- Dari 1.030 pasien diabetes tipe 2 di lima rumah sakit Enugu, 32,2 persen mencatat HbA1c 7,0 persen atau lebih.
- Kontrol buruk tercatat pada 38,9 persen pasien perempuan dan 24,3 persen pasien laki-laki.
- Pada perempuan, sakit lebih dari lima tahun berkaitan dengan peluang kontrol buruk 9,56 kali dibanding yang sakit kurang dari setahun.
- Laki-laki dengan hipertensi berpeluang kontrol buruk 3,09 kali dibanding yang tanpa hipertensi.
Daftar Isi
Enam dokter residen menelusuri rekam medis pasien di lima rumah sakit Enugu State, Nigeria. Dari tiap berkas mereka menyalin usia, jenis kelamin, status pernikahan, tempat tinggal, pekerjaan, lama sakit diabetes, dan satu angka hasil laboratorium ke formulir yang seragam. Para peneliti senior mengawasi pekerjaan itu agar isian dari tiap rumah sakit sama lengkapnya.
Angka itu adalah HbA1c, ukuran yang lazim dipakai untuk menilai kendali gula darah jangka panjang. Dari 1.030 berkas pasien diabetes tipe 2 dewasa yang lolos saringan, 332 orang atau 32,2 persen mencatat HbA1c 7,0 persen atau lebih. Artinya, kira-kira satu dari tiga pasien belum mencapai sasaran pengendalian gula darah.
Tumpukan berkas itu diolah oleh Michael Chinweuba Abonyi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Enugu State University of Science and Technology, dan rekan. Hasilnya terbit dalam artikel berjudul Sociodemographic predictors of glycaemic control among adults with type 2 diabetes mellitus in a Nigerian population: implications for public health and service delivery di jurnal BMC Public Health volume 26 tahun 2026.
Lima Rumah Sakit, Satu Formulir
Empat rumah sakit berada di kawasan kota Enugu, yakni ESUTH Parklane, St. Patrick’s Hospital, Raymond Anikwe Specialist Hospital, dan Annunciation Specialist Hospital. Satu lagi, Faith Foundation Mission Hospital, berdiri di Nsukka, kota universitas yang setengah perkotaan. Kelimanya menjadi rujukan utama layanan diabetes di negara bagian itu.
Hanya satu dari lima tempat itu yang merupakan rumah sakit pendidikan milik pemerintah. Empat lainnya rumah sakit spesialis swasta atau milik misi. Penyalinan berlangsung dari Maret sampai Juni 2024 dan mencakup catatan kunjungan selama satu tahun, 1 Maret 2023 sampai 29 Februari 2024.
Pasien dalam berkas itu kebanyakan berusia paruh baya. Separuhnya, 50,5 persen, berumur 45 sampai 64 tahun, sedangkan 31,3 persen berusia 65 tahun ke atas. Perempuan sedikit lebih banyak, 54,4 persen. Sebanyak 80,2 persen tinggal di kota, dan 90,9 persen juga mengidap tekanan darah tinggi.
Dari sisi pekerjaan, pasien terutama pegawai negeri, 38,8 persen, dan pemilik usaha, 39,4 persen. Sisanya petani, perajin, pelajar, penganggur, dan lainnya. Lebih dari separuh, 52,8 persen, sudah hidup dengan diabetes satu sampai lima tahun. Lebih dari sepertiga lainnya, 37,5 persen, sudah mengidapnya lebih dari lima tahun.
Baca juga Diare Balita Banjir Ebonyi Nigeria dan Teka-teki Wadah Tertutup
Angka di Lembar HbA1c
Ketika angka-angka dari lima rumah sakit itu dijajarkan, pola pertama muncul dari kolom jenis kelamin. Di antara 470 pasien laki-laki, 24,3 persen tergolong kontrol buruk. Di antara 560 pasien perempuan, proporsinya 38,9 persen. Sebaliknya, kontrol baik dicapai 75,7 persen laki-laki dan 61,1 persen perempuan.
Kolom tempat tinggal juga memperlihatkan perbedaan bermakna. Pasien yang tinggal di kota mencatat kontrol buruk 30,0 persen, sedangkan pasien dari desa 41,2 persen. Menurut usia, angkanya naik bertahap: 19,1 persen pada pasien di bawah 45 tahun, 31,9 persen pada usia 45 sampai 64 tahun, dan 40,4 persen pada 65 tahun ke atas.
Pola paling tajam justru muncul dari lama sakit, yang oleh para penulis disebut sebagai faktor yang sangat kuat sejak tahap ini. Pada pasien yang didiagnosis kurang dari setahun, hanya 10,2 persen yang kontrolnya buruk. Angka itu menjadi 29,3 persen pada mereka yang sakit satu sampai lima tahun, lalu 42,2 persen pada yang sudah lebih dari lima tahun.
Ada pula kolom yang tidak memperlihatkan perbedaan bermakna. Status pernikahan tidak berhubungan bermakna dengan kendali gula darah. Tekanan darah tinggi juga tidak bermakna pada tahap ini: 33,0 persen pasien hipertensi tergolong kontrol buruk, dibanding 24,5 persen pasien tanpa hipertensi.
Peluang Lebih Tinggi pada Perempuan
Ketika semua faktor itu dihitung bersamaan, tiga yang bertahan. Perempuan punya peluang kontrol buruk 1,75 kali dibanding laki-laki. Pasien berusia 65 tahun ke atas punya peluang 2,15 kali dibanding pasien di bawah 45 tahun, sedangkan kelompok 45 sampai 64 tahun belum bermakna. Tempat tinggal, hipertensi, dan pekerjaan tidak lagi bermakna.
Lama sakit kembali menjadi yang paling kuat. Dibanding pasien yang didiagnosis kurang dari setahun, mereka yang sakit satu sampai lima tahun berpeluang 3,73 kali mengalami kontrol buruk. Yang sakit lebih dari lima tahun berpeluang 5,77 kali, hampir enam kali lipat. Ini hubungan dalam data, bukan bukti sebab-akibat.
Data pasien laki-laki dan perempuan lalu dipisah dan dihitung sendiri-sendiri. Pada pasien perempuan, sakit lebih dari lima tahun berkaitan dengan peluang kontrol buruk 9,56 kali dibanding yang sakit kurang dari setahun. Pada pasien laki-laki, angka untuk kelompok yang sama 3,06 kali. Keduanya bermakna, tetapi para penulis menyebut hubungan pada perempuan jauh lebih kuat.
Untuk lama sakit satu sampai lima tahun, angkanya 4,54 kali pada perempuan dan 3,28 kali pada laki-laki. Menurut para penulis, risiko yang menyertai lamanya sakit jauh lebih tinggi pada perempuan, dan itulah yang menjelaskan selisih antara pasien perempuan dan laki-laki dalam data mereka.
Para penulis menghubungkan pola itu dengan kepustakaan yang menunjukkan bahwa di banyak tempat berpenghasilan rendah, pengelolaan penyakit kronis pada perempuan bisa lebih dipengaruhi urusan rumah tangga, tugas merawat keluarga, dan terbatasnya kendali atas keuangan. Faktor-faktor itu, tulis mereka, mungkin kian terasa seiring waktu, ketika penyakit sudah bertahun-tahun menyertai pasien.
Baca juga Biaya Berobat Diabetes di Desa Bangladesh Terbanyak untuk Obat
Pasien Baru dan Pasien Lama
Data pasien kemudian dibagi menurut lama sakit. Pada 651 pasien dengan diabetes berdurasi pendek, kontrol buruk berkaitan dengan hipertensi, dengan peluang 2,59 kali, dan usia 65 tahun ke atas, 2,26 kali. Pasien yang menganggur atau pensiun justru berpeluang lebih kecil, 0,33 kali, sehingga para penulis menyebutnya sebagai faktor pelindung pada kelompok ini.
Pada 379 pasien dengan diabetes berdurasi panjang, gambarnya berganti. Jenis kelamin perempuan muncul sebagai faktor besar dengan peluang 2,89 kali. Para penulis juga mencatat kecenderungan risiko lebih tinggi pada pasien berpenghasilan rendah atau bekerja mandiri, tetapi kaitannya baru berada di ambang batas kebermaknaan.
“Faktor-faktor yang berkaitan dengan kontrol gula darah yang buruk berbeda menurut lamanya penyakit, melibatkan faktor klinis pada tahap awal dan tantangan sosial pada penyakit yang sudah lama,” tulis Michael Chinweuba Abonyi dan rekan dalam simpulan abstrak, sebagaimana diterjemahkan dari naskah berbahasa Inggris.
Para penulis juga memeriksa apakah usia 65 tahun ke atas dan sakit lima tahun atau lebih saling memperberat bila datang bersamaan. Ternyata tidak: angka interaksi keduanya 1,001 dengan nilai p 0,998. Menurut mereka, risiko dari usia dan dari lama sakit bersifat menjumlah, bukan saling melipatgandakan. Masing-masing, kata mereka, bekerja lewat jalur yang berbeda.
Hipertensi pada Pasien Pria
Pada pasien laki-laki, hipertensi ternyata berarti. Laki-laki dengan hipertensi berpeluang kontrol buruk 3,09 kali dibanding yang tanpa hipertensi. Pada perempuan, hubungan itu tidak bermakna, dengan angka 0,93. Laki-laki berusia 45 sampai 64 tahun juga menunjukkan hubungan bermakna, 1,97 kali, sedangkan pada perempuan usia yang bermakna adalah 65 tahun ke atas, 1,94 kali.
Ketika hanya 936 pasien hipertensi yang dihitung, pola besarnya tetap. Perempuan berpeluang 1,64 kali, usia 45 sampai 64 tahun 1,82 kali, dan usia 65 tahun ke atas 2,31 kali. Sakit satu sampai lima tahun berpeluang 3,84 kali, sedangkan lebih dari lima tahun 5,41 kali, dibanding yang sakit kurang dari setahun.
Dari situ para penulis menurunkan saran layanan. Laki-laki dinilai lebih mungkin terbantu oleh penanganan dini penyakit penyerta seperti hipertensi. Pasien pada tahun-tahun awal, terutama yang berusia lanjut dan berhipertensi, disebut perlu edukasi intensif serta kontrol yang sering, supaya kebiasaan merawat diri terbentuk sejak awal.
“Perempuan kemungkinan memerlukan dukungan berkelanjutan yang membantu mereka memadukan pengelolaan diabetes ke dalam rutinitas harian dan tanggung jawab rumah tangga,” tulis para penulis di bagian implikasi, juga dalam terjemahan. Pasien lama yang berpenghasilan rendah disebut perlu subsidi obat, dukungan sesama pasien, dan layanan yang terjangkau.
Baca juga Tinggi Badan Pria Jepang dan Lamanya Bertahan Bebas Diabetes
Batas Sebuah Arsip
Angka 32,2 persen itu lebih rendah daripada rentang 40 sampai 85 persen yang dilaporkan sejumlah studi di satu rumah sakit. Para penulis menduga sebabnya bisa berupa perbedaan desain, ragam pasien, atau mutu layanan, karena studi ini juga mencakup rumah sakit swasta dan rumah sakit misi.
Mereka juga mencatat keterbatasannya. Rancangan retrospektif potong lintang membatasi kesimpulan sebab-akibat dan tidak bisa mengikuti perjalanan gula darah pasien dari waktu ke waktu. Hanya HbA1c terakhir yang dipakai, sehingga perubahan pengobatan atau kepatuhan minum obat sesaat sebelum pemeriksaan mungkin tidak tertangkap dalam hasilnya.
Uji kecocokan model pun menunjukkan model belum sepenuhnya pas, dan seluruh faktor yang diukur hanya menjelaskan 11,8 persen variasi kendali gula darah. Literasi kesehatan, rincian pengobatan, dan dukungan sosial tidak tercatat dalam rekam medis yang tersedia. Para penulis menyarankan studi prospektif dengan sampel yang lebih luas.
Dalam simpulannya, para penulis menekankan bahwa beban kontrol gula darah yang buruk tetap besar meski pasien sudah berobat di klinik spesialis. Mereka menyerukan intervensi terarah yang memperhitungkan kerentanan khusus menurut jenis kelamin, tantangan kepatuhan jangka panjang, dan penanganan penyakit penyerta.















