- Kekuatan punggung anak muda Makau turun rata-rata 12 kilogram dalam dua puluh tahun.
- Pada laki-laki muda penurunan kekuatan punggung mencapai 17,7 kilogram, pada perempuan 7,3 kilogram.
- Daya tahan jantung dan paru justru naik sedikit, dan kenaikan itu hampir seluruhnya milik laki-laki muda.
- Kelenturan dan keseimbangan warga berusia 60 sampai 69 tahun tidak berubah berarti.
Daftar Isi
Kota yang makmur, begitu kita suka percaya, akan melahirkan tubuh-tubuh yang makin kuat dari generasi ke generasi, sebab uang membeli gizi, taman, dan waktu luang. Makau membantah keyakinan itu dengan angka yang dikumpulkannya sendiri: selama dua puluh tahun, di kota berpenghasilan tinggi dengan salah satu harapan hidup terpanjang di dunia itu, lompatan anak mudanya memendek, punggungnya melemah, dan keseimbangannya goyah.
Bantahan itu tersusun dalam Trends in physical fitness among adults from Macao SAR between 2001 and 2020, karya Siu Ming Choi, Haoyu Dong, Si Man Lei, Grant R. Tomkinson, Justin J. Lang, Cristina Cadenas-Sanchez, dan Eric Tsz-Chun Poon, yang terbit di BMC Public Health volume 26 nomor artikel 1491 tahun 2026. Choi, Dong, dan Lei bekerja di Faculty of Education, University of Macau, sedangkan Poon di The Chinese University of Hong Kong.
Bahannya adalah hasil pengukuran tubuh 20.653 warga Macao SAR berusia 20 sampai 69 tahun, yang diperiksa dalam lima gelombang survei pada 2001, 2005, 2010, 2015, dan 2020 di bawah Sports Bureau setempat. Dari jumlah itu 43 persen laki-laki dan 57 persen perempuan, sehingga yang terbaca bukan nasib segelintir atlet, melainkan pegawai kantor, pekerja perusahaan swasta, dan pengunjung pusat komunitas lanjut usia.
Punggung yang Kehilangan Dua Belas Kilogram
Pada kelompok termuda, usia 20 sampai 39 tahun, hampir semua yang diukur bergerak ke arah yang sama, dan arah itu turun. Kekuatan punggung anak muda Makau turun rata-rata 12 kilogram dalam dua puluh tahun. Angka itu terasa besar bila disandingkan dengan rata-rata kelompok ini, 85,6 kilogram, dan para penulis menggolongkannya sebagai penurunan sedang, yang terbesar di antara semua komponen yang mereka periksa.
Lompat tegak, ukuran daya ledak otot kaki, menyusut dua sentimeter dari rata-rata 29,4 sentimeter. Kemampuan berdiri di atas satu kaki dengan mata tertutup berkurang 9,4 detik, padahal rata-ratanya hanya 42,6 detik, artinya kira-kira seperlima waktu bertahan itu hilang. Kelenturan, yang diukur dengan duduk sambil meraih ke depan, berkurang 1,4 sentimeter, sementara waktu reaksi dicatat memburuk dalam ukuran yang oleh penulis disebut kecil.
Namun tubuh muda itu tidak sekadar mengecil atau melemah secara merata, dan di sinilah gambarannya menjadi ganjil. Tinggi badan, berat badan, lingkar dada, dan lingkar pinggul kelompok ini justru bertambah sepanjang periode yang sama, sedangkan lingkar pinggang hanya naik dalam ukuran yang dapat diabaikan. Anak muda Makau, dengan kata lain, tumbuh lebih tinggi dan lebih berat daripada pendahulunya, tetapi otot yang menopang tubuh yang lebih besar itu bekerja lebih lemah.
Baca juga Kekuatan Genggaman yang Menurun dan Risiko Jantung
Satu Kenaikan yang Membingungkan
Justru sebaliknya yang terjadi pada jantung dan paru. Indeks uji naik-turun bangku selama tiga menit, yang dihitung dari pemulihan denyut jantung sesudahnya, naik 1,8 poin pada kelompok muda. Daya tahan jantung dan paru justru naik sedikit, dan kenaikan itu hampir seluruhnya milik laki-laki muda. Indeks mereka bertambah 3,3 poin, sedangkan pada perempuan muda hanya 0,6 poin, selisih yang tidak bermakna secara statistik.
Para penulis sendiri menyebut kenaikan ini sebagai temuan yang perlu direnungkan lebih jauh, sebab pola semacam itu umumnya tidak terlihat di wilayah lain. Mereka menduga investasi kota pada sarana yang mendukung gerak aerobik, seperti jalur joging dan ruang hijau, bersama meningkatnya kesadaran kesehatan, lebih banyak dimanfaatkan laki-laki muda. Dugaan itu tidak diuji dalam naskah, dan penulis menyatakannya sebagai kemungkinan, bukan sebagai sebab yang terbukti.
Di situlah persoalannya: berlari di taman, bila dugaan itu benar, menguatkan napas tanpa memberi rangsangan yang cukup bagi otot, kelenturan, keseimbangan, dan kecepatan bereaksi. Pada laki-laki muda penurunan kekuatan punggung mencapai 17,7 kilogram, pada perempuan 7,3 kilogram. Kelenturan laki-laki muda juga berkurang 3,8 sentimeter, sementara perempuan seusianya nyaris tidak berubah, sehingga kelompok yang napasnya membaik sekaligus menjadi kelompok yang ototnya paling banyak kehilangan.
“Secara keseluruhan, sebagian besar komponen kebugaran menurun dari waktu ke waktu, dengan penurunan paling konsisten terlihat pada orang dewasa muda dan paruh baya, terutama laki-laki,” tulis Choi dan rekan-rekannya dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris. Pada orang dewasa muda, lanjut mereka, daya ledak otot kaki, kekuatan punggung, keseimbangan, kelenturan, dan waktu reaksi menurun, dan hanya daya tahan jantung dan paru yang naik.
Yang Sudah Bugar Makin Bugar
Rata-rata, bagaimanapun, menyembunyikan siapa yang sebenarnya bergerak. Ketika para peneliti memilah warga muda menurut tingkat kebugarannya, kenaikan daya tahan jantung dan paru ternyata terkumpul pada seperempat teratas, mereka yang sejak awal paling bugar. Seperempat terbawah hanya mencatat perbaikan yang dapat diabaikan, bahkan penurunan kecil, sehingga jarak antara yang kuat dan yang lemah di dalam generasi yang sama melebar.
Penulis membaca pola itu sebagai tanda bahwa kesempatan yang tersedia tidak diambil secara merata. Mereka juga mencatat bahwa anak muda berkebugaran rendah mengalami penurunan kekuatan punggung yang lebih besar daripada rekan sebayanya yang lebih bugar. Tersedianya sarana saja, menurut mereka, kecil kemungkinannya menghasilkan perbaikan yang seragam tanpa program yang terarah dan kondisi sosial yang mendukung, sebuah kesimpulan yang lahir dari pola angka, bukan dari pengamatan langsung atas siapa yang memakai taman.
Baca juga Satu dari Sepuluh Orang Dewasa Malaysia Gemuk dan Hipertensi
Paruh Baya dan Lansia yang Bertahan
Pada warga berusia 40 sampai 59 tahun, kabar baik tentang jantung itu lenyap. Indeks uji bangku mereka turun tiga poin, dan penurunan itu terutama ditanggung perempuan, yang kehilangan 4,4 poin, sedangkan pada laki-laki perubahannya tidak bermakna. Keseimbangan kelompok ini berkurang 5,7 detik, dan waktu reaksi dicatat memburuk lebih tajam daripada pada kelompok muda, dengan penurunan terbesar justru pada mereka yang semula paling cekatan.
Pembagian menurut jenis kelamin di usia ini berbalik dari pola anak muda. Laki-laki paruh baya kehilangan kelenturan 2,4 sentimeter dan keseimbangan 8,4 detik, sementara perempuan seusianya tidak berubah berarti pada kedua ukuran itu, tetapi mundur pada daya tahan jantung dan kecepatan bereaksi. Tidak ada satu jenis kelamin yang sekadar lebih beruntung; masing-masing kehilangan sesuatu yang berbeda, dan penulis menyebut pergeseran peran kerja serta pola waktu luang sebagai kemungkinan latar.
Lalu ada kelompok tertua, yang di luar dugaan paling tenang. Kelenturan dan keseimbangan warga berusia 60 sampai 69 tahun tidak berubah berarti. Waktu reaksi mereka malah dicatat sedikit membaik, terutama pada perempuan. “Tingkat kebugaran pada orang dewasa lanjut usia tetap stabil,” tulis para penulis, lalu segera menambahkan bahwa ketiadaan perbaikan tetap membiarkan kelompok ini rentan terhadap kerapuhan dan hilangnya kemandirian.
Kestabilan itu pun tidak mereka terima begitu saja. Penulis mengingatkan kemungkinan bias penyintas, yakni keadaan ketika orang yang lebih sehat terwakili berlebihan di usia lanjut, di samping kemungkinan bahwa akses layanan kesehatan dan pengelolaan penyakit kronis yang membaik ikut menjaga kemampuan gerak. Dengan harapan hidup 83,1 tahun, yakni 80,3 tahun bagi laki-laki dan 86,0 tahun bagi perempuan, bertahan di tempat berarti menjalani tahun-tahun panjang dengan cadangan tubuh yang tidak bertambah.
Baca juga Separuh Lansia Pusat Warga Emas Klang Valley Menua Sehat
Dugaan tentang Kursi dan Layar
Mengapa otot sebuah kota melemah, naskah ini tidak dapat menjawab dengan pasti, dan para penulisnya tidak berpura-pura bisa. Mereka menyebut berkurangnya aktivitas fisik, bertambahnya ketergantungan pada teknologi berlayar, serta duduk berkepanjangan di tempat kerja sebagai hal yang mungkin menambah waktu diam, terutama pada orang usia kerja. Semua itu ditulis sebagai kemungkinan, dan penulis sendiri meminta riset berikutnya mencari pendorong yang sesungguhnya.
Sarannya, karena itu, bergerak melampaui anjuran berlari. Penulis mengusulkan jeda gerak terjadwal dan anjuran memakai tangga di tempat kerja, subsidi untuk program latihan beban dan keseimbangan, serta jaringan transportasi aktif yang menghubungkan permukiman dengan pusat kerja. Mereka meminta latihan beban ditekankan bagi laki-laki dan warga paruh baya, daya tahan jantung diperkuat bagi perempuan, dan kelompok berkebugaran rendah didahulukan.
Batas Sebuah Catatan Panjang
Keterbatasannya diakui terbuka. Rangkaian tes yang dipakai adalah baku khas China, sehingga hasilnya sulit dibandingkan dengan studi berprotokol internasional, dan uji bangku dinyatakan sebagai indeks tanpa satuan baku. Survei 2001 dan 2020 dilakukan pada paruh kedua tahun sedangkan gelombang lain pada paruh pertama, yang dapat menimbulkan bias musiman, dan analisis bertumpu pada data teragregasi sehingga faktor pengganggu tidak dapat disesuaikan.
Beberapa hal kecil dalam naskah dapat diperiksa pembaca. Judul tabel kelompok lanjut usia menulis rentang 2005 sampai 2020, padahal teks menyebut 2001 sampai 2020. Bagian diskusi menyebut kesenjangan kebugaran menyempit sebagian, sementara abstrak menyebutnya melebar. Pada waktu reaksi, rata-rata detik anak muda turun 0,02 dan disebut kemunduran, sedangkan pada lansia naik 0,04 detik dan disebut perbaikan, tanpa penjelasan arah hitungnya.
Yang tertinggal dari dua dekade pengukuran ini adalah gambaran kota yang warganya hidup lama, tumbuh lebih tinggi, dan sebagian berlari lebih kuat, tetapi mengangkat, melompat, dan menjaga keseimbangan dengan tenaga yang menyusut. Bila punggung generasi yang kini berusia dua puluhan sudah lebih lemah daripada punggung generasi sebelumnya pada usia yang sama, seperti apa tubuh yang akan mereka bawa ketika tiba giliran mereka menjadi kelompok tertua dalam survei itu?















