Charles Olke Van Der Plas

Kamus Sejarah Indonesia - Charles Olke Van Der Plas

Charles Olke Van Der Plas. [Foto: Istimewa]

Siapa Charles Olke Van Der Plas?

Charles Olke Van Der Plas adalah administratur yang menduduki berbagai jabatan pemerintahan pada masa kolonial Hindia Belanda.

Pada masa pendudukan Belanda, ia pernah ditugaskan untuk menjadi Gubernur Jawa Timur.

Masa jabatannya berakhir karena pada 1942 tentara Jepang berhasil mengalahkan kekuatan tentara Belanda di Hindia-Belanda.

Hal ini membuat tentara-tentara Belanda beserta Pemerintah Kolonial Belanda diharuskan mengangkat kaki dari Hindia-Belanda, termasuk Van der Plas.

Selanjutnya, Van der Plas pergi ke Australia. Di sana, ia ditunjuk menjadi Ketua Komisi Hindia-Belanda untuk Australia dan New Zealand.

Komisi yang ia pimpin itu ditujukan untuk mengamati dan melakukan tindakan mata-mata terhadap aktivitas Jepang di Hindia-Belanda. Selain itu, komisi tersebut juga berjuang untuk mengusir pemerintahan militer Jepang dari wilayah Hindia-Belanda.

Ketika saat yang ditunggu seluruh Pemerintah Kolonial Belanda tiba, akhirnya Jepang sudah menyerah dan kalah dalam Perang Dunia II. Secara otomatis, wilayah yang ditaklukkan Jepang menjadi milik sekutu.

Van der Plas berpikir keras guna mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia. Pada akhirnya, Van der Plas kembali ke Pulau Jawa pada Oktober 1945 dengan kedok mendampingi tentara sekutu.

Kenyataannya, ia memanfaatkan situasi tersebut untuk mengadakan hubungan-hubungan dengan ulama-ulama Islam serta bangsawan supaya mereka dapat menerima kembali Belanda di Indonesia.

Selanjutnya, ia bertindak sebagai tangan kanan Van Mook selaku Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda. Ia mengemban beberapa tugas sampai pengakuan kedaulatan pada Desember 1949.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan