Kisah Soetjipto Joedodihardjo, pemimpin kepolisian Indonesia di era Presiden Sukarno, dan peranannya dalam Asian Games 1962 serta transformasi kepolisian.
Siapa Soetjipto Joedodihardjo?
Dalam sejarah kepemimpinan Indonesia, nama Soetjipto Joedodihardjo mencuat sebagai sosok penting di balik layar kepolisian. Lahir di Jember, 27 April 1917, Soetjipto bukan hanya seorang pejabat biasa. Di bawah kepemimpinan Presiden Sukarno, ia menduduki posisi strategis sebagai Menteri Panglima Angkatan Kepolisian.
Ketika Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Asian Games 1962, Soetjipto, yang saat itu memegang pangkat Komisaris Besar Polisi, diberi amanah sebagai Pimpinan Harian Organizing Committee. Kepercayaan ini menunjukkan betapa pentingnya peranannya dalam pemerintahan saat itu.
Tahun 1965 menjadi tonggak penting dalam karirnya. Presiden Sukarno menunjuknya sebagai Menteri Panglima Angkatan Kepolisian. Di bawah kepemimpinannya, terjadi perubahan signifikan dalam struktur kepolisian.
Salah satunya adalah pendirian Akademi Angkatan Kepolisian yang kemudian digabungkan ke dalam AKABRI pada Desember 1965. Perubahan ini merupakan respons atas kondisi pemerintahan yang dinamis dan penuh tantangan.
Namun, seperti semua pejabat, masa tugas Soetjipto pun memiliki batas. Ia menutup lembaran kepemimpinannya pada tahun 1968. Sayangnya, sosok yang telah memberikan banyak kontribusi bagi Indonesia ini meninggal dunia pada tahun 1984.
Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.





















