Perhimpoenan Indonesia (PI)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Perhimpoenan Indonesia (PI)?

Perhimpoenan Indonesia (PI) adalah Organisasi pelajar bumiputera di Belanda yang sedang menuntut ilmu di Belanda dan pada masa awalnya turut pula mendorong gerakan kebangsaan Hindia Belanda.

Salah satu pendorong terbentuknya PI adalah Politik Etisatau Etische Politiek yang diterapkan di Hindia Belanda. Sistem pemerintahan gaya Gubernur Jenderal van den Bosch pernah mendapat tentangan yang luar biasa dari kaum humanis Kerajaan Belanda.

Tentangan ini kemudian menimbulkan kegoncangan ketika kaum humanis mulai bersuara di parlemen Kerajaan Belanda. Eksploitasi berlebihan pemerintahan kolonial di Hindia Belanda kemudian mewujudkan protes dan melahirkan apa yang dikenal sebagai Politik Etis.

Hal ini selain memungkinkan seorang bumiputera untuk dapat belajar di Negeri Belanda, juga pendirian sekolah-sekolah tinggi di tanah air Hindia Belanda.

Dengan demikian, berkembang pula arus migran pelajar bumiputera yang menuntut ilmu di Belanda.

Konsekuensi yang harus dihadapi Belanda dengan adanya hal ini tentu adalah pembentukan perkumpulan-perkumpulan pelajar bumiputera di Belanda.

Salah satu perkumpulan yang terbentuk pada 1908 adalah Indische Vereeniging atau Perkumpulan Hindia. Perkumpulan ini beranggotakan pelajar bumiputera yang menuntut ilmu di Negeri Belanda.

Pada 1922, Indische Vereeniging kemudian berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging dan akhirnya pada 1925 menjadi Perhimpoenan Indonesia. Tokoh-tokoh prominen pada awalpendirian Indische Vereeniging adalah Soetan Kasajangan Soripada dan R.M. Noto Soeroto.

Kemudian pada 1920-an, tokoh-tokoh yang menjadi amat penting di antaranya adalah Moh. Hatta, Soetomo, Nazir Pamontjak, Ahmad Soebardjo d,an lainnya.

PI kemudian juga mengeluarkan Jurnal Indonesia Merdeka di masa kepemimpinan Moh. Hatta.

Jalinan hubungan PI dengan dunia internasional telah membuat geram pemerintah Kerajaan Belanda sehingga terjadi penangkapan tokoh-tokoh PI pada 1927.

Hatta kemudian dipenjarakan dan menulis protesnya dalam Indonesia Merdeka yang tersebar di kalangan nasionalis. Organisasi ini tetap aktif hingga masa Perang Dunia II.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi dua buku terbuka di meja kayu perpustakaan
Guru Besar Bima dan Boyolali di Meja Bedah Metodologi Sejarah
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid