Buah dan Sayur di Pintu Depan Supermarket Inggris Lebih Laku

A A

Ilustrasi rak pendingin buah dan sayur segar di supermarket Co-op Cromer, Norfolk, Inggris [Foto: Kolforn/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Pada saat rak dipindah, selisih penjualan setara sekitar 2.525 porsi buah dan sayur tambahan per toko per minggu.
  • Di toko yang raknya maju 14 meter atau lebih, selisih penjualan setara sekitar 3.645 porsi tambahan per toko per minggu.
  • Pada bulan keenam, selisih penjualan tinggal sekitar 1.450 porsi tambahan per toko per minggu.
  • Skor kualitas diet perempuan di toko yang direnovasi naik 0,25 simpangan baku pada bulan keenam.
Daftar Isi
  1. Toko Renovasi: Rak Buah Pindah ke Lorong Pertama
  2. Saat Rak Dipindah: Ribuan Porsi Tambahan
  3. Tiga Bulan Kemudian: Kenaikan Mulai Menyusut
  4. Enam Bulan Kemudian: Dapur Rumah Ikut Berubah
  5. 2018 sampai 2022: Masa Pandemi dan Krisis Biaya Hidup
  6. Batas yang Diakui Tim

Maret 2018, sebuah penelitian dimulai di 36 supermarket diskon di Inggris. Di separuh toko itu, rak buah dan sayur segar dipindah ke dekat pintu masuk. Separuh lainnya dibiarkan seperti biasa. Pengamatan berlangsung sampai Mei 2022, melewati pandemi dan krisis biaya hidup.

Penelitian itu dilaporkan Christina Vogel dan rekan dari Centre for Food Policy, City St George’s, University of London, serta MRC Lifecourse Epidemiology Centre, University of Southampton. Judulnya Impact of supermarket fruit and vegetable placement on store sales, customer purchasing, diet and household waste: A prospective matched-controlled cluster trial. Laporan itu terbit di jurnal PLOS Medicine volume 23 nomor 3 tahun 2026.

Nama studinya WRAPPED. Tim mengikuti empat hal sekaligus, yakni penjualan toko, belanja rumah tangga, mutu makanan perempuan dan anak, serta buah atau sayur yang terbuang di rumah. Penjualan toko dan kartu pelanggan dipantau setiap minggu, sedangkan peserta diwawancarai lewat telepon sebelum perubahan, lalu satu, tiga, dan enam bulan sesudahnya.

Toko Renovasi: Rak Buah Pindah ke Lorong Pertama

Toko yang diteliti milik satu jaringan supermarket diskon. Jaringan itu punya lebih dari 1.000 toko secara nasional dan memegang sekitar 2 persen pangsa pasar bahan pangan di Britania Raya. Tidak ada dana dari supermarket itu, dan analisis dikerjakan tanpa keterlibatan stafnya.

Tim memilih 18 toko dari daftar toko yang dijadwalkan renovasi. Syaratnya, toko itu belum menaruh buah dan sayur di lorong pertama. Setiap toko lalu dipasangkan dengan satu toko pembanding yang letaknya jauh, dicocokkan menurut profil penjualan, profil pelanggan, dan tingkat ketertinggalan sosial-ekonomi lingkungannya.

Perubahannya ada dua dan berjalan bersamaan selama enam bulan. Bagian buah dan sayur segar dipindah ke dekat pintu masuk, dan jumlah ragamnya diperbanyak. Di toko pembanding, buah dan sayur tetap beragam terbatas dan berada di bagian belakang. Buah serta sayur beku atau kalengan tidak diubah di mana pun.

Antara Mei 2018 dan Oktober 2021, tim merekrut perempuan pemegang kartu pelanggan setia dalam lima gelombang, dengan batas usia akhir 18 sampai 60 tahun. Dari 865 perempuan yang diperiksa kelayakannya, 580 ikut serta. Sebanyak 280 berbelanja di toko yang direnovasi dan 300 di toko pembanding.

Lebih dari separuh peserta berusia 31 sampai 45 tahun. Sebanyak 40 persen tidak memiliki ijazah atau kualifikasi pendidikan sesudah usia 16 tahun, dan 63 persen bekerja dengan upah. Hampir sepertiga, atau 31 persen, membeli sebagian besar bahan pangannya di jaringan supermarket itu. Median belanja pangan mereka 70 pound per minggu.

Saat Rak Dipindah: Ribuan Porsi Tambahan

Hasil pertama datang dari kasir toko. Pada saat rak dipindah, penjualan buah dan sayur segar di toko yang direnovasi 0,32 simpangan baku lebih tinggi daripada perkiraan model. Angka itu bermakna secara statistik. Satuan simpangan baku dipakai tim untuk melindungi angka penjualan yang bersifat rahasia dagang.

Tim lalu menerjemahkannya ke dalam porsi. Selisih itu kira-kira setara 2.525 porsi buah dan sayur tambahan per toko per minggu. Jaringan itu menjual buah dan sayur dalam kemasan, bukan satuan, dan satu item rata-rata berisi lima porsi atau sekitar 400 gram.

Porsi buah dan sayur tambahan terjual tiap toko, makin lama makin kecilSaat rak dipindah 2.525; 3 bulan kemudian 1.940; 6 bulan kemudian 1.450.Porsi buah dan sayur tambahan terjual tiaptoko, makin lama makin kecilPerkiraan porsi tambahan per toko per minggu dibandingperkiraan model, 36 toko01.0002.0003.000Saat rak dipindah2.5253 bulan kemudian1.9406 bulan kemudian1.4501 item rata-rata 5 porsi (sekitar 400 g). Angka 3 dan 6 bulan tidakbermakna secara statistik
Sumber: Christina Vogel dan rekan, Impact of supermarket fruit and vegetable placement on store sales, customer purchasing, diet and household waste: A prospective matched-controlled cluster trial, PLOS Medicine, 2026. Grafik: Cekricek.id

Jarak pemindahan ikut menentukan besarnya angka. Di toko yang bagian buah dan sayurnya maju 14 meter atau lebih, selisih penjualan saat itu mencapai 0,48 simpangan baku. Jumlah itu setara sekitar 3.645 porsi tambahan per toko per minggu. Di toko yang raknya maju kurang dari 14 meter, selisihnya hanya 0,15 simpangan baku.

Tim mencatat selang kepercayaan kedua kelompok itu lebar dan saling tumpang tindih. Analisis menurut jarak juga tidak ditetapkan sejak awal, melainkan muncul dari evaluasi pelaksanaan. Pola serupa tidak tampak ketika toko dibedakan menurut letak rak di paruh depan atau paruh belakang lorong pertama.

Baca juga Kantong Permen Diperkecil, Belanja di Supermarket Denmark Susut

Tiga Bulan Kemudian: Kenaikan Mulai Menyusut

Tiga bulan sesudah perubahan, selisih penjualan turun menjadi 0,23 simpangan baku. Angka itu setara sekitar 1.940 porsi tambahan per toko per minggu, dan tidak lagi bermakna secara statistik. Toko dengan pemindahan 14 meter atau lebih masih mencatat 0,40 simpangan baku, setara sekitar 3.115 porsi.

Di tingkat rumah tangga, tim membaca kartu pelanggan 475 perempuan. Dari kartu itu tercatat 5.077 kunjungan belanja selama masa studi. Pada awal studi, selisih proporsi rumah tangga yang membeli buah dan sayur antara kedua kelompok toko hanya minus 0,1 persen. Pada bulan ketiga, selisihnya 0,6 persen.

Pada bulan yang sama, skor kualitas diet perempuan di toko yang direnovasi berubah minus 0,15 simpangan baku dibanding pembanding. Skor anak berusia dua sampai enam tahun naik 0,43 simpangan baku. Kedua angka itu tidak bermakna secara statistik, dan data anak hanya berasal dari 70 anak.

Buah dan sayur yang dibuang di rumah juga dicatat. Pada bulan pertama dan ketiga, perubahannya kecil. Frekuensi membuang buah berubah minus 0,01 kali per minggu pada bulan pertama dan 0,07 kali per minggu pada bulan ketiga, sedangkan sayur minus 0,02 kali per minggu pada kedua waktu itu.

Enam Bulan Kemudian: Dapur Rumah Ikut Berubah

Pada bulan keenam, selisih penjualan tinggal 0,18 simpangan baku. Angka itu setara sekitar 1.450 porsi tambahan per toko per minggu dan tidak bermakna secara statistik. Di toko dengan pemindahan 14 meter atau lebih, selisihnya 0,30 simpangan baku atau setara 2.350 porsi.

Di tingkat rumah tangga, selisih proporsi pembeli buah dan sayur pada bulan keenam menjadi 3,3 persen, meski tidak bermakna secara statistik. Pada perempuan yang berbelanja di toko dengan pemindahan 14 meter atau lebih, selisihnya 5,5 persen. Pada perempuan yang menjadikan jaringan supermarket studi sebagai tempat belanja utama, selisihnya 4,0 persen.

Pada perempuan yang pendidikannya berhenti di usia 16 tahun, selisih itu bergerak dari minus 6,2 persen di awal menjadi 1,5 persen pada bulan keenam. Pada perempuan berpendidikan lebih tinggi, angkanya 3,9 persen di awal dan 5,2 persen pada bulan keenam. Uji interaksi menurut tingkat pendidikan tidak bermakna secara statistik.

Skor kualitas diet perempuan di toko yang direnovasi naik 0,25 simpangan baku dibanding pembanding. Hasil ini bermakna secara statistik dan dihitung pada 252 perempuan. Skor anak hanya berubah 0,06 simpangan baku. Skor yang lebih tinggi berarti lebih banyak sayur, buah, air, dan roti gandum utuh, serta lebih sedikit roti putih, daging olahan, kentang goreng, keripik, dan gula.

Skor kualitas diet perempuan naik pada bulan keenamBulan pertama: Perempuan 0,07, Anak 2-6 tahun 0,34; Bulan ketiga: Perempuan -0,15, Anak 2-6 tahun 0,43; Bulan keenam: Perempuan 0,25, Anak 2-6 tahun 0,06.Skor kualitas diet perempuan naik pada bulankeenamPerubahan skor kualitas diet sejak awal (SD), toko intervensidibanding kontrol, disesuaikanPerempuanAnak 2-6 tahun-0,4-0,20,20,40,60Bulan pertama0,070,34Bulan ketiga-0,150,43Bulan keenam0,250,06Hanya angka perempuan bulan keenam yang bermakna; data anakbersampel kecil (49-75 anak)
Sumber: Christina Vogel dan rekan, Impact of supermarket fruit and vegetable placement on store sales, customer purchasing, diet and household waste: A prospective matched-controlled cluster trial, PLOS Medicine, 2026. Grafik: Cekricek.id

Sampah dapur juga bergeser. Pada bulan keenam, perubahan frekuensi membuang sayur yang dilaporkan rumah tangga di toko yang direnovasi 0,20 kali per minggu lebih tinggi daripada pembanding. Selisih itu bermakna secara statistik. Untuk buah, selisihnya 0,12 kali per minggu dan tidak bermakna.

Baca juga Promo Takeaway Memikat Keluarga Inggris Berpenghasilan Rendah

2018 sampai 2022: Masa Pandemi dan Krisis Biaya Hidup

Penelitian ini berjalan melewati pandemi COVID-19 dan krisis biaya hidup. Rekrutmen di dalam toko tidak bisa dilakukan selama pembatasan, dan lebih sedikit perempuan membalas surat undangan. Karena itu, batas usia peserta diperluas dari 18 sampai 45 tahun menjadi 18 sampai 60 tahun.

