1.589 Mahasiswa Baru FIP UNP Ikuti Tes Bahasa Inggris

A A

Gedung rektorat Universitas Negeri Padang. [Foto: Uni Riska/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

Cekricek.id — Seribu lima ratus delapan puluh sembilan mahasiswa baru duduk di depan komputer di Laboratorium Microteaching Universitas Negeri Padang, Minggu dan Senin (30–31/08/2026), untuk satu tes yang hasilnya akan menentukan ke mana sebagian dari mereka melangkah.

Fakultas Ilmu Pendidikan UNP menggelar English Proficiency Test bagi seluruh mahasiswa baru angkatan 2026. Tes berbasis komputer itu dijalankan dalam beberapa sesi dengan dukungan 34 tenaga kependidikan FIP yang bertugas sebagai pengawas dan teknisi.

Data Awal, Bukan Sekadar Nilai

Dekan FIP UNP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., menjelaskan bahwa hasil tes tidak berhenti sebagai angka di berkas mahasiswa.

Baca juga USU Wajibkan Mahasiswa Doktor Hukum Ikut Konferensi Global

“Tes ini menjadi data awal bagi prodi di FIP UNP untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa,” katanya.

Baca juga Bappenas: Hasil Riset Kampus Harus Dipakai Industri

Pemetaan itu dipakai untuk dua hal sekaligus: mengetahui titik berangkat kemampuan bahasa Inggris angkatan baru, dan menjaring calon peserta kelas internasional.

Tiga Prodi yang Sudah Jalan

Kelas internasional di FIP UNP saat ini berjalan di tiga program studi: Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, serta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas itu berencana menambah empat program studi lain.

Baca juga Pakar UMS: Pembatasan Pertalite Jangan Hanya Lihat Desil

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah internasionalisasi program studi di lingkungan FIP dan dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan bidang pendidikan bermutu.

Bagi mahasiswa yang baru saja masuk, tes ini menjadi pertemuan pertama mereka dengan ukuran yang akan dipakai fakultas untuk menilai kesiapan mereka menghadapi perkuliahan berbahasa Inggris.

Bagikan

Baca Juga

Koas Dokter Gigi UGM Tak Lagi Tanggung Sendiri Biaya Pasien
Skor Integritas Pendidikan Naik ke 73,30, Satu Wilayah Masih Rentan
Rektor UGM: Peneliti Jangan Berjuang Sendiri Bawa Riset ke Pasar
Kursi Kuliah Negeri Tak Terisi Penuh, DPR Minta Data Daftar Ulang
Kecanduan Ponsel Mahasiswa Bangladesh, 54 Persen Berisiko Tinggi
Indonesia Teratas dari 22 Negara dalam Ukuran Hidup Sejahtera