Sarmidi Mangunsarkoro

Sarmidi Mangunsarkoro adalah Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan dan salah satu tokoh yang berjasa dalam perkembangan pendidikan di Indonesia.

Sarmidi Mangunsarkoro. [Foto: Istimewa]

Siapa Sarmidi Mangunsarkoro?

Sarmidi Mangunsarkoro adalah Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan dan salah satu tokoh yang berjasa dalam perkembangan pendidikan di Indonesia.

Pria kelahiran 23 Mei 1904 ini merupakan lulusan dari sebuah sekolah guru di Batavia. Setelah lulus, Mangunsarkoro segera mengawali kariernya sebagai guru di Perguruan Taman Siswa yang terletak di Yogyakarta. Pada 1929, Ki Hadjar Dewantara mempercayai Mangunsarkoro untuk mendirikan Perguruan Taman Siswa di Batavia.

Mangunsarkoro pun menjadi pengajar sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah di sana. Perjuangannya di bidang pendidikan pada masa Indonesia masih terjajah rupanya membuat Pemerintah Republik Indonesia yakin atas kecakapan Mangunsarkoro.

Oleh karena itu, pada masa Kabinet Hatta II, Mangunsarkoro diangkat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan.

Sewaktu menjabat sebagai menteri, Sarmidi Mangunsarkoro mendirikan dan meresmikan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), yang sekarang dikenal dengan Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung