Asupan Kalium Anak Muda Afrika Selatan Jauh di Bawah Anjuran WHO

A A

Tumpukan tomat, apel, jeruk, dan sayuran di lapak lorong pasar buah Durban, Afrika Selatan [Foto: Mister-E (Flickr)/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

  • Lebih dari sembilan dari sepuluh peserta tidak mencapai anjuran kalium WHO sebesar 3.510 miligram per hari.
  • Median asupan kalium dari catatan makan 1.911 miligram per hari, sedangkan dari air seni 1.683 miligram per hari.
  • Hanya 2,4 persen peserta kulit hitam yang memenuhi anjuran menurut catatan makan dan 6,1 persen menurut air seni.
  • Setelah faktor lain diperhitungkan, hanya kalium dari catatan makan yang berhubungan terbalik dengan tekanan darah diastolik.
Daftar Isi
  1. Dua cara menghitung, dan garis 3.510 miligram yang tak tergapai
  2. Peserta kulit hitam dan berstatus ekonomi rendah paling jauh dari anjuran
  3. Catatan makan dan air seni sepakat soal rata-rata, tetapi berselisih pada orang per orang
  4. Setelah faktor lain diperhitungkan, hanya satu hubungan yang bermakna
  5. Mereka yang tak ikut terhitung, dan wadah yang hanya diisi sekali

Selama sehari semalam, ratusan anak muda di sekitar Potchefstroom, Provinsi North West, Afrika Selatan, menampung air seni mereka ke dalam teko satu liter, lalu menuangkannya ke wadah lima liter yang disimpan di tempat sejuk dan gelap. Wadah itu kemudian dibawa ke laboratorium. Isinya menyimpan jawaban tentang seberapa banyak kalium, mineral yang terutama datang dari buah dan sayur, yang sebenarnya masuk ke tubuh mereka.

Jawabannya jauh dari cukup. Lebih dari sembilan dari sepuluh peserta tidak mencapai anjuran kalium Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 3.510 miligram per hari, baik diukur dari catatan makan maupun dari air seni. Median asupan kalium dari catatan makan 1.911 miligram per hari, sedangkan dari air seni 1.683 miligram per hari.

Temuan itu dilaporkan Arole Shivambu, Antony K. Chiromba, dan Tertia van Zyl dari Centre of Excellence for Nutrition, Fakultas Ilmu Kesehatan, North-West University, Potchefstroom, dalam artikel Potassium intake assessed by dietary recall and urinary excretion in young South African adults: findings from the African-PREDICT study. Artikel itu terbit di jurnal BMC Public Health pada 2026. Datanya berasal dari 945 orang berusia 20 sampai 30 tahun yang direkrut antara Oktober 2012 dan Desember 2017.

Mereka adalah peserta African-PREDICT, studi yang mengikuti orang dewasa muda yang tampak sehat untuk mencari tanda awal penyakit jantung dan pembuluh darah. Semua pesertanya bertekanan darah normal, tidak mengidap penyakit kronis, tidak minum obat rutin, dan tidak sedang hamil atau menyusui. Usia rata-rata mereka 24,5 tahun, terdiri atas 429 peserta kulit hitam dan 516 peserta kulit putih.

Dua cara menghitung, dan garis 3.510 miligram yang tak tergapai

Setiap peserta diukur dengan dua cara. Mereka tiga kali diwawancarai tentang semua makanan dan minuman dalam 24 jam sebelumnya, pada hari yang tidak berurutan dan salah satunya akhir pekan, lalu satu kali mengumpulkan air seni 24 jam. Para peneliti ingin tahu apakah wawancara makanan, yang lebih mudah dan lebih murah, bisa diandalkan untuk memantau kalium dalam skala besar.

Dari catatan makan, hanya 68 orang atau 7,0 persen yang memenuhi anjuran. Dari air seni, jumlahnya 90 orang atau 9,5 persen. Perbandingan nilai tengah kedua cara pada orang yang sama dinyatakan bermakna secara statistik, dengan median dari catatan makan sedikit lebih tinggi.

