Surat Kabar Djago! Djago!

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa itu Surat Kabar Djago! Djago!?

Surat Kabar Djago! Djago! adalah Surat kabar yang pertama kali terbit pada 8 Oktober 1923, oleh International Debating Club (IDC) di Padang Panjang Sumatera Barat.

Slogan Koran ini ialah “Soerat Kabar Soera Merdeka Kaoem Melarat”. Surat kabar ini dikelola oleh Natar Zainoeddin selaku Pemimpin redaksi dan Arif Fadhilan selaku redaktur.

Dalam edisi pertama disebutkan tujuan penerbitan yaitu memberitakan hal yang benar dan lurus, menyampaikan suara hati nurani rakyat dan membawa suara yang merdeka.

Arif Fadlilah dalam edisi perdana menyatakan bahwa Djago! Djago! adalah surat kabar kaum melarat yang selalu mendapat penindasan kaum modal dan sekuat tenaga akan membela kaum melarat dan mengupayakan kemerdekaan kam melarat dari berbagai penindasan.

Pemilik surat kabar ini adalah Achmad Chatib yang juga menerbitkan Pemandangan Islam yang diterbitkan Sumatra Thawalib.

Djago!Djago! merupakan organ IDC Padang Panjang beranggotakan para siswa dan guru muda Sumatra Thawalib.

Djago!Djago! acapkali mengundang isu untuk diperdebatkan dalam terbitannya, misalnya mengenai budaya matriaki dalam pandangan Islam sehingga memunculkan perdebatan panjang dengan kaum adat di Minangkabau.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda
Ilustrasi petani memegang kentang hasil panen
Penduduk Asli Andes Punya Sepuluh Salinan Gen Pencerna Pati, Diduga Warisan Ribuan Tahun Makan Kentang
Monumen Nasional menjulang di Jakarta
Segitiga Sukarno, Angkatan Darat, dan PKI: Enam Tahun Keseimbangan yang Rapuh
Setumpuk surat kabar cetak yang terlipat dan bertumpuk di atas latar putih
Kelompok Studi, LBH, dan Media Alternatif, Kerja Sunyi Sebelum Reformasi di Medan