Belanja para peserta memang jarang memuat buah dan sayur. Sebanyak 67 persen belanja mingguan mereka tidak berisi buah atau sayur segar sama sekali. Menurut model tim, proporsi perempuan yang membeli buah dan sayur juga menurun dari waktu ke waktu, baik di toko yang direnovasi maupun di toko pembanding.

Menurut tim, keluarga di Britania Raya mengalami gangguan pasokan dan kenaikan harga sepanjang 2018 sampai 2022. Sesudahnya, pembelian buah oleh rumah tangga turun 7,2 persen dan sayur 5,3 persen. Hanya 33 persen orang dewasa yang memenuhi anjuran lima porsi sehari. “Studi kami menyoroti penurunan penjualan buah dan sayur segar yang mengkhawatirkan di gerai ritel Britania Raya,” tulis Vogel dan rekan (terjemahan).

Tahap uji coba studi yang sama pernah berjalan lebih jauh. Saat itu, buah dan sayur ditaruh lebih menonjol dan makanan tidak sehat disingkirkan dari kasir serta ujung lorong. Sesudah enam bulan, tercatat sekitar 9.820 porsi tambahan per toko per minggu.

Studi skala penuh hanya mengubah letak buah dan sayur. Hasilnya sekitar 1.450 porsi tambahan per toko per minggu sesudah enam bulan. Tim menyebut perbedaan ini menunjukkan manfaat tambahan dari menggabungkan pengaturan letak makanan sehat dan makanan tidak sehat.

Baca juga Kantin Sekolah Swasta Brasil Sering Jual Soda, Jarang Buah Segar

Batas yang Diakui Tim

Tim mencatat sejumlah keterbatasan. Toko tidak bisa dipilih secara acak, sehingga hasilnya mungkin bias oleh faktor yang tidak terukur. Pemilihan toko dan pelaksanaan perubahan juga berada di luar kendali peneliti, dan beberapa penyimpangan dari protokol ditemukan lewat evaluasi proses.

Hasil diet dan sampah rumah tangga perlu dibaca hati-hati karena sampelnya lebih kecil dari rencana. Hasil itu bisa saja dipengaruhi kebetulan. Data sampah di toko tidak dikumpulkan, dan data belanja peserta di supermarket lain juga tidak tersedia.

Pada 1 Oktober 2022, Inggris mulai memberlakukan aturan yang membatasi makanan tinggi lemak, gula, dan garam di pintu masuk, ujung lorong, dan kasir. Tim menyarankan aturan itu diperluas agar toko besar di atas 2.000 kaki persegi juga menaruh bagian buah dan sayur dekat pintu masuk.

“Meski dalam situasi itu, hasil studi ini menunjukkan bahwa menempatkan bagian buah dan sayur di dekat pintu masuk supermarket dapat memperbaiki profil gizi penjualan toko, belanja rumah tangga, dan kualitas diet perempuan,” tulis Vogel dan rekan dalam simpulan mereka (terjemahan).

Data penjualan berhenti enam bulan sesudah rak dipindah. Angka terakhirnya sekitar 1.450 porsi tambahan per toko per minggu.

Bagikan

Baca Juga

Wali Kota London Minta Jumlah Robotaxi Dibatasi Sebelum Meluas
Remaja Putri Perkotaan Lebih Banyak Makan Daging dan Telur
Menu Restoran Besar Inggris Paling Sering Gagal di Target Gula
Asupan Kalium Anak Muda Afrika Selatan Jauh di Bawah Anjuran WHO
Ivan Toney Terancam Absen di Euro 2028 karena Jadwal Sidang
Kaitan Lama Duduk Santai dengan Empat Penyakit Mata Tak Terbukti