Asam Glutamat Angkat Hasil Biji Rosela Red Heet di Irak

A A

Kelopak merah rosela yang sudah membesar pada batang tanaman di kebun. [Foto: Invertzoo/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)]

  • Semprotan asam glutamat 150 miligram per liter memberi 845,26 kilogram biji rosela per hektare.
  • Petak yang hanya disemprot air suling berhenti di 676,65 kilogram biji per hektare.
  • Genotipe Red Heet dengan takaran 150 miligram per liter mencapai 949,11 kilogram biji per hektare.
  • Bobot basah dan kering kapsul justru tertinggi pada takaran 100 miligram per liter.
  • Tabel 9 dan Tabel 10 dalam naskah itu memuat angka yang tertukar satu sama lain.
Daftar Isi
  1. Percobaan Digelar di Ladang Petani Kirkuk
  2. Dua Genotipe Diuji Empat Takaran
  3. Red Heet Unggul di Semua Sifat
  4. Asam Glutamat Meninggikan Batang Rosela
  5. Hasil Biji Menembus 949 Kilogram
  6. Kapsul Justru Memilih Takaran 100
  7. Dua Tabel Bertukar Isi
  8. Keterbatasan Tidak Dituliskan

Cekricek.id — Semprotan asam glutamat menaikkan hasil biji rosela di Irak. Takaran tertinggi yang diuji, 150 miligram per liter, menghasilkan rata-rata 845,26 kilogram biji per hektare. Petak yang hanya disemprot air suling berhenti di 676,65 kilogram per hektare.

Genotipe ikut menentukan hasilnya. Red Heet memberi 820,25 kilogram biji per hektare, sedangkan Local Egyptian hanya 688,55 kilogram per hektare. Gabungan terbaik adalah Red Heet yang disemprot 150 miligram per liter, dengan 949,11 kilogram biji per hektare.

Percobaan itu dikerjakan lima peneliti dari tiga kampus di Irak. Yaseen Obaid Noori Ahmed Sharif dan Tariq Raad Thaer Al-Mafarji berasal dari Universitas Kirkuk, Satar Abid Khaleefh dari Universitas Samarra. Sura Hameed Bahar AL-Janabi dan Hiba Jomaa Alfahdawi tercatat di Universitas Tikrit.

Laporan mereka berjudul Effect of Glutamic Acid Foliar Application Concentrations on Growth and Yield Traits of Two Genotypes of Roselle. Naskah itu dimuat Andalasian International Journal of Agricultural and Natural Sciences Volume 6 Nomor 2 tahun 2025, halaman 52–60. Versi daringnya tersedia sejak 28 September 2025.

Sharif, Khaleefh, dan Alfahdawi bekerja di Departemen Tanaman Pangan fakultas pertanian kampus masing-masing. AL-Janabi berada di Departemen Hortikultura dan Desain Lanskap, Fakultas Pertanian Universitas Tikrit. Al-Mafarji ada di Departemen Tanaman Obat dan Industri, Universitas Kirkuk, dan Sharif menjadi penulis korespondensi.

Rosela adalah tanaman semusim dari keluarga Malvaceae yang tumbuh pada musim panas. Tingginya mencapai 2,5 sampai 3 meter, mulai berbunga pada Agustus, dan berlanjut sampai awal Oktober. Paper ini menyebut tanaman itu lazim dibudidayakan di kawasan panas seperti Afrika, Indonesia, dan India, dan di Irak biasa disebut teh Karkadeh.

Percobaan Digelar di Ladang Petani Kirkuk

Lokasinya bukan kebun percobaan kampus. Uji lapangan digelar pada musim panas 2024 di ladang seorang petani di kawasan Koldara, kecamatan Altun Kupri, Distrik Dibis, di bagian utara Provinsi Kirkuk. Titik itu berjarak sekitar 23 kilometer di utara Kota Kirkuk.

Tanah di lokasi percobaan berjenis lempung berpasir. Pada kedalaman 30 sentimeter, pH tercatat 7,65 dan daya hantar listrik 1,48 desisiemens per meter. Nitrogen tersedia 133,5 miligram per kilogram, fosfor tersedia 10,13 miligram per kilogram, dan kalium tersedia 6,66 miligram per kilogram.

Susunan butirannya 54,20 persen pasir, 29,30 persen debu, dan 16,50 persen liat. Pupuk urea berkadar 46 persen nitrogen diberikan setara 120 kilogram nitrogen per hektare dalam dua tahap, yaitu saat tanam dan 45 hari setelah tanaman muncul. Superfosfat tripel sebanyak 50 kilogram per hektare ditabur sekali sebelum tanam.

Dua Genotipe Diuji Empat Takaran

Rancangannya acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan dan dua faktor. Faktor pertama adalah genotipe, yaitu Local Egyptian dan Red Heet. Faktor kedua adalah kadar semprotan asam glutamat pada daun, yang dipasang pada empat tingkat: 0, 50, 100, dan 150 miligram per liter.

