Jenderal TNI (Purn) Poniman

Jenderal TNI (Purn) Poniman, lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 18 Juli 1926, adalah seorang veteran militer yang memulai pendidikan militernya dengan bergabung dengan PETA pada 1944 dan menyelesaikan pendidikannya di SSKAD V Bandung pada 1956 dan Seskoad Bandung pada 1964.

Jenderal TNI (Purn) Poniman. [Instagram]

Siapa Jenderal TNI (Purn) Poniman?

Jenderal TNI (Purn) Poniman, lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 18 Juli 1926, adalah seorang veteran militer yang memulai pendidikan militernya dengan bergabung dengan PETA pada 1944 dan menyelesaikan pendidikannya di SSKAD V Bandung pada 1956 dan Seskoad Bandung pada 1964.

Ia menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Yon Divisi Siliwang, Danki Divisi Siliwangi, hingga Pangdam III 17 Agustus pada 1966.

Puncak karier militer Poniman saat menjabat sebagai Pangkostrad selama 1973-1974 dan kemudian menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat 1980-1983.

Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada periode 1983-1988.

Ia menerima 14 bintang kehormatan dan 9 tanda jasa, termasuk Bintang Mahaputra Adi Pradana dan Bintang Dharma. Ia meninggal pada usia 83 tahun pada 30 April 2010.

Selain karier militernya yang cemerlang, Jenderal TNI (Purn) Poniman juga diakui sebagai seorang pemikir dan penulis yang produktif. Ia menulis beberapa buku yang membahas topik-topik seperti perjuangan militer, strategi pertahanan, dan keamanan nasional.

Ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, termasuk menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa PETA (HMP) pada tahun 1944-1946. Ia juga menjabat sebagai ketua umum Dewan Pertahanan Nasional (DPN) pada periode 1983-1988.

Jenderal TNI (Purn) Poniman juga diakui atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan militer di Indonesia. Ia memperkenalkan sistem pendidikan yang lebih modern dan meningkatkan kualitas pelatihan personel militer. Ia juga berperan aktif dalam pembentukan lembaga pendidikan militer seperti Akademi Militer dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.

Poniman diakui sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia. Ia dihormati atas kontribusi dan jasa yang diberikan dalam memajukan pertahanan dan keamanan nasional serta pengabdiannya selama bertugas sebagai tentara. Ia diakui dengan berbagai penghargaan dan kehormatan yang diterima selama kariernya yang panjang dan berpengaruh.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda