Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 288, Operasi Beralih ke Pemulihan

Ilustrasi evakuasi gempa

Ilustrasi tim penyelamat mengevakuasi reruntuhan gempa. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia menembus 288 orang, sementara ratusan warga masih dinyatakan hilang. Operasi penanganan bencana kini beralih dari pencarian korban selamat menuju tahap pemulihan, memasuki pekan kedua setelah bencana, Sabtu (15/8/2026).

Gempa tersebut mengguncang kawasan dekat San José del Palmar di Departemen Chocó pada Senin (10/8/2026), meruntuhkan ribuan bangunan dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Selain korban jiwa, otoritas mencatat lebih dari 4.000 orang terluka dan sekitar 200 warga belum ditemukan, sedangkan ratusan lainnya berhasil diselamatkan tim penyelamat.

Harapan Menemukan Korban Selamat Menipis

Regu penyelamat yang bekerja tanpa henti di reruntuhan mulai menghadapi kenyataan pahit bahwa peluang menemukan korban dalam keadaan hidup semakin kecil. Pemerintah Kolombia menyatakan operasi memasuki fase pemulihan, meski menegaskan pencarian terhadap warga yang masih hilang tidak akan dihentikan.

Dalam meninjau penanganan bencana, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan komitmen negara untuk membantu para korban tanpa memandang latar belakang politik. “Our intention is to cooperate in any way necessary. Here, there are no distinctions or ideological divisions when it comes to defending our people or showing solidarity,” kata de la Espriella, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera. Ia menegaskan niat pemerintah bekerja sama dengan cara apa pun yang diperlukan dan menyatakan tidak ada perbedaan ideologi dalam membela serta menunjukkan solidaritas kepada rakyat.

Baca juga: Prabowo Tegaskan BUMN Milik Rakyat, 290 Perusahaan Negara Sudah Ditutup

Skala kehancuran membuat sejumlah pihak menyebut peristiwa ini sebagai salah satu gempa terkuat yang dialami Kolombia dalam dua dekade terakhir. “This is the largest earthquake that Colombia has experienced in two decades,” kata Camila Gomez, Wakil Direktur Program untuk Kolombia dan Venezuela pada International Rescue Committee, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menggambarkan besarnya kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.

Chocó dan Bayang-Bayang Ketertinggalan

Departemen Chocó, wilayah yang paling parah terdampak, selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan termiskin di Kolombia. De la Espriella, yang baru menjabat beberapa hari ketika bencana terjadi, berjanji daerah tersebut tidak akan lagi menjadi wilayah yang terlupakan dan terus berkeliling meninjau lokasi terdampak.

Kondisi geografis Chocó yang berbukit dan minim infrastruktur menyulitkan tim penyelamat menjangkau desa-desa terpencil. Jalan yang rusak, jembatan yang runtuh, serta cuaca yang tidak menentu memperlambat penyaluran bantuan, sementara warga di sejumlah titik sempat terisolasi selama berhari-hari.

Gempa ini menimbulkan kerusakan meluas pada fasilitas publik. Di Kota Cali, beberapa lantai atas sebuah rumah sakit dilaporkan ambruk sehingga ratusan pasien terpaksa dirawat di ruang terbuka. Sejumlah bangunan lain retak dan dinyatakan tidak layak huni, menambah jumlah warga yang membutuhkan tempat berlindung.

Baca juga: Prabowo Umumkan Pusat Finansial Internasional Indonesia di Nota Keuangan 2027

Bantuan dan Pemulihan

Sejumlah lembaga kemanusiaan internasional turut menggerakkan bantuan medis dan logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada tenda darurat serta dapur umum yang didirikan pemerintah dan relawan.

Otoritas manajemen bencana Kolombia menyatakan fokus kini diarahkan pada penyediaan hunian sementara, pemulihan layanan dasar, serta pendataan kerusakan untuk tahap rekonstruksi. Pemerintah juga berupaya memastikan pasokan air bersih dan pencegahan penyakit di lokasi pengungsian guna menghindari wabah susulan.

Tim gabungan yang melibatkan aparat, relawan, dan warga setempat masih menyisir sejumlah titik reruntuhan. Anjing pelacak dikerahkan untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan, sementara alat berat mulai digunakan untuk membersihkan puing di kawasan yang sudah dipastikan tidak lagi menyimpan korban selamat.

Baca juga: DPR Terima 4 Nama Calon Pimpinan Bank Indonesia, Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur

Hingga Sabtu, angka korban tewas dilaporkan relatif stabil selama dua hari berturut-turut, menandakan fase darurat akut mulai mereda. Pemerintah berjanji terus memperbarui data dan menyatakan tidak akan berhenti mencari sampai nasib seluruh warga yang hilang dapat dipastikan.

Gempa susulan yang terjadi berkali-kali menambah kepanikan warga dan memperlambat kerja tim di lapangan. Banyak penyintas memilih bertahan di ruang terbuka karena takut kembali ke bangunan yang strukturnya sudah rapuh, sementara pemerintah daerah mendirikan posko dan menyalurkan selimut, makanan, serta obat-obatan.

Pemerintah Kolombia mengumumkan status darurat guna mempercepat penyaluran anggaran dan sumber daya ke wilayah terdampak. Sejumlah negara dan organisasi internasional menyatakan kesiapan membantu, mulai dari tenaga medis hingga peralatan pencarian dan penyelamatan, seiring upaya memastikan penanganan bencana berjalan menyeluruh.

Baca Juga

Bangunan roboh akibat gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur
Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, 47 Tewas dan 2.000 Warga Mengungsi
Dua orang mengenakan pakaian tradisional Korea di depan bangunan bergaya hanok
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Ajak Donasi Korban Gempa NTT
Marion Jola berpose dengan rambut tergerai di sebuah kafe
Marion Jola Buka Donasi untuk Flores: Mari Sama-sama Bantu Flores Bangkit
Warga terdampak gempa duduk beralaskan tikar dan terpal di luar rumah pada malam hari
Zaskia Adya Mecca Salurkan Bantuan Gempa NTT: Belum Ada yang Berani Pulang ke Rumah
Ilustrasi alat berat menyingkirkan reruntuhan bangunan
Gempa M7,4 Guncang Kolombia Barat, 111 Orang Tewas dan Puluhan Kota Rusak
Seorang tentara berjalan di antara puing gerbang tol yang rusak akibat ledakan bom mobil di Cauca, Kolombia
Bom Mobil Guncang Kolombia Sehari Setelah Presiden Dilantik