Denmark: Kesepakatan Greenland Tak Istimewakan Investor AS

A A

Dok. Presiden AS Donald Trump menunduk di depan bendera Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland, 22 September 2026. [Foto: Mads Claus Rasmussen/EPA]

  • Denmark menegaskan kesepakatan Greenland tidak memberi perlakuan istimewa kepada investor dari AS.
  • Trump mengklaim eksplorasi minyak, gas, dan mineral besar-besaran akan segera dimulai di Greenland.
  • Kesepakatan 10 halaman yang diteken 22 September tidak memberikan hak penambangan atau pengeboran.
  • Greenland melarang penambangan uranium dan seluruh eksplorasi minyak baru pada 2021.

Cekricek.id — Denmark menegaskan kesepakatan Greenland dengan Amerika Serikat tidak mengubah aturan ekstraksi dan menuntut eksplorasi sumber daya oleh AS di pulau itu menghormati hukum setempat, setelah Presiden Donald Trump mengklaim ekstraksi minyak, gas, dan mineral akan segera dimulai di sana.

Penegasan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Denmark pada Rabu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Rabu (14/10/2026). Kesepakatan antara Denmark, Greenland, dan AS itu diteken bulan lalu.

Kesepakatan itu “tidak memberikan perlakuan istimewa apa pun kepada investor dari AS” dibandingkan investor dari negara NATO dan Uni Eropa lainnya dalam hal akses ke sumber daya alam Greenland, kata kementerian tersebut.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut wilayah semi-otonom Denmark itu sebagai “Greenland kita yang baru dan indah”. “Eksplorasi Minyak, Gas, dan Mineral Besar-besaran akan segera dimulai,” tulis Trump tanpa memberikan rincian.

Trump, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menandatangani kesepakatan 10 halaman itu di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 22 September. Penandatanganan itu mengakhiri ketegangan berbulan-bulan akibat ancaman Trump untuk menguasai Greenland.

Kesepakatan itu memungkinkan AS “memodernisasi dan memperluas” kegiatannya di Pangkalan Antariksa Pituffik, instalasi militer AS yang terpencil di barat laut Greenland. Kesepakatan itu juga membuka jalan bagi dua pangkalan militer baru dan sistem pertahanan rudal Golden Dome milik Trump, sembari menegaskan kembali kedaulatan Denmark dan hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri.

Kesepakatan tersebut tidak memberikan hak apa pun untuk penambangan atau pengeboran. Greenland melarang penambangan uranium dan seluruh eksplorasi minyak baru pada 2021.

Pemerintah Greenland kini meninjau apakah perusahaan asal Texas, Greenland Energy, dapat memakai izin yang terbit sebelum larangan itu. Pada Agustus, perusahaan tersebut menyatakan berencana mengebor minyak pada 2027 di cekungan yang belum teruji di pesisir timur Greenland, meski tidak memiliki izin sendiri.

Penasihat kebijakan keamanan Denmark, Jacob Kaarsbo, mengatakan komentar Trump bisa menjadi tanda bahwa keinginannya menguasai Greenland tidak berubah. “Sangat berbahaya memandang kesepakatan antara pemerintahan Trump dan Denmark ini sebagai sesuatu yang telah mengubah niat Trump,” ujarnya.

Peneliti senior Danish Institute for International Studies, Mikkel Olesen, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rincian hak penambangan dan eksplorasi masih belum jelas. Menurut dia, informasi yang sebagian besar datang dari pihak AS perlu disikapi dengan hati-hati.

Richard Weitz, peneliti di NATO Defense College di Roma, menilai Trump “mundur dan menerima lebih sedikit” dari yang ia inginkan, tetapi tetap “mendapatkan hampir semua yang ia inginkan, kecuali aneksasi formal”.

Bagikan

Baca Juga

Rusia Sebut Ukraina Kembali Serang Kilang Minyak di Ryazan
Atap Sekolah Runtuh di Peshawar Pakistan, Sedikitnya 29 Tewas
Keinginan Punya Anak Tak Selalu Lahir dari Pernikahan Bahagia
Perang Tigray Usai, Warga Paling Lemah Belum Bisa Mencari Nafkah
Sulit Makan, Pengungsi Suriah di Turki Memikul Cemas Lebih Berat
Tenaga Kesehatan Palestina Masih Memandang Miring Pasien Gemuk