heilongjiang, China, yang dimuat BMC Public Health tahun 2026. Sebanyak 53 anak dikeluarkan karena datanya tidak lengkap, sehingga tersisa 1.315 anak.
Mereka terdiri atas 661 anak laki-laki dan 654 anak perempuan dari 11 taman kanak-kanak. Sebanyak 457 anak berasal dari Harbin, 446 dari Shuangyashan, dan 412 dari Suihua. Para penulis ingin mengetahui seperti apa tubuh dan kebugaran anak di daerah dingin itu. Mereka juga mencari hal yang berkaitan dengan kegagalan memenuhi standar kebugaran.
Alasan menengok daerah dingin dituliskan sejak awal naskah. Anak yang tinggal di wilayah dingin berlintang tinggi dapat menghadapi pembatasan musiman untuk kegiatan di luar ruang. Musim dingin yang panjang, salju atau es, siang yang lebih pendek, dan pakaian musim yang tebal dapat mempersempit kesempatan bermain. Bukti tentang kebugaran anak prasekolah di wilayah semacam itu, menurut mereka, masih terbatas.
Dari usia tiga ke enam tahun, tubuh bertambah dan gerak membaik
Hal pertama yang tampak adalah pertumbuhan. Tinggi, berat, tinggi duduk, lingkar dada, dan persentase lemak tubuh naik seiring usia. Setiap selang setengah tahun, tinggi anak bertambah sekitar 2,6 sampai 5,2 sentimeter. Berat mereka bertambah sekitar 0,5 sampai 2,6 kilogram pada selang yang sama.
Persentase lemak tubuh anak perempuan lebih tinggi daripada anak laki-laki pada sebagian besar kelompok usia. Selisih terbesar muncul pada usia 4,5 tahun, yakni 25,4 persen berbanding 21,1 persen. Indeks massa tubuh relatif stabil, antara 15,7 dan 16,7 kilogram per meter persegi. Pada usia 6 tahun, ukuran tubuh kedua jenis kelamin tidak lagi berbeda bermakna.
Kemampuan gerak ikut membaik seiring usia. Waktu lompat dua kaki beruntun turun dari 10,4 menjadi 6,4 detik pada anak laki-laki. Pada anak perempuan, waktunya turun dari 11,1 menjadi 6,6 detik, atau berkurang sekitar 40 persen. Dalam tes berwaktu seperti ini, angka yang lebih kecil berarti hasil yang lebih baik.
Pada usia 6 tahun, anak laki-laki menyelesaikan lari rintangan 15 meter sekitar 29 persen lebih cepat daripada anak usia 3 tahun. Anak perempuan lebih cepat sekitar 31 persen. Rata-rata waktunya 8,7 detik untuk anak laki-laki dan 9,0 detik untuk anak perempuan. Waktu meniti balok keseimbangan juga berkurang, sekitar 39 persen pada anak laki-laki dan 27 persen pada anak perempuan.
Perbedaan menurut jenis kelamin mengikuti pola tertentu. Anak laki-laki umumnya lebih kuat menggenggam dan lebih jauh melompat. Pada usia 6 tahun, lompat jauh tanpa awalan mereka rata-rata 98,0 sentimeter, sedangkan anak perempuan 93,0 sentimeter. Sebaliknya, anak perempuan lebih lentur, dengan hasil tes duduk dan raih 10,9 sampai 11,9 sentimeter berbanding 7,4 sampai 10,5 sentimeter.
Baca juga BMI Anak Gothenburg Terbelah Dua Arah Sejak Tahun 2008
Disandingkan dengan rata-rata nasional tahun 2020
Angka Heilongjiang kemudian disandingkan dengan rata-rata pemantauan nasional tahun 2020. Untuk ukuran tubuh, anak Heilongjiang mencatat rata-rata lebih tinggi pada semua kelompok usia dan jenis kelamin. Selisih tinggi badan berkisar 1,4 sampai 4,5 sentimeter. Selisih berat badan berkisar 0,7 sampai 2,3 kilogram.
Selisih itu umumnya paling nyata pada usia 6 tahun. Pada usia tersebut, anak laki-laki Heilongjiang 3,9 sentimeter lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Anak perempuan 4,5 sentimeter lebih tinggi. Persentase lemak tubuh juga berada di atas rata-rata nasional pada setiap kelompok, dengan selisih terbesar pada usia yang sama.
Untuk kebugaran, polanya tidak seragam. Kekuatan genggam sedikit di atas rata-rata nasional pada usia 6 tahun, baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Lompat jauh tanpa awalan justru di bawah rata-rata nasional pada sebagian besar kelompok sesudah usia 3 tahun. Kelenturan umumnya dekat dengan angka nasional.
Lari rintangan 15 meter ditempuh lebih lama daripada rata-rata nasional pada semua kelompok usia dan jenis kelamin. Waktu lompat dua kaki beruntun umumnya juga lebih lama. Waktu meniti balok lebih dekat dengan angka nasional, terutama pada usia 6 tahun. Para penulis membacanya sebagai petunjuk kinerja yang relatif lebih lemah pada tugas kelincahan dan koordinasi.
Dari situ mereka menarik satu pembedaan. Ukuran tubuh yang lebih besar tidak selalu berarti kinerja gerak yang lebih baik. Temuan itu, menurut mereka, menegaskan pentingnya membedakan pertumbuhan fisik dari kebugaran fungsional dalam penilaian anak prasekolah. Perbandingan itu sendiri mereka sebut deskriptif, bukan bukti bahwa suatu daerah lebih unggul atau lebih lemah.
Ketika nilai digabung, 111 anak tidak lolos
Seluruh hasil ukur selanjutnya digabung menjadi satu peringkat kebugaran empat tingkat. Sebanyak 47 anak atau 3,57 persen mendapat peringkat sangat baik, dan 283 anak atau 21,52 persen baik. Sebanyak 874 anak atau 66,46 persen tergolong memenuhi standar. Dari 1.315 anak prasekolah di Heilongjiang, 111 anak atau 8,44 persen tidak memenuhi standar kebugaran jasmani.
Angka tidak lolos itu berubah menurut usia. Pada usia 3 tahun tercatat 4,18 persen, lalu 5,87 persen pada usia 4 tahun. Angkanya mencapai 14,02 persen pada usia 5 tahun dan 9,55 persen pada usia 6 tahun. Antara anak laki-laki dan perempuan, sebaran peringkat tidak berbeda bermakna.
Kota asal juga membedakan. Harbin mencatat proporsi tidak lolos tertinggi, 14,00 persen, disusul Suihua 7,77 persen dan Shuangyashan 3,36 persen. Antara anak kota dan anak desa, sebaran peringkat tidak berbeda bermakna. Pendidikan ayah dan ibu, lama bermain di luar ruang, serta lama tidur harian juga tidak berkaitan dengan kelulusan.
Pembeda paling tajam adalah berat badan. Di kelompok anak dengan obesitas, 23,74 persen tidak memenuhi standar, dibandingkan 6,92 persen pada anak berberat badan normal. Pada anak dengan berat badan lebih angkanya 5,47 persen, dan pada anak kurus 7,55 persen.
Sesudah faktor lain ikut diperhitungkan, obesitas tetap berkaitan dengan peluang tidak lolos yang lebih besar dibandingkan berat normal, dengan rasio peluang 3,54. Berat badan lebih dan tubuh kurus tidak menunjukkan kaitan serupa. Para penulis meminta temuan nihil pada berat badan lebih dibaca hati-hati, sebab jumlah anak yang tidak lolos di tiap kelompok berat badan terbatas.
Penjelasan yang mereka ajukan menyangkut tuntutan tes itu sendiri. Lompat jauh, lompat dua kaki beruntun, lari rintangan, dan titian balok menuntut anak mendorong, menstabilkan, dan mengarahkan massa tubuhnya sendiri. Bila kelebihan massa tubuh besar, beban mekanis dan koordinasi itu dapat menjadi lebih nyata. Karena itu, berat badan lebih dan obesitas menurut mereka tidak semestinya diperlakukan setara.
Baca juga Obesitas Anak Thailand Melonjak Dua Kali Lipat Saat Pandemi
Di luar jam sekolah, kelas olahraga dan kelas seni berlawanan arah
Sesudah berat badan, perhatian beralih ke kegiatan di luar jam taman kanak-kanak, sebagaimana dilaporkan orang tua. Sebanyak 1.060 anak mengikuti olahraga terstruktur, seperti sepak bola, renang, tari, atau bela diri. Sebanyak 706 anak mengikuti kelas pengayaan seni, seperti melukis, musik, catur, atau kaligrafi.
Anak yang ikut kelas olahraga terstruktur lebih jarang tidak lolos, yakni 7,45 persen berbanding 12,55 persen. Pada kelas seni arahnya berbalik: 10,48 persen pesertanya tidak lolos, berbanding 6,08 persen pada anak yang tidak ikut. Dalam perhitungan utama, rasio peluang tidak lolos tercatat 0,52 untuk peserta olahraga dan 1,79 untuk peserta kelas seni.
Kaitan dengan kelas seni kemudian melemah. Ketika kelompok usia dan kota ikut diperhitungkan, rasio peluangnya menjadi 1,54 dan tidak lagi bermakna secara statistik. Kaitan obesitas dan olahraga terstruktur tetap bertahan. Para penulis menyebut hubungan kelas seni itu mungkin sebagian mencerminkan faktor perkembangan dan daerah, bukan pengaruh jenis kelas semata.
Mereka juga menolak pembacaan sebab-akibat. Pilihan kelas, tulis mereka, dapat dibentuk oleh prioritas keluarga, akses layanan, kemampuan gerak anak sebelumnya, ukuran tubuh, minat, dan harapan orang tua. Kelas olahraga dipahami sebagai wadah latihan gerak kasar yang terjadwal. Kelas seni dipandang sebagai penanda rutinitas harian dengan kesempatan gerak terstruktur yang relatif terbatas.
“Partisipasi olahraga terstruktur tidak semestinya dipandang sekadar sebagai kegiatan pilihan berbasis minat, dan pengayaan seni pun tidak semestinya dianggap merugikan dengan sendirinya,” tulis Yuzi Diao, penulis korespondensi, bersama enam rekannya dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris. Menurut mereka, kelas olahraga dapat menyediakan latihan terjadwal, diawasi, dan bisa dilakukan di dalam ruang ketika pilihan bergerak di luar terbatas.
Tahun 2025, data lama dibaca bersama batas-batasnya
Analisis ulang atas data 2020 itu memperoleh persetujuan komite etik Harbin Sport University pada 2025. Para penulis mencatat sejumlah batas. Data diambil pada satu waktu, sehingga tidak dapat menetapkan arah hubungan antara berat badan, kegiatan luar sekolah, dan kelulusan kebugaran. Hubungan obesitas dan kebugaran, menurut mereka, lebih tepat dipahami sebagai hubungan timbal balik.
Batas kedua menyangkut cakupan. Data berasal dari tiga kota, sehingga temuannya belum tentu berlaku bagi semua anak prasekolah di Heilongjiang, daerah dingin lain, atau China secara luas. Tafsir tentang iklim dingin juga bertumpu pada konteks wilayah. Tidak tersedia ukuran langsung atas paparan musim ataupun aktivitas fisik anak.
Keterangan tentang kelas, tidur, bermain di luar, dan waktu layar berasal dari laporan orang tua, yang bisa keliru mengingat atau melaporkan. Jumlah anak yang tidak lolos pun terbatas. Selain itu, penyederhanaan peringkat menjadi lolos dan tidak lolos membuang sebagian informasi dari peringkat empat tingkat.
Baca juga Layar Sebelum Usia Dua Tahun Terkait Skor Kembang Rendah
Tahun 2026, saran yang dituliskan
Dalam naskah yang terbit pada 2026, para penulis menyarankan pemantauan berat badan dipadukan dengan penilaian gerak fungsional. Pendekatan yang hanya berpusat pada penurunan berat badan, tulis mereka, dapat melewatkan kesulitan gerak yang dihadapi anak dengan obesitas. Pendekatan semacam itu juga dapat menambah risiko stigma.
Bagi anak dengan obesitas, mereka mengusulkan latihan bertahap: melompat, mengendalikan pendaratan, menjaga keseimbangan, berganti arah, dan bergerak terkoordinasi. Tingkat kesulitannya disesuaikan dengan kemampuan gerak anak saat itu. Anak dengan berat badan lebih disebut dapat memperoleh manfaat dari pemantauan dini dan latihan gerak pencegahan.
Untuk daerah dingin, tekanannya ada pada susunan, keseimbangan, dan mutu kesempatan bergerak sehari-hari, terutama pada musim ketika bermain di luar terbatas. Kesempatan itu, tulis mereka, perlu menyenangkan, mudah dijangkau, dan sesuai tahap perkembangan anak. Para penulis menyebut perlunya penelitian jangka panjang dengan penilaian kebugaran berulang, pemantauan gerak yang objektif, dan data lingkungan per musim.















