Gatot Subroto

Gatot Subroto adalah adalah pahlawan nasional yang dilahirkan di Banyumas, pada 10 Oktober 1909. Ia menyelesaikan pendidikan formalnya pada Holands Inslands School (HIS).

Gatot Subroto. [Foto: Istimewa]

Siapa Gatot Subroto?

Gatot Subroto adalah adalah pahlawan nasional yang dilahirkan di Banyumas, pada 10 Oktober 1909. Ia menyelesaikan pendidikan formalnya pada Holands Inslands School (HIS).

Sempat bekerja sebagai pegawai pemerintah, Gatot kemudian masuk sekolah militer di Magelang pada 1923 kemudian menjadi anggota KNIL. Saat pendudukan Jepang, ia bergabung dalam PETA. Saat Indonesia merdeka, Gatot langsung bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Gatot Subroto memimpin TKR melaksanakan operasi militer untuk menumpas Peristiwa Pemberontakan PKI Madiun 1948 yang dipimpin oleh Musso.

Madiun dapat dikuasai dalam dua minggu, akhir November 1948 pemberontakan ini benar-benar dapat dipadamkan dengan ditangkapnya para pimpinan PKI yaitu Musso dan Amir Syarifuddin.

Strategi yang digunakan pengepungan dari barat yang dipimpin oleh Gatot Subroto sebagai Gubernur Militer II (Semarang dan Surakarta) pada 15 September 1948 dan bantuan dari divisi Siliwangi.

Dari sebelah timur TKR Divisi I dipimpin oleh Soengkono yang diangkat sebagai gubernur militer Jawa Timur pada 19 September 1948, serta pasukan Mobil Brigade Besar Jawa Timur yang dipimpin oleh M. Yasin.

Gatot juga berhasil menumpas pemberontakan Kesatuan Gelilya Sulawesi Selatan (KGSS) pimpinan Kahar Muzakar pada 1952 dan berhasil membujuk para pengikut Kahar Muzakar untuk bergabung kembali dalam TKR.

Ketika menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (WAKASAD), ia berhasil memimpin strategi memadamkan pemberontakan PRRI/Permesta di Sulawesi Utara pada 1956.

Gatot Subroto menggagas berdirinya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) yang menjadi kawah candradimuka pendidikan calon perwira dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Gagasannya ini baru terwujud pada 1965. Tokoh yang dikenal tegas dan membela yang lemah ini wafat pada 11 Juni 1962.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan