- Ada 399 nyawa tambahan yang terselamatkan, naik 54,5 persen.
- Program ini diperkirakan menambah 1.643 pertolongan CPR oleh warga, naik 39,6 persen.
- Tersisa rata-rata 1.689 kasus setahun yang mungkin ditolong orang di sekitar.
- CARES hanya mencakup sekitar 86 persen kejadian 9-1-1 di county itu.
Daftar Isi
- Zhao memulai dari catatan henti jantung di San Diego County
- Satu juta pasang tangan yang dihitung Zhao dan rekan-rekannya
- Dari pohon Zhao keluar 399 nyawa dalam lima tahun
- Pembanding dari Howard County dan sandaran pada telaah Simmons
- Yang belum masuk hitungan Zhao dan Martin
- Angka-angka kecil yang bisa dicek pembaca di naskah Zhao
Jihui Zhao menyusun sebatang pohon bercabang untuk orang yang jantungnya berhenti jauh dari rumah sakit. Di cabang pertama hanya ada dua kemungkinan: seseorang di dekatnya menekan dadanya, atau tidak ada yang bergerak. Cabang berikutnya menentukan apakah denyut itu kembali. Di ujung-ujungnya, orang itu pulang dari rumah sakit dengan otak yang masih bekerja baik, pulang dengan cacat berat, atau tidak pulang sama sekali.
Pohon itu dimuat dalam artikel Revive & survive San Diego: modeling the potential impact of a community bystander CPR training initiative, terbit di BMC Public Health sebagai naskah dalam proses terbit, tahun 2026. Zhao menulisnya bersama enam belas rekan, antara lain Richard S. Garfein, Kristi L. Koenig, Christopher A. Kahn, dan Natasha K. Martin. Zhao bekerja di Herbert Wertheim School of Public Health and Longevity Science, University of California San Diego. Martin, yang mengawasi pekerjaan ini, berasal dari Division of Infectious Diseases and Global Public Health di kampus yang sama.
Pertanyaan Zhao dan Martin sederhana. San Diego County, county berpenduduk terbanyak kelima di Amerika Serikat dengan 3,27 juta jiwa, pada 2024 memulai program bernama Revive & Survive San Diego. Sasarannya melatih satu juta warga, kira-kira 30 persen penduduk, agar sanggup melakukan CPR hanya dengan tangan sampai akhir 2026. Berapa nyawa yang bertambah selamat bila sasaran itu tercapai?
Zhao memulai dari catatan henti jantung di San Diego County
Bahan pertama Zhao adalah CARES, daftar yang mencatat kejadian henti jantung di luar rumah sakit di seluruh wilayah itu, dari keadaan saat kejadian sampai nasib pasien ketika keluar rumah sakit. Dari 2020 sampai 2023, rata-rata 2.168 kasus nontrauma tercatat tiap tahun. Yang pulang hidup rata-rata hanya 9,0 persen. Yang pulang dengan fungsi otak baik lebih sedikit lagi, 7,5 persen.
Tidak semua kasus itu bisa dijangkau tangan orang awam. Zhao dan rekan-rekannya menyisihkan henti jantung yang terjadi di panti jompo dan fasilitas kesehatan, juga yang disaksikan langsung petugas 9-1-1. Tersisa rata-rata 1.689 kasus setahun yang mungkin ditolong orang di sekitar. Dari jumlah itu, 49,1 persen memang mendapat CPR dari warga, yakni orang yang bukan bagian dari regu penolong resmi.
Di tabel Zhao, bedanya terlihat. Di antara mereka yang ditolong warga, denyut jantung kembali pada 28,7 persen dan 10,9 persen pulang hidup. Di antara yang tidak ditolong, angkanya 20,9 persen dan 6,2 persen. Kebiasaan menolong itu sendiri sedang tumbuh di San Diego County, dari 45,8 persen kasus pada 2020 menjadi 53,2 persen pada 2023.
Baca juga Kekuatan Genggaman yang Menurun dan Risiko Jantung
Satu juta pasang tangan yang dihitung Zhao dan rekan-rekannya
Zhao mencatat syarat agar seorang warga masuk hitungan satu juta itu. Peserta harus mengikuti latihan tatap muka CPR hanya dengan tangan, memperagakan tekanan dada yang bermutu pada manekin, dan mendapat masukan dari pelatih. Lulus kelas sertifikasi CPR juga dianggap memenuhi syarat. Program ini melengkapi upaya yang sudah berjalan, antara lain panduan CPR dari petugas penerima panggilan darurat dan penyediaan alat kejut jantung untuk umum.
Beberapa penulis berasal dari lembaga yang menangani keadaan darurat itu sendiri. Kristi L. Koenig dan Colin M. B. King bekerja di San Diego County Emergency Medical Services Office, sedangkan Christopher A. Kahn di City of San Diego Fire-Rescue Department. Menurut naskah mereka, pelatihan digelar bersama dinas pemadam kebakaran, rumah sakit, organisasi suku, lembaga nirlaba, sekolah, dan relawan perorangan.
Zhao juga menulis bahwa county itu menginginkan jangkauan yang adil dan tidak membeda-bedakan. Latihan diberikan dalam banyak bahasa, termasuk American Sign Language, dan terbuka bagi penyandang disabilitas. Kesempatan yang bisa menghasilkan banyak peserta sekaligus didahulukan, seperti di sekolah dan acara berskala besar.
Dari pohon Zhao keluar 399 nyawa dalam lima tahun
Lalu Zhao menjalankan pohonnya dua kali, sekali untuk San Diego tanpa program dan sekali dengan program. Jangka waktunya lima tahun setelah satu juta warga selesai dilatih. Selama itu diperkirakan ada 8.445 henti jantung yang bisa ditolong warga. Jumlah tersebut dianggap sama di kedua keadaan, sehingga yang berbeda hanya apa yang terjadi sesudah jantung berhenti.
Tanpa program, menurut hitungan Zhao, warga akan melakukan CPR pada 4.149 kejadian. Sebanyak 7.713 orang meninggal dan 732 selamat sampai keluar rumah sakit. Dengan program, pertolongan warga naik menjadi 5.792 kejadian. Yang meninggal turun ke 7.314 orang, yang selamat naik ke 1.131.
Selisihnya adalah temuan utama Zhao dan Martin. Program ini diperkirakan menambah 1.643 pertolongan CPR oleh warga, naik 39,6 persen. Ada 399 nyawa tambahan yang terselamatkan, naik 54,5 persen. Angka 399 itu bukan angka pasti. Rentang ketidakpastiannya lebar, dari 164 sampai 740 orang, dan seluruhnya adalah perkiraan model, bukan hasil pengamatan di lapangan.
Zhao tidak berhenti pada hidup atau mati. Dari 399 orang itu, 347 diperkirakan pulang dengan keadaan saraf yang baik, artinya utuh atau cacat sedang tetapi masih mandiri menjalani kegiatan harian. Sisanya, 52 orang, pulang dengan cacat saraf berat yang membutuhkan perawatan penunjang, atau dalam keadaan tidak sadar.
Hitungan Zhao juga menakar waktu. Program itu diperkirakan menambah 1.994 tahun hidup bagi para penyintas. Bila mutu hidupnya ikut ditimbang, tambahan itu setara 1.477 tahun hidup berkualitas, ukuran yang dalam naskah disebut QALY. Keduanya naik 55,0 persen dibandingkan keadaan tanpa program.
Garis waktu itu kemudian dipanjangkan Zhao menjadi sepuluh tahun. Pada titik tersebut model memperkirakan 3.286 pertolongan CPR tambahan oleh warga dan 798 nyawa terselamatkan dibandingkan keadaan tanpa program. Tambahan tahun hidup berkualitasnya mencapai 2.954.
Baca juga Nyeri Otot dan Sendi Terkait Kambuhnya Penyakit Kardiovaskular
Pembanding dari Howard County dan sandaran pada telaah Simmons
Zhao menyebut satu pembanding dari tempat lain. Pada 2011, Howard County di Maryland meluncurkan program latihan CPR selama sepuluh tahun. Sekitar 110.000 warga, sepertiga penduduk county itu, dilatih dengan biaya 650.000 dolar AS. Kajian model oleh Bouland dan rekan-rekannya memperkirakan tujuh nyawa tambahan terselamatkan dan menilai program itu sepadan dengan biayanya.
Besarnya dampak di pohon Zhao bertumpu pada telaah Simmons, McIsaac, dan Ohle atas banyak program serupa. Telaah itu menemukan program berbasis komunitas menaikkan peluang seseorang ditolong warga. Di antara yang ditolong, peluang selamat sampai keluar rumah sakit atau sampai 30 hari juga lebih baik. Zhao menerjemahkannya untuk San Diego: peluang ditolong naik 1,40 kali dan peluang selamat naik 1,49 kali.
Di sinilah Zhao menemukan titik rapuh hitungannya. Ketika program dianggap hanya menambah jumlah pertolongan, tanpa membuat orang yang ditolong lebih mungkin selamat, dampaknya pada kematian mengecil. Sebagian besar nyawa yang terselamatkan dalam model ternyata datang dari anggapan kedua itu. Sebaliknya, memakai data 2022 dan 2023 saja hampir tidak mengubah hasil.
Yang belum masuk hitungan Zhao dan Martin
Zhao dan Martin mengakui sejumlah batas. Harapan hidup penyintas dan nilai mutu hidupnya diambil dari pustaka di wilayah lain, bukan dari San Diego. Jumlah henti jantung dianggap tetap dari tahun ke tahun. Model juga tidak menghitung berapa warga yang sungguh ikut, seberapa lama keterampilan itu bertahan, dan apakah orang mau turun tangan saat henti jantung terjadi di depannya.
Ada pula soal titik jenuh. San Diego County, tulis Zhao, sudah punya angka pertolongan warga yang relatif tinggi, 49 persen. Besaran dampak dari telaah Simmons berasal dari tempat-tempat dengan kesiapan yang beragam. Karena itu tambahan manfaat di San Diego bisa saja tidak sebesar yang dipakai dalam model.
Jawaban para penulis atas keraguan itu adalah menunggu data. “Pemantauan di dunia nyata selama dan sesudah pelaksanaan akan sangat penting untuk menilai secara akurat dampak sebenarnya dari inisiatif ini dan melakukan penyesuaian tepat waktu,” tulis Zhao dan rekan-rekannya dalam naskah berbahasa Inggris itu.
Arah sebaliknya juga mungkin, dan Zhao mencatatnya. CARES hanya mencakup sekitar 86 persen kejadian 9-1-1 di county itu. “Manfaat bisa terjadi pada orang dengan henti jantung di luar rumah sakit yang tidak tercakup CARES, sehingga kami kemungkinan menaksir terlalu rendah potensi manfaat intervensi ini,” tulis mereka, diterjemahkan dari bahasa Inggris.
Baca juga Skor Framingham dan Risiko Jantung Warga Miskin Malaysia
Dua hal lain dibiarkan Zhao di luar pohon. Yang pertama donor organ: tekanan dada menjaga peredaran darah dan mengawetkan organ, dan satu orang bisa menyelamatkan hingga delapan nyawa lewat donor organ. Yang kedua kesenjangan. Naskah itu tidak memeriksa perbedaan hasil antarkelompok etnis, sosial ekonomi, dan wilayah, termasuk daerah pedesaan. Biaya program juga belum dihitung.
Angka-angka kecil yang bisa dicek pembaca di naskah Zhao
Beberapa angka dalam naskah Zhao tidak rapi. Di bagian pembuka, angka pertolongan warga secara nasional dan angka keselamatan ditulis persis sama, 39,5 persen pada 2013 dan 41,2 persen pada 2023. Padahal paragraf sebelumnya menyebut hanya 8,1 persen yang selamat dengan saraf baik. Peluang selamat tertulis 1,49 di uraian tetapi 1,50 di tabel.
Tabel hasil Zhao juga memuat satu rentang yang ganjil. Penyintas tanpa program berjumlah 732 dengan rentang 501 sampai 775. Padahal penyintas bersaraf baik, yang hanya sebagian dari mereka, punya batas atas 777. Selain itu, 976 ditambah 154 penyintas dengan program menghasilkan 1.130, sedangkan tabel menulis 1.131.
Maka pohon Jihui Zhao masih sebuah perkiraan, dan Zhao sendiri menulisnya begitu. Cabang pertamanya tetap sama: ada tangan yang menekan dada, atau tidak ada. Bila satu juta warga San Diego sungguh terlatih, model itu menaruh 399 orang lagi di ujung cabang yang pulang hidup. Zhao meminta angka tersebut diuji dengan pengamatan sesudah program berjalan.