Lahan dibagi menjadi 24 petak percobaan berukuran 3 kali 3 meter. Benih ditanam pada guludan berjarak 75 sentimeter, dengan jarak 40 sentimeter antarlubang tanam. Tiga benih dimasukkan ke tiap lubang, lalu disisakan satu tanaman sehat setelah tingginya mencapai 10 sampai 15 sentimeter.

Penyemprotan asam glutamat dilakukan pada fase empat daun, ketika tinggi tanaman sekitar 10 sentimeter. Waktunya pagi hari, dengan alasan menekan kehilangan cairan karena penguapan. Petak kontrol hanya disemprot air suling, tanpa tambahan bahan apa pun.

Pengukuran diambil dari 10 tanaman di bagian tengah tiap petak, sementara tanaman pinggir dikeluarkan untuk menekan pengaruh tepi. Sepal dan kapsul yang sudah ditimbang basah lalu dikeringkan dalam oven bersuhu 70 derajat Celsius selama 72 jam sampai bobotnya tetap. Rata-rata dibandingkan memakai Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 0,05.

Baca juga Pupuk Nano-NPK dan Asam Humat Tinggikan Bibit Jeruk di Irak

Red Heet Unggul di Semua Sifat

Selisih antargenotipe muncul konsisten di seluruh sifat yang diukur. Tinggi tanaman Red Heet rata-rata 137,22 sentimeter, sedangkan Local Egyptian 120,70 sentimeter. Jumlah cabang utama 29,25 per tanaman pada Red Heet, berbanding 25,33 cabang pada Local Egyptian.

Bobot basah sepal Red Heet 259,64 gram per tanaman, sementara Local Egyptian 209,87 gram per tanaman. Bobot keringnya 63,73 gram berbanding 53,06 gram. Jumlah kapsul per tanaman tercatat 122,32 pada Red Heet dan 101,90 pada Local Egyptian.

Jumlah biji per kapsul juga berbeda, yaitu 29,33 biji pada Red Heet dan 22,53 biji pada Local Egyptian. Penulis menghubungkan keunggulan itu dengan sifat pertumbuhan Red Heet yang secara keseluruhan lebih baik. Perbedaan antarkultivar mereka kaitkan dengan susunan genetik masing-masing.

Perbedaan itu dinyatakan nyata secara statistik. Analisis ragam mencatat pengaruh kultivar nyata pada taraf 0,01 untuk semua sifat, kecuali bobot basah sepal yang nyata pada taraf 0,05. Pengaruh kadar asam glutamat disebut mengikuti pola yang sama persis.

Asam Glutamat Meninggikan Batang Rosela

Tanpa semprotan asam glutamat, tinggi tanaman rata-rata berhenti di 108,95 sentimeter. Takaran 50 miligram per liter menaikkannya ke 132,13 sentimeter, lalu takaran 100 miligram per liter ke 135,42 sentimeter. Takaran 150 miligram per liter memberi angka tertinggi, yaitu 139,33 sentimeter.

Kombinasi tertinggi tercatat pada Red Heet yang disemprot 150 miligram per liter, yakni 150,13 sentimeter. Angka terendah, 101,90 sentimeter, jatuh pada Local Egyptian yang hanya disemprot air suling. Kedua angka itu berasal dari tabel yang sama.

Bunga rosela berkelopak krem dengan pusat merah tua dan titik-titik air
Bunga rosela berkelopak krem dengan pusat merah tua dan titik-titik air. [Foto: Horacio Cambeiro/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)]

Pola serupa muncul pada jumlah cabang. Takaran 150 miligram per liter memberi 30,01 cabang per tanaman, sedangkan kontrol berhenti di 25,15 cabang per tanaman. Kombinasi Red Heet dengan takaran itu mencapai 32,95 cabang per tanaman, yang tertinggi di seluruh percobaan.

Bobot kering sepal bergerak searah dengan dua sifat tadi. Takaran 150 miligram per liter memberi 66,45 gram per tanaman, sementara kontrol hanya 49,60 gram per tanaman. Kombinasi Red Heet dengan takaran yang sama mencapai 73,28 gram, dan angka terendah 44,60 gram pada Local Egyptian tanpa semprotan.

Baca juga Dosis Pupuk Kandang 2 Kg per Tanaman Beri Buah Tomat Terberat

Hasil Biji Menembus 949 Kilogram

Hasil biji adalah sifat yang paling ditunggu dari percobaan semacam ini. Semprotan asam glutamat 150 miligram per liter memberi 845,26 kilogram per hektare, sedangkan kontrol 676,65 kilogram per hektare. Takaran 50 miligram per liter berada di 722,90 kilogram dan takaran 100 miligram per liter di 772,81 kilogram.

Angka tertinggi ada pada Red Heet yang disemprot 150 miligram per liter, yaitu 949,11 kilogram per hektare. Angka terendah ada pada Local Egyptian tanpa semprotan, yaitu 645,19 kilogram per hektare. Jumlah kapsul tertinggi juga jatuh pada kombinasi yang sama, sebanyak 129,95 kapsul per tanaman.

Jumlah biji per kapsul bergerak paling sempit di antara semua sifat. Petak kontrol mencatat 22,06 biji per kapsul, sedangkan takaran 150 miligram per liter 24,53 biji. Kombinasi tertinggi 25,77 biji pada Red Heet, dan terendah 21,38 biji pada Local Egyptian tanpa semprotan.

Kapsul Justru Memilih Takaran 100

Tidak semua sifat memuncak pada takaran asam glutamat yang tertinggi. Bobot basah kapsul terbaik justru pada 100 miligram per liter, yaitu 619,45 gram. Takaran 150 miligram per liter turun ke 569,21 gram, sedangkan petak kontrol 480,27 gram.

Bobot kering kapsul mengulang pola yang sama. Takaran 100 miligram per liter memberi 219,09 gram, sementara takaran 150 miligram per liter hanya 186,31 gram dan kontrol 155,29 gram. Kombinasi tertinggi, 256,77 gram, tercatat pada Red Heet dengan 100 miligram per liter.

Selisih antargenotipe pada dua sifat itu tetap berpihak pada Red Heet. Bobot basah kapsulnya 609,98 gram berbanding 483,06 gram, dan bobot keringnya 202,67 gram berbanding 164,14 gram. Kombinasi terendah pada kedua sifat itu sama-sama Local Egyptian yang disemprot air suling.

Kesimpulan penulis tetap menunjuk satu kombinasi. “Disimpulkan bahwa kultivar Red Heet cocok dengan kondisi lingkungan wilayah tersebut karena keunggulannya pada seluruh sifat yang diteliti,” tulis Yaseen Obaid Noori Ahmed Sharif dan empat rekan penulisnya pada bagian kesimpulan, halaman 59.

Rekomendasi mereka ditulis dalam satu kalimat. “Disarankan memakai kultivar Red Heet dengan asam glutamat 150 miligram per liter untuk hasil optimal,” tulis kelima peneliti pada bagian kesimpulan yang sama. Saran itu mereka lekatkan pada kondisi lingkungan tempat percobaan digelar.

Baca juga Layu Fusarium Pisang Makin Parah Akibat Nitrogen Berlebih

Dua Tabel Bertukar Isi

Naskah ini menyimpan ketidakcocokan yang terbaca langsung. Tabel 9 diberi judul jumlah biji per kapsul, tetapi isinya deretan angka 645,19 sampai 949,11 dengan rata-rata 754,40. Angka-angka itu sama dengan hasil biji per hektare yang diuraikan pada teks Tabel 10.

Tabel 10 sendiri berjudul hasil biji per hektare. Isinya justru mengulang angka Tabel 4, yakni 172,65 sampai 294,29 dengan rata-rata 234,75, yang merupakan bobot basah sepal. Nilai hasil biji yang disebut di dalam teks tidak muncul di tabel mana pun.

Selisih lain berada di dalam satu halaman yang sama. Teks pada bagian bobot basah sepal menyebut angka tertinggi 280,68 gram, sementara tabelnya mencetak 280,86 gram. Abstraknya juga menempelkan bobot kering kapsul 256,77 gram pada takaran 150 miligram per liter, padahal teks hasil menyebut angka itu milik takaran 100 miligram per liter.

Penyebutan sifatnya pun berganti-ganti. Bagian hasil memakai kata pods, sedangkan abstrak dan tabel analisis ragam memakai capsules untuk sifat yang sama. Satuan bobot kapsul ditulis gram per kapsul di kepala tabel, tetapi bagian metode menjelaskan penimbangannya sebagai bobot per tanaman.

Paragraf analisis ragam juga berselisih dengan dirinya sendiri. Kalimat pertamanya menyatakan interaksi nyata pada taraf 0,01 untuk semua sifat kecuali bobot kering sepal. Kalimat berikutnya menyebut interaksi tidak nyata pada tinggi tanaman, bobot basah sepal, dan jumlah biji per kapsul.

Keterbatasan Tidak Dituliskan

Naskah ini tidak memuat bagian keterbatasan penelitian. Tidak ada kalimat yang menyebut sampai di mana hasilnya berlaku. Yang tertulis hanya lingkup percobaannya, yaitu satu musim panas 2024, satu ladang petani di Kirkuk utara, tiga ulangan, dan 24 petak berukuran 3 kali 3 meter.

Saran penulis pun dibatasi pada wilayah percobaan itu. Genotipe yang diuji hanya dua, Local Egyptian dan Red Heet, dan kadar asam glutamat yang dicoba hanya empat tingkat. Di luar rentang itu, naskahnya tidak menyediakan angka pembanding.

Percobaan itu berhenti pada satu angka, yaitu 949,11 kilogram biji per hektare dari semprotan asam glutamat 150 miligram per liter.

Bagikan

Baca Juga

Pupuk Nano-NPK dan Asam Humat Tinggikan Bibit Jeruk di Irak
Virus Pepaya Sleman Paling Dekat dengan Dua Isolat Thailand
Petani Sedulur Sikep di Pati Mulai Memakai Pupuk Kimia
Kredit BPR Naikkan PDRB Pertanian, Belanja Daerah Justru Negatif
Penyiangan Buncis Tegak Hari ke-14 Hasilkan Polong Terbanyak
Biochar Sekam Padi Tim UNDIP untuk Tanah Masam Senggi, Keerom