- Menurut model, pajak minuman manis yang sekarang saja bisa menghasilkan rata-rata lebih dari S/2,4 miliar per tahun di Peru.
- Dalam simulasi, menaikkan nilai Transfer Dasar Juntos memangkas tahun-orang stunting anak hingga 876 ribu, 82 persen pada kelompok termiskin.
- Pajak tambahan pada minuman manis dan pangan ultraproses saja mengurangi 58,6 juta tahun-orang kelebihan berat badan dewasa.
- Orang berusia di atas 49 tahun tidak dimasukkan karena data ukuran tubuh mereka tidak tersedia di Peru.
Daftar Isi
- Juntos 2005 dan Pajak Gula 2018 yang Berjalan Sendiri
- Delapan Skenario Tim Escher hingga 2040
- Lebih dari 300 Persen, dengan Bekal Bukti Oportunidades Meksiko
- Stunting Anak Termiskin Berkurang Paling Banyak lewat Skenario B
- Kegemukan Orang Dewasa dan Pelajaran Pajak dari Hungaria
- Nilai Juntos yang Tak Disesuaikan Inflasi sejak 2005
Pada 2000, hampir sepertiga balita di Peru tergolong stunting, tepatnya 31,3 persen. Pada 2019 angkanya tinggal 12,2 persen, dan program bantuan tunai bersyarat Juntos yang berjalan sejak 2005 ikut disebut berperan dalam penurunan itu. Namun dalam lima tahun terakhir kemajuannya mandek, sementara pada 2022 sudah 65 persen orang dewasa Peru tergolong kelebihan berat badan.
Keadaan ketika kurang gizi dan kelebihan gizi hidup berdampingan ini disebut beban ganda malanutrisi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan “bertugas ganda”, yakni kebijakan yang menekan kedua masalah sekaligus dengan menyasar akar yang sama. Di Peru, urusan gizi lebih dipegang Kementerian Kesehatan, sedangkan gizi kurang berada di program sosial Kementerian Pembangunan dan Inklusi Sosial.
Nora A. Escher dari Public Health Policy Evaluation Unit, School of Public Health, Imperial College London, dan rekan, termasuk peneliti Universidad Peruana Cayetano Heredia di Lima, mencoba menyambungkan dua jalur yang terpisah itu. Hasilnya terbit dengan judul Retrofitting fiscal policies to reduce the double burden of malnutrition in Peru: A system dynamics modelling study di jurnal PLOS Medicine volume 23 nomor 8 tahun 2026. Pertanyaan mereka: apa jadinya bila uang pajak makanan dan minuman tidak sehat dipakai membiayai bantuan tunai serta subsidi buah dan sayur.
Juntos 2005 dan Pajak Gula 2018 yang Berjalan Sendiri
Juntos lahir pada 2005 untuk melawan kemiskinan, terutama di perdesaan. Pada awalnya program ini memberi 100 soles per bulan, kira-kira 22 persen upah minimum saat itu, kepada rumah tangga yang memenuhi syarat kesehatan dan pendidikan lewat apa yang disebut Transfer Dasar. Pada 2021 ditambahkan Transfer Anak Usia Dini sebesar 50 soles bagi rumah tangga yang memiliki anak di bawah lima tahun.
Peru lalu memberlakukan pajak minuman manis berjenjang pada 2018 sebagai jawaban atas naiknya angka obesitas. Tarifnya 25 persen untuk minuman dengan gula lebih dari 6 gram per 100 mililiter dan 17 persen untuk yang lebih rendah gula. Berbeda dari Meksiko dan Kolombia, Peru belum memajaki makanan tidak sehat, dan pendapatan pajaknya tidak disisihkan untuk program kesehatan atau gizi tertentu. Di tingkat dunia, lebih dari 110 negara sudah memajaki minuman manis, tetapi penyisihan pendapatannya masih terbatas dan kebanyakan diarahkan ke gizi lebih.
Baca juga Minuman Manis Selalu Ada di Rumah, Remaja Belanda Minum Banyak
Delapan Skenario Tim Escher hingga 2040
Tim Escher membangun model simulasi dinamika sistem untuk anak dan orang dewasa usia reproduksi, dari lahir sampai 49 tahun, dengan rentang waktu 2000 hingga 2040. Penduduk dibagi dua, yaitu kelompok seperlima termiskin dan 80 persen sisanya. Model ini dicocokkan dengan Survei Demografi dan Kesehatan Peru 2000 hingga 2020 serta data penjualan pasar 2000 hingga 2024, lalu dijalankan 800 kali untuk mengukur ketidakpastian.
Ada dua pilihan pajak yang diuji. Pilihan pertama adalah pajak minuman manis yang berlaku sekarang. Pilihan kedua menaikkan tarif minuman bergula tinggi menjadi 30 persen dan menambah pajak baru 10 persen untuk pangan ultraproses, mengikuti contoh Kolombia. Uangnya lalu dialirkan ke empat jalan: memperluas Transfer Dasar Juntos (A), menaikkan nilainya (B), memperluas Transfer Anak Usia Dini (C), atau membiayai subsidi buah dan sayur (D).
Tanpa kebijakan baru, model memperkirakan kelebihan berat badan pada orang dewasa terus naik pelan sampai sekitar 83,1 persen pada 2040, sedangkan stunting anak mendatar di kisaran 6,1 persen pada sepuluh tahun terakhir simulasi. Pajak minuman manis yang sekarang saja diperkirakan menghasilkan rata-rata lebih dari S/2,4 miliar per tahun, atau S/94,8 per orang, dan terkumpul hampir S/39 miliar sepanjang 2024 hingga 2040.
Paket pajak tambahan menghasilkan rata-rata lebih dari S/3,2 miliar atau S/125,1 per orang setiap tahun, dengan total sekitar S/51 miliar. Uang itu cukup untuk dua skenario perluasan. Skenario A bisa menjangkau 100 persen rumah tangga dengan anak di bawah 15 tahun lewat Transfer Dasar, dengan memakai tidak lebih dari 44 persen pendapatan pajak sekarang dan 34 persen pendapatan pajak tambahan pada 2040. Skenario C cukup dengan 30 persen dan 21 persen untuk menjangkau semua rumah tangga yang memiliki balita.
Lebih dari 300 Persen, dengan Bekal Bukti Oportunidades Meksiko
Skenario B menempuh jalan lain. Uang pajak dipakai menaikkan nilai Transfer Dasar bagi penerima yang sudah ada, dan nilai bantuan bisa naik lebih dari 300 persen dengan pajak sekarang serta lebih dari 400 persen dengan paket pajak tambahan. Karena belum ada studi Peru tentang efek kenaikan nilai bantuan tunai, tim Escher meminjam perkiraan dari program bantuan tunai bersyarat Meksiko, antara lain kajian Fernald dan rekan pada 2008 tentang program Oportunidades.
Jalan keempat, subsidi buah dan sayur, bisa dibiayai hingga 17 persen untuk seluruh penduduk dengan pajak sekarang, atau 23 persen dengan paket pajak tambahan. Subsidi ini berlaku rata bagi semua orang, tidak khusus keluarga miskin, dengan pengaruh yang diasumsikan memuncak dua tahun setelah berlaku. Dampak skenario Juntos dalam model juga dikoreksi setiap tahun karena daya beli bantuan tunai menurun dari waktu ke waktu.
Baca juga Stunting Melonjak Setelah Setahun, Tuasnya Ada di Gizi Akut
Stunting Anak Termiskin Berkurang Paling Banyak lewat Skenario B
Untuk mengukur dampak, tim ini memakai tahun-orang, yakni jumlah kumulatif tahun yang dijalani orang dengan stunting atau kelebihan berat badan antara 2024 dan 2040. Skenario B memberi hasil terbesar untuk stunting: tahun-orang yang dijalani anak dengan stunting berkurang hingga 876 ribu dibanding tanpa kebijakan baru, dengan rentang ketidakpastian 567 ribu sampai 1.139 ribu. Sebanyak 82 persen pengurangan itu terjadi pada kelompok termiskin, penerima Juntos saat ini, walau inflasi bisa membuat efeknya mendatar seiring waktu.
Skenario A bekerja ke arah sebaliknya. Karena seluruh anak di kelompok termiskin sudah tercakup Juntos, perluasan Transfer Dasar terutama menguntungkan kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi. Dengan paket pajak tambahan, model menghitung pengurangan 658 ribu tahun-orang stunting anak, dengan rentang ketidakpastian yang lebar, dari 45 ribu sampai 1.128 ribu.
Skenario C, perluasan Transfer Anak Usia Dini, mengurangi 621 ribu tahun-orang stunting anak di bawah paket pajak tambahan, dengan sekitar 26 persen di antaranya pada kelompok termiskin. Skenario ini tidak menambah dampak pada kelebihan berat badan di luar efek pajaknya sendiri. Menurut para penulis, transfer ini terutama efektif menekan stunting pada balita, khususnya di kalangan termiskin.
Kegemukan Orang Dewasa dan Pelajaran Pajak dari Hungaria
Pada kelebihan berat badan orang dewasa, penggerak utamanya adalah pajak itu sendiri. Pajak tambahan pada minuman manis dan pangan ultraproses saja mengurangi 58,6 juta tahun-orang kelebihan berat badan dewasa, terutama di kalangan paling kaya. Di skenario A dengan paket pajak tambahan, angkanya 59,69 juta tahun-orang, sebagian besar dari efek pajak tadi. Di skenario B, turunnya kelebihan berat badan anak akhirnya ikut menekan kelebihan berat badan dewasa, dengan penghematan 59,6 juta tahun-orang.
Efek pajak tidak bertahan selamanya. Dalam model, pengaruh harga memuncak dua tahun setelah pajak berlaku lalu melemah selama tujuh tahun hingga hilang, dan data dari Hungaria yang dikaji Berezvai dan rekan pada 2024 mendukung perkiraan efek yang memudar itu. Subsidi buah dan sayur memperlihatkan pola serupa, yakni penurunan kecil di awal lalu memantul pelan, dengan rentang ketidakpastian yang lebar. Manfaatnya lebih banyak dinikmati kelompok yang lebih mampu karena konsumsi buah dan sayur mereka lebih tinggi sejak awal.
Nilai Juntos yang Tak Disesuaikan Inflasi sejak 2005
Menurut tim Escher, nilai Transfer Dasar tidak pernah disesuaikan dengan inflasi sejak program dimulai pada 2005, berbeda dari anjuran Bank Dunia, dan hal itu mungkin ikut menjelaskan naiknya stunting di Peru beberapa tahun terakhir. Karena itu mereka menyarankan kenaikan nilai Transfer Dasar diprioritaskan, sebab langkah ini tampak berpotensi menekan stunting di rumah tangga termiskin.
Bantuan khusus untuk keluarga dengan anak kecil mereka nilai sebagai cara yang relatif murah untuk menghadapi stunting pada masa tumbuh yang genting. Saat ini sekitar 100.000 rumah tangga di Peru menerima Transfer Anak Usia Dini, sehingga masih ada ruang perluasan di kelompok termiskin. Para penulis juga mengusulkan subsidi tertarget, misalnya voucer pangan sehat, walau mengakui gagasan itu menghadapi tantangan pelaksanaan dan masih perlu diteliti.
Baca juga Kantin Sekolah Swasta Brasil Sering Jual Soda, Jarang Buah Segar
“Menyesuaikan ulang pajak makanan dan minuman tidak sehat untuk mengalihkan pendapatannya ke program kesejahteraan yang tepat sasaran, seperti bantuan tunai, berpotensi besar memberi dampak ‘bertugas ganda’ pada gizi lebih dan gizi kurang di Peru,” tulis Nora A. Escher, peneliti Imperial College London, bersama rekan dalam simpulan makalah, dalam terjemahan Cekricek.id. Hambatannya juga mereka sebut: lemahnya keselarasan tujuan antarkementerian dan sulitnya menjaga pendanaan jangka panjang di tengah ketidakstabilan politik.
Para penulis menegaskan modelnya tidak dimaksudkan sebagai ramalan atau perkiraan pasti besarnya efek, melainkan gambaran berbagai skenario “bagaimana jika”. Model ini bersandar pada sejumlah asumsi yang disederhanakan tentang dampak Juntos, pertumbuhan pasar minuman manis dan pangan ultraproses, memudarnya efek pajak dan subsidi, serta respons industri, misalnya mengubah resep produk setelah dipajaki.
Karena data khas Peru terbatas, sebagian angka diambil dari perkiraan internasional yang belum tentu mencerminkan keadaan setempat, dan penduduk hanya dibagi dua kelompok sosial ekonomi tanpa memperhitungkan wilayah. Orang berusia di atas 49 tahun tidak dimasukkan karena data ukuran tubuh mereka tidak tersedia, sehingga analisis efektivitas biaya tidak dilakukan. Tim Escher menyarankan riset berikutnya menguji promosi menyusui, layanan untuk penyakit infeksi, serta masalah gizi lain seperti diabetes dan anemia.