Kekurangan itu muncul di tengah konsumsi garam yang tinggi. Rata-rata asupan garam peserta, yang diperkirakan dari natrium dalam air seni, mencapai 9,3 gram per hari, dan rata-rata rasio natrium terhadap kalium dalam air seni 3,64. Menurut para penulis, kalium di atas 3.510 miligram per hari penting karena takaran itu menahan efek natrium yang menaikkan tekanan darah.

Makalah mencatat bahwa buah dan sayur adalah sumber utama kalium, disusul kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan produk susu seperti yogurt. Median konsumsi buah dan sayur peserta 166 gram per hari. Afrika Selatan, tulis para penulis, sudah punya upaya kuat menurunkan garam, sementara upaya khusus menaikkan asupan kalium masih terbatas.

Baca juga Garam Beryodium Etiopia Merata, Pengetahuan Warganya Tertinggal

Temuan ini ditempatkan di negeri tempat penyakit jantung dan pembuluh darah menyumbang lebih dari 17,6 persen kematian dan prevalensi tekanan darah tinggi melampaui 40 persen. Minat terhadap garam pengganti rendah natrium yang diperkaya kalium juga sedang tumbuh di sana. Menurut para penulis, dampak strategi semacam itu tidak bisa dinilai tanpa data asupan kalium yang terbaru.

Peserta kulit hitam dan berstatus ekonomi rendah paling jauh dari anjuran

Angka keseluruhan itu tidak merata. Median asupan kalium dari catatan makan peserta kulit hitam 1.455 miligram per hari, sedangkan peserta kulit putih 2.272 miligram per hari. Lewat air seni, angkanya 1.316 miligram per hari berbanding 1.980 miligram per hari.

Asupan kalium dari catatan makanSemua peserta 1.911; Kulit hitam 1.455; Kulit putih 2.272; Perempuan 1.750; Laki-laki 2.071; Sosial ekonomi rendah 1.495; Sosial ekonomi menengah 1.998; Sosial ekonomi tinggi 2.240.Asupan kalium dari catatan makanMedian, miligram per hari. Anjuran: 3.510 mg per hari01.5003.000Semua peserta1.911Kulit hitam1.455Kulit putih2.272Perempuan1.750Laki-laki2.071Sosial ekonomi rendah1.495Sosial ekonomi menengah1.998Sosial ekonomi tinggi2.240Dari tiga wawancara makanan 24 jam per peserta, n = 945
Sumber: Arole Shivambu dan rekan, Potassium intake assessed by dietary recall and urinary excretion in young South African adults: findings from the African-PREDICT study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Hanya 2,4 persen peserta kulit hitam yang memenuhi anjuran menurut catatan makan dan 6,1 persen menurut air seni. Pada peserta kulit putih, angkanya 10,9 persen dan 12,4 persen. Konsumsi buah dan sayur juga lebih rendah pada peserta kulit hitam, dengan median 148 gram per hari, dibanding 187 gram per hari pada peserta kulit putih.

Garam hampir tidak membedakan mereka. Asupan garam kedua kelompok nyaris sama, 9,5 gram dan 9,2 gram per hari. Yang berbeda adalah rasio natrium terhadap kalium dalam air seni, yakni 4,38 pada peserta kulit hitam dan 3,01 pada peserta kulit putih.

Laki-laki mencatat asupan lebih tinggi daripada perempuan. Median kalium dari catatan makan laki-laki 2.071 miligram per hari dan dari air seni 1.818 miligram per hari, sementara perempuan 1.750 dan 1.563 miligram per hari. Yang memenuhi anjuran 8,7 persen dan 12,1 persen pada laki-laki, serta 5,2 persen dan 7,0 persen pada perempuan.

Status sosial ekonomi membentuk tangga yang serupa. Kelompok sosial ekonomi rendah memiliki asupan terendah, 1.495 miligram per hari dari catatan makan dan 1.370 miligram per hari dari air seni. Kelompok menengah mencatat 1.998 dan 1.818 miligram per hari, sedangkan kelompok tinggi 2.240 dan 1.899 miligram per hari.

Di kelompok rendah, hanya 4,1 persen yang memenuhi anjuran menurut catatan makan dan 8,8 persen menurut air seni. Status itu diukur dengan skala yang memadukan pekerjaan, pendapatan bulanan rumah tangga, dan pendidikan kepala keluarga. Dari seluruh peserta, 352 orang atau 37,2 persen masuk kelompok rendah, yaitu 57,6 persen peserta kulit hitam dan 20,3 persen peserta kulit putih.

Baca juga Pemakai Ponsel Lama di Iran Lebih Rentan Kena Darah Tinggi

Catatan makan dan air seni sepakat soal rata-rata, tetapi berselisih pada orang per orang

Kedua cara kemudian disandingkan pada tiap peserta. Rata-rata selisihnya hanya 61,3 miligram per hari, dengan catatan makan sedikit lebih tinggi daripada air seni, dan selisih itu tidak bermakna secara statistik. Para penulis menyebut arah selisih tersebut masuk akal secara biologis karena kalium tidak seluruhnya dikeluarkan lewat ginjal.

Pada tingkat orang per orang, gambarnya berubah. Batas kesepakatan kedua cara membentang dari minus 2.745,90 sampai 2.868,48 miligram per hari, rentang sekitar 5.600 miligram per hari. Kedua cara cukup sejalan pada asupan rendah, tempat sebagian besar peserta berkumpul, tetapi makin renggang pada asupan yang lebih tinggi.

Pada asupan tinggi, catatan makan makin jauh memperkirakan di bawah angka air seni. “Temuan ini menunjukkan bahwa ingatan makan mungkin cocok untuk pemantauan populasi secara luas, tetapi kurang dapat diandalkan untuk memperkirakan nilai mutlak pada asupan kalium yang lebih tinggi,” tulis Shivambu dan rekan, sebagaimana diterjemahkan dari bahasa Inggris.

Sebagian selisih itu, menurut makalah, bisa berasal dari naik-turunnya pengeluaran kalium lewat air seni dari hari ke hari, sehingga satu kali pengumpulan 24 jam belum mencerminkan kebiasaan makan. Catatan makan sendiri bisa terganggu kesalahan pelaporan. Meski begitu, kedua cara tiba pada simpulan yang sama, yaitu kekurangan kalium meluas di kalangan anak muda Afrika Selatan.

Setelah faktor lain diperhitungkan, hanya satu hubungan yang bermakna

Pertanyaan berikutnya menyangkut tekanan darah. Rata-rata tekanan sistolik, angka atas pada alat ukur, 118,8 mmHg dan diastolik, angka bawah, 78,5 mmHg, dengan indeks massa tubuh rata-rata 25,2. Tanpa penyesuaian, rasio natrium terhadap kalium berhubungan positif dengan tekanan sistolik dan diastolik, sementara kalium dalam air seni berhubungan positif dengan tekanan sistolik.

Gambaran itu bergeser setelah usia, jenis kelamin, ras, indeks massa tubuh, status sosial ekonomi, natrium dalam air seni, total energi, alkohol, serta konsumsi buah dan sayur ikut diperhitungkan. Hubungan rasio natrium-kalium dengan tekanan darah hilang. Kalium dalam air seni juga tidak berhubungan bermakna dengan tekanan darah atas maupun bawah.

Dalam model yang disesuaikan itu, hanya kalium dari catatan makan yang berhubungan terbalik dengan tekanan darah diastolik, dengan koefisien minus 1,339 dan nilai p 0,028. Para penulis menyebut besar efeknya sederhana, sekitar 1 sampai 2 mmHg, tetapi bermakna di tingkat populasi dan bagi risiko jantung jangka panjang.

Kalium dan tekanan darah setelah faktor lain diperhitungkanKalium catatan makan: Sistolik −0,494, Diastolik −1,339; Kalium air seni: Sistolik +0,476, Diastolik −0,164; Rasio natrium-kalium: Sistolik +1,187, Diastolik +0,789.Kalium dan tekanan darah setelah faktor laindiperhitungkanKoefisien regresi B, model yang disesuaikanSistolikDiastolik−2−1120Kalium catatan makan−0,494−1,339Kalium air seni+0,476−0,164Rasio natrium-kalium+1,187+0,789Hanya kalium catatan makan dan diastolik yang bermakna (p = 0,028)
Sumber: Arole Shivambu dan rekan, Potassium intake assessed by dietary recall and urinary excretion in young South African adults: findings from the African-PREDICT study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Hubungan yang terbatas itu, tulis mereka, mungkin mencerminkan peserta yang muda dan sebagian besar bertekanan darah normal, sehingga variasi tekanan darahnya sempit. Mereka menambahkan bahwa pengaruh kalium terhadap tekanan darah mungkin berbeda menurut ciri populasinya, sementara anjuran asupan kalium yang cukup tetap penting karena kaitannya dengan natrium.

Baca juga Orang yang Setia pada Hobinya Lebih Jarang Kena Darah Tinggi

Mereka yang tak ikut terhitung, dan wadah yang hanya diisi sekali

Makalah ini mencatat sendiri batas-batasnya. Setelah peserta dengan data makan dan air seni tak lengkap dikeluarkan, sampel akhir berisi proporsi peserta kulit putih yang lebih besar daripada kohort aslinya. Peserta yang dikeluarkan lebih mungkin perempuan, berkulit hitam, dan berstatus sosial ekonomi rendah, sehingga kemungkinan bias seleksi tidak hilang meski ketiga faktor itu sudah dimasukkan ke model.

Catatan makan bergantung pada ingatan peserta, walau laporan energi yang tak masuk akal, di atas 30.000 atau di bawah 3.000 kilojoule per hari, sudah dibuang. Air seni 24 jam hanya dikumpulkan sekali, padahal pengeluaran kalium berubah dari hari ke hari. Skala status sosial ekonomi yang dipakai dikembangkan di India dan belum divalidasi resmi untuk Afrika Selatan.

Sejauh pengetahuan mereka, para penulis menyebut studi ini yang pertama di Afrika Selatan yang mengukur asupan kalium dengan catatan makan sekaligus air seni 24 jam pada orang dewasa muda kulit hitam dan kulit putih dari berbagai latar sosial ekonomi. Dalam simpulannya, mereka menilai catatan makan berguna untuk memantau kalium di tingkat populasi, dengan kehati-hatian saat dibaca per orang, terutama pada asupan tinggi.

Makalah ditutup dengan seruan pada strategi yang berpihak pada pemerataan untuk menaikkan asupan kalium di Afrika Selatan, terutama bagi kelompok yang rentan. Di laboratorium, isi wadah-wadah lima liter itu sudah memberikan angkanya: median 1.683 miligram per hari, jauh di bawah garis 3.510 miligram.

Bagikan

Baca Juga

Anak SD Pendek di Kulon Progo Lebih Sering Punya Orang Tua Pendek
Ampela Ayam Bergizi, tetapi Kolesterolnya 370 mg per 100 Gram
Ayam Kampung dan Broiler Setara Proteinnya, Bedanya di Lemak
Kebun Sayur Vertikal dan Permainan Sehat di Gampong Cot Suruy
Konsumsi Susu Indonesia 5 Liter, Belanda 100 Liter per Tahun
Pembiayaan Angin Lepas Pantai Afrika Selatan Butuh Dana Publik