Kematian Terkait Panas di Oslo Diprediksi Naik hingga Akhir Abad

A A

Pemandangan pusat kota Oslo, Norwegia, dari atap gedung pada sore cerah musim panas [Foto: Wolfmann/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Porsi kematian terkait panas di Oslo naik dari 1,83 persen menjadi 5,99 persen pada RCP8.5/Strong Ageing.
  • Suhu minimum kematian Oslo adalah 16 derajat Celsius, sekitar persentil ke-92 sebaran suhu kota itu.
  • Warga berusia 75 tahun ke atas mencatat risiko relatif 1,14 pada suhu 20,4 derajat Celsius.
  • Paper mendapati kenaikan bersih fraksi atribusi 2,89 persen pada RCP4.5 dan 4,11 persen pada RCP8.5.
Daftar Isi
  1. RCP4.5 dan RCP8.5, Dua Jalur Pemanasan
  2. Fraksi Atribusi, Porsi Kematian yang Terkait Suhu
  3. Suhu Minimum Kematian, Titik Paling Aman bagi Oslo
  4. Strong Ageing, Kota yang Menua Lebih Cepat
  5. Climate Only, Hitungan dengan Penduduk Dibekukan
  6. Adaptasi, Penyesuaian yang Belum Masuk Hitungan

Kematian yang terkait suhu kira-kira berarti begini: dari semua orang yang meninggal pada hari yang terlalu dingin atau terlalu panas bagi tubuh, ada bagian yang bisa dikaitkan dengan suhu hari itu. Di Oslo, ibu kota Norwegia yang lebih dikenal dengan musim dinginnya, bagian itu kini dihitung sampai akhir abad. Hasilnya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang tentang kota di utara Eropa.

Perhitungan itu dikerjakan Liliana Vázquez Fernández dari Departemen Biostatistik Universitas Oslo dan Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia, bersama tiga rekannya dari kedua lembaga tersebut dan dari Universitas Bern, Swiss. Laporan mereka berjudul Temperature-attributable mortality projections under scenarios of climate change for Oslo, Norway dan terbit di jurnal BMC Public Health volume 26 tahun 2026.

Bahannya adalah catatan kematian harian bukan karena kecelakaan di Norwegia dari 1 Januari 1996 sampai 31 Desember 2018, diambil dari register penyebab kematian negara itu. Penduduk dibagi dua kelompok, di bawah 75 tahun dan 75 tahun ke atas. Dekade 2010 sampai 2019 dijadikan titik pembanding, lalu hitungannya dibawa maju per dekade sampai 2099.

RCP4.5 dan RCP8.5, Dua Jalur Pemanasan

Masa depan Oslo dalam paper ini tidak digambar satu kali, melainkan dua kali. RCP4.5 adalah jalur pemanasan sedang, sedangkan RCP8.5 jalur pemanasan tinggi. Para penulis memasangkan tiap jalur iklim itu dengan satu proyeksi penduduk dari Statistik Norwegia (SSB), sehingga suhu dan susunan warga berubah bersama-sama.

Pasangan pertama dinamai Medium Road. Maksudnya, pemanasan sedang RCP4.5 berjalan bersama proyeksi penduduk dengan migrasi, kelahiran, dan kematian di tingkat sedang. Pasangan kedua dinamai Strong Ageing, yakni pemanasan tinggi RCP8.5 bersama penduduk yang menua kuat, angka kelahiran tinggi, dan angka kematian rendah. Paper menyebut pasangan kedua ini sejalan dengan pembangunan ekonomi yang digerakkan bahan bakar fosil.

Bedanya terasa pada termometer. Dalam proyeksi model, suhu tahunan Oslo pada jalur RCP4.5 naik dari 5,6 derajat Celsius pada 2019 menjadi 7,5 derajat pada 2099. Pada jalur RCP8.5, suhu itu bergerak dari 5,7 derajat menjadi 10,2 derajat.

Jarak kedua jalur melebar seiring waktu. Pada tahun-tahun awal selisihnya hanya 0,1 sampai 0,2 derajat, pada pertengahan abad menjadi 0,3 sampai 0,5 derajat. Menjelang akhir abad selisih itu melewati 1 derajat dan pada beberapa tahun mendekati 2 derajat.

Baca juga Suhu Ekstrem dan PM2.5 Naikkan Kematian di Tiongkok

Fraksi Atribusi, Porsi Kematian yang Terkait Suhu

Porsi kematian terkait dingin dan panas, Oslo2010-19 RCP4.5 / Medium Road: Dingin (Cold) 7,26, Panas (Heat) 1,80; 2090-99 RCP4.5 / Medium Road: Dingin (Cold) 6,66, Panas (Heat) 3,12; 2010-19 RCP8.5 / Strong Ageing: Dingin (Cold) 7,24, Panas (Heat) 1,83; 2090-99 RCP8.5 / Strong Ageing: Dingin (Cold) 5,88, Panas (Heat) 5,99.Porsi kematian terkait dingin dan panas, OsloFraksi kematian teratribusi suhu, persen dari seluruhkematian per dekade (Tabel 1 dan 2)Dingin (Cold)Panas (Heat)024687,261,802010-19RCP4.5 /Medium Road6,663,122090-99RCP4.5 /Medium Road7,241,832010-19RCP8.5 /Strong Ageing5,885,992090-99RCP8.5 /Strong AgeingAngka titik perkiraan; rentang kepercayaan 95 persen tercantum ditabel paper
Sumber: Liliana Vázquez Fernández dan rekan, Temperature-attributable mortality projections under scenarios of climate change for Oslo, Norway, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Istilah kedua yang perlu diterjemahkan adalah fraksi atribusi. Dalam paper, angka ini adalah jumlah kematian yang dikaitkan dengan suhu dibagi seluruh kematian pada periode yang sama, ditulis dalam persen. Pada pasangan RCP4.5/Medium Road, angkanya untuk dekade 2010 sampai 2019 adalah 9,05 persen.

Pada pasangan yang sama, porsi total itu naik pelan menjadi 9,78 persen pada 2090 sampai 2099. Porsi yang terkait dingin turun dari 7,26 persen menjadi 6,66 persen. Porsi yang terkait panas naik dari 1,80 persen menjadi 3,12 persen.

Pasangan RCP8.5/Strong Ageing bergerak lebih tajam. Porsi totalnya naik dari 9,07 persen menjadi 11,86 persen pada dekade terakhir abad ini. Porsi terkait panas melonjak dari 1,83 persen menjadi 5,99 persen, sementara porsi terkait dingin turun dari 7,24 persen menjadi 5,88 persen.

Para penulis juga menghitung versi yang hanya menggerakkan iklim, disebut Climate Only. Pada versi itu, porsi total 2090 sampai 2099 menjadi 9,56 persen untuk RCP4.5 dan 11,32 persen untuk RCP8.5. Porsi terkait panasnya masing-masing 2,80 persen dan 5,37 persen.

Suhu Minimum Kematian, Titik Paling Aman bagi Oslo

Untuk memisahkan dingin dan panas, paper memakai suhu minimum kematian, yaitu suhu ketika risiko kematian paling rendah. Bagi Oslo, titik itu 16 derajat Celsius, sekitar persentil ke-92 sebaran suhu kota itu. Paper menyebut letak tersebut sebagai persentil minimum kematian yang tinggi.

Kematian pada hari di bawah titik itu dihitung sebagai kematian terkait dingin. Kematian pada hari di atasnya dihitung sebagai kematian terkait panas. Batas ini dipakai sebagai patokan risiko relatif, yakni seberapa besar risiko pada suhu tertentu dibandingkan risiko pada titik paling aman.

Warga berusia 75 tahun ke atas tampak lebih rentan terhadap panas. Pada suhu 20,4 derajat Celsius, persentil ke-99 sebaran suhu Oslo, risiko relatif kelompok ini 1,14 dengan rentang kepercayaan 95 persen 1,05 sampai 1,24. Kelompok di bawah 75 tahun mencatat 1,08 dengan rentang 0,95 sampai 1,23.

Pada sisi dingin, polanya serupa. Pada minus 13,5 derajat Celsius, persentil pertama sebaran suhu, risiko relatif kelompok tua 1,15, sedangkan kelompok muda 1,12. Jadi kelompok tua lebih tinggi pada kedua ujung suhu.

Bentuk hubungan inilah yang menurut para penulis menjelaskan hasil akhirnya. Risiko kematian naik lebih curam pada suhu tinggi daripada turunnya pada suhu rendah, sehingga pemanasan yang sedang pun berujung pada kenaikan kematian bersih. Paper menulis penduduk Oslo mungkin punya ketahanan terhadap hangat yang sedang, tetapi rentan terhadap panas yang terus naik.

Baca juga Panas dan Dingin Ekstrem Sama-Sama Ancam Pasien Demensia

Strong Ageing, Kota yang Menua Lebih Cepat

Istilah Strong Ageing perlu dibayangkan sebagai potret keluarga. Dalam skenario penuaan kuat yang dikutip paper dari SSB, pada akhir abad ini satu dari tiga warga Norwegia berusia di atas 75 tahun. Anak dan remaja hanya satu dari sepuluh.

Perubahan susunan itu tampak pada proyeksi kematian. Pada kedua skenario, jumlah kematian keseluruhan naik bertahap. Kematian kelompok di bawah 75 tahun diproyeksikan turun, lebih curam pada Strong Ageing, sedangkan kematian kelompok 75 tahun ke atas naik lebih besar pada skenario yang sama, sehingga jarak kedua kelompok melebar lebih cepat.

Bedanya begini. Jumlah total kematian terkait suhu lebih tinggi pada RCP4.5/Medium Road sampai dekade 2060 sampai 2069, lalu disalip RCP8.5/Strong Ageing. Untuk kematian terkait dingin, RCP4.5/Medium Road tetap lebih tinggi sepanjang abad.

Para penulis juga mencoba memasangkan pemanasan sedang RCP4.5 dengan penduduk Strong Ageing. Pada akhir abad, kematian terkait panas pasangan itu 18,9 persen lebih rendah daripada RCP4.5/Medium Road, dan kematian terkait dingin 65,5 persen lebih rendah. Untuk RCP8.5, penurunan kematian terkait panas lebih kecil, yakni 14 persen.

Climate Only, Hitungan dengan Penduduk Dibekukan

Climate Only dapat dibayangkan sebagai Oslo yang suhunya berubah tetapi penduduknya dibekukan di tingkat dasar. Selisih antara hitungan ini dan hitungan lengkap dianggap sumbangan perubahan penduduk. Hasilnya ditulis sebagai selisih rata-rata kematian per tahun dibandingkan dekade 2010 sampai 2019.

Asal tambahan kematian terkait suhu di OsloIklim (climate): Dingin (Cold) -25, Panas (Heat) 35; Populasi (population): Dingin (Cold) 81, Panas (Heat) 51; Gabungan iklim dan populasi: Dingin (Cold) 56, Panas (Heat) 86.Asal tambahan kematian terkait suhu di OsloRCP4.5/Medium Road, 2090-2099: selisih rata-ratakematian per tahun dibanding 2010-2019 (Gambar 3)Dingin (Cold)Panas (Heat)-40-20204060801000Iklim (climate)-2535Populasi (population)8151Gabungan iklim dan populasi5686Angka titik perkiraan; rentang kepercayaan 95 persen lebar, misalnyapanas gabungan 11 sampai 191
Sumber: Liliana Vázquez Fernández dan rekan, Temperature-attributable mortality projections under scenarios of climate change for Oslo, Norway, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Pada RCP4.5, sumbangan iklim terhadap kematian terkait dingin terus turun dan mencapai minus 25 pada 2090 sampai 2099. Sumbangan iklim terhadap kematian terkait panas menjadi 35. Perubahan penduduk justru menambah, yakni 81 untuk dingin dan 51 untuk panas pada dekade yang sama.

Saat iklim dan penduduk digabung, kematian terkait dingin pada RCP4.5 naik dari 29 pada 2030 sampai 2039, memuncak di 61 pada 2060 sampai 2069, lalu turun sedikit menjadi 56. Kematian terkait panas naik ajek dari 9 menjadi 86 pada 2090 sampai 2099.

Pada RCP8.5, angkanya lebih besar. Sumbangan iklim terhadap kematian terkait panas naik dari 8 pada 2030 sampai 2039 menjadi 65 pada 2060 sampai 2069 dan 127 pada 2090 sampai 2099, sementara sumbangan iklim untuk dingin mencapai titik terendah minus 54. Gabungannya, kematian terkait panas naik dari 16 menjadi 192, sedangkan kematian terkait dingin bergeser dari 2 menjadi minus 13.

Hasil ini berbeda dari kajian terdahulu untuk Eropa Utara yang dirujuk paper, yang menurut para penulis tidak mencakup Norwegia. Kajian itu memproyeksikan penurunan bersih, misalnya minus 0,7 persen untuk Stockholm pada 2090 sampai 2099 di bawah RCP4.5. Studi 854 kota yang mencakup Oslo dan tiga kota Norwegia lain juga memperkirakan penurunan bersih pada 2095, yakni minus 3,9 kematian per 100.000 orang-tahun pada RCP3.7. Paper ini justru mendapati kenaikan bersih fraksi atribusi 2,89 persen pada RCP4.5 dan 4,11 persen pada RCP8.5.

“Temuan kami menunjukkan bahwa kematian yang terkait dengan suhu yang tidak optimal akan meningkat pada semua skenario perubahan iklim yang diteliti,” tulis Liliana Vázquez Fernández dan rekan dalam simpulan, sebagaimana diterjemahkan dari bahasa Inggris. Menurut mereka, gabungan dinamika penduduk dan suhu yang naik akan menambah beban terkait panas di Oslo, dan tambahan itu tidak tertutup oleh turunnya kematian terkait dingin.

Baca juga Gelombang Panas Pemakan Salju Meluas di Barat Amerika

Adaptasi, Penyesuaian yang Belum Masuk Hitungan

Adaptasi adalah kemampuan warga dan kota menyesuaikan diri dengan suhu baru. Paper ini sengaja tidak memasukkannya. Hubungan suhu dan kematian dianggap tetap sepanjang abad, sehingga hitungan mengandaikan tidak ada penyesuaian, dan para penulis menyebut hal ini bisa membuat proyeksi lebih tinggi dari kenyataan.

Keterbatasan lain diakui terbuka. Penduduk hanya dibagi dua kelompok umur karena data tidak cukup kuat untuk dipecah lebih rinci. Variasi antarlingkungan permukiman juga belum dianalisis, padahal menurut para penulis analisis sehalus itu berguna untuk menemukan titik rawan.

Meski begitu, angka setingkat kota dinilai langsung berguna. Para penulis menyebut hasilnya bisa dipakai menyusun rencana aksi panas lokal, memilih lingkungan dan kelompok umur yang didahulukan, serta mengatur kapasitas musiman layanan gawat darurat dan layanan primer. Di Norwegia, kotamadya memegang layanan kesehatan primer, perawatan lansia, dan tanggap darurat.

Paper juga mencatat tantangan Norwegia, mulai dari tanggung jawab yang terpecah, koordinasi lintas sektor yang kurang, sampai sistem pemantauan yang belum memadai. Rumah dengan insulasi, peneduh, dan ventilasi yang baik disebut bisa menekan kematian terkait dingin maupun panas. Insulasi perlu dipasangkan dengan ventilasi dan peneduh agar rumah tidak kepanasan di musim panas.

Para penulis juga mencatat hal yang dapat mengubah beban di masa depan, antara lain pergeseran suhu minimum kematian, perubahan risiko relatif, dan membaiknya kemampuan adaptasi sosial ekonomi. Mereka menyarankan riset berikutnya memasukkan faktor sosial ekonomi dan strategi adaptasi agar proyeksi lebih tajam.

Bagikan

Baca Juga

Murid SD Portugal Sering Cuci Tangan, Tak Selalu Saat Masuk Kelas
Kurang dari Separuh Karyawan Polandia Dapat Program Sehat Kantor
Suhu Tinggi Dikaitkan dengan 11.684 Kematian Berlebih di Spanyol
Warga Desa Nepal Kaitkan Diare dengan Panas, Jarang dengan Hujan
Suhu Lebih Kuat Terkait Alergi Anak di Chongqing daripada Polusi
Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat