Perempuan Arab-Amerika yang Cemas Uang Makan Merasa Kurang Sehat

A A

Ilustrasi tumpukan tomat merah dan oranye serta sayuran hijau di rak supermarket di Amerika Serikat [Foto: U.S. Department of Agriculture (USDA FNS)/Wikimedia Commons, Public domain]

  • Pada awal studi, 46 dari 93 peserta atau 49 persen mencemaskan uang sewa atau cicilan rumah.
  • Dari 24 orang yang cemas soal makanan bergizi di awal, 16 orang atau 66,7 persen tetap cemas pada bulan ke-12.
  • Rata-rata skor pengetahuan EITC naik dari 1,15 menjadi 3,63 setelah enam bulan kampanye.
  • Mereka yang mencemaskan uang makan menilai kesehatannya pada bulan ke-12 lebih rendah 0,74 poin dibanding yang tidak cemas.
Daftar Isi
  1. Di Satu Sisi, Kampanye Pajak Selama Tiga Tahun
  2. Di Sisi Lain, Uang Sewa dan Uang Makan
  3. Yang Naik: Pengetahuan tentang Kredit Pajak
  4. Yang Berubah: Olahraga dan Tidur
  5. Yang Tidak Berhubungan: Pengetahuan Pajak dan Beban Uang
  6. Yang Berhubungan: Cemas Uang Makan dan Rasa Sehat

Sebelas papan reklame dwibahasa di tenggara Michigan dan dua pertanyaan tentang uang untuk membayar sewa rumah dan membeli makanan bergizi bertemu dalam satu penelitian tentang keluarga keturunan Arab di Amerika Serikat yang berhak atas kredit pajