Danantara Beli Saham Usai Peringatan MSCI, IHSG Menguat

A A

Gedung pencakar langit menjulang di atas permukiman beratap merah dan pepohonan rindang. [Foto: Pexels]

  • Danantara mengaku telah membeli saham yang dinilai menarik, termasuk saham badan usaha milik negara.
  • CIO Danantara Pandu Sjahrir menyebut rasio risiko dan imbal hasil saat ini tampak menguntungkan.
  • Saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi dikeluarkan dari perhitungan IHSG mulai 2 November.

Cekricek.id — Danantara Indonesia mengaku telah membeli saham perusahaan yang dinilai menarik, termasuk badan usaha milik negara, setelah peringatan MSCI memicu aksi jual besar di Bursa Efek Indonesia, Kamis (22/10/2026).

Menurut laporan kantor berita Reuters, Kamis (22/10/2026), hal itu disampaikan Direktur Investasi (Chief Investment Officer) Danantara Pandu Sjahrir dalam konferensi pers.

Pandu mengatakan sejumlah perusahaan masih memiliki fundamental yang baik. Danantara, kata dia, akan terus membeli selama harga sahamnya menarik dan memiliki potensi kuat.

“Kami selalu berorientasi pada keuntungan. Kami menilai, dari sisi risiko dan imbal hasil, situasinya tampak menguntungkan saat ini,” ujar Pandu.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga: Prabowo Tuding MSCI Menakut-nakuti, Tegaskan RI Tidak Takut

Aksi jual dipicu peringatan MSCI pada Jumat pekan lalu bahwa penyusun indeks itu dapat menurunkan status saham Indonesia menjadi pasar mandiri atau standalone market.

IHSG anjlok pada Jumat dan Senin setelah peringatan tersebut, lalu berangsur pulih. Pada Kamis pukul 03.00 GMT atau 10.00 WIB, indeks naik lebih dari 1 persen.

Masih menurut laporan Reuters yang dimuat The Star, Bursa Efek Indonesia mengumumkan pada hari yang sama bahwa saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG mulai 2 November.

Sebelumnya bursa menyebut ada 80 saham dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi, dengan bobot sekitar 18 persen dari total indeks.

Baca juga: MSCI Buka Konsultasi Reklasifikasi Status Pasar Modal Indonesia

Bursa juga akan menghitung ulang IHSG setiap Januari, April, Juli, dan Oktober, menggantikan jadwal evaluasi sebelumnya pada Maret, Juni, September, dan Desember.

Saham yang masuk atau keluar dari daftar konsentrasi kepemilikan tinggi di luar periode evaluasi akan langsung tercermin dalam perhitungan IHSG.

Baca juga: Reklasifikasi MSCI Bisa Picu Lingkaran Setan, Kata Guru Besar UGM

Bagikan

Baca Juga

Kekerasan Negara Tak Terbukti Hambat Industri Afrika Sub-Sahara
Bahan Baku Susu 80 Persen Impor, Menperin Usul Impor Sapi Saja
Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi bagi 50 Ribu Pekerja Korban PHK
Reklasifikasi MSCI Bisa Picu Lingkaran Setan, Kata Guru Besar UGM
Bonus Demografi Indonesia Belum Otomatis Jadi Pertumbuhan Ekonomi
Energi Terbarukan Menekan Emisi di Uni Eropa, Belum di Luarnya