Emil Salim

Emil Salim adalah tokoh peduli lingkungan hidup Indonesia. Ia merupakan tokoh yang terakhir menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden pada 2010-2014. Ia lahir di Sumatera Selatan, 8 Juni 1930.

Emil Salim. [Foto: Istimewa]

Siapa Emil Salim?

Emil Salim adalah tokoh peduli lingkungan hidup Indonesia. Ia merupakan tokoh yang terakhir menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden pada 2010-2014. Ia lahir di Sumatera Selatan, 8 Juni 1930.

Kariernya dimulai sejak ia menduduki jabatan sebagai Menteri Negara Penyempuranan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap menjadi Wakil Kepala Bappenas periode 1971-1973, kemudian menjadi Menteri Perhubunganan periode 1973-1978 setelah itu menjadi Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup periode 1978-1983 dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup periode 1983-1993.

Setelah ini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Selain berkecimpung dalam dunia pemerintahan, Emil juga mendirikan Yayasan Keanegaragan Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan menjadi tokoh lingkungan hidup internasional dengan menerima penghargaan dari World Wild Fund serta anugerah dari Blue Planet Prize pada 2006 dari The Asasi Glass.

Penghargaan tersebut menjadikan Emil bukan hanya ahli ekonomi dan politisi Indonesia, tapi juga menjadi tokoh lingkungan hidup.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda