Maeda Tadashi

Maeda Tadashi adalah Perwira Angkatan Laut Jepang yang pernah bertugas sebagai atase Angkatan Laut di Belanda dan mengumpulkan bahan intelijen selama kunjungannya misi Konbajashi di Batavia pada Oktober 1940.

Maeda Tadashi. [Foto: Istimewa]

Siapa Maeda Tadashi?

Maeda Tadashi adalah Perwira Angkatan Laut Jepang yang pernah bertugas sebagai atase Angkatan Laut di Belanda dan mengumpulkan bahan intelijen selama kunjungannya misi Konbajashi di Batavia pada Oktober 1940.

Pada Agustus 1945, ia diangkat menjadi kepala Kaigun Bukanfu (Kantor penghubung Angkatan Laut Tentara ke-16 Jepang di Jawa.

Berdasarkan Janji Koiso untuk memerdekakan Indonesia, Maeda mendirikan Asrama Indonesia Merdeka untuk mempersiapkan kader muda bagi Indonesia merdeka.

Bahkan ia beberapa kali melakukan intervensi untuk mencegah Keimpetai bersikap keras terhadap aktivitas yang dianggap subversif di kalangan kaum nasionalis yang berada di bawah payung organisasi Bukanfu.

Ia juga memberikan dukungan dana dari kas Angkatan Laut bagi beberapa perjalanan muhibh yang dilakukan oleh Sukarno dan Hatta ke berbagai wilayah Indonesia.

Maeda adalah orang Jepang pertama yang menginformasikan penyerahan tanpa syarat Jepang kepada Sukarno dan Hatta.

Ia juga berperan dalam menyediakan rumah untuk dijadikan tempat pembuatan teks proklamasi sekaligus perlindungan dari sikap tidak bersahabat pemerintah angkatan Darat yang memilih menjaga status quo hingga kedatangan Sekutu di Indonesia.

Sikap pro-Indonesia ini membuat Maeda ditangkap oleh Sekutu pada 1946 dan ditahan selama setahun sebelum ia dikembalikan ke Jepang pada 1947.

Pada 1976, pemerintah Indonesia menganugerahkan bintang Jasa Nararya atas jasa-jasanya dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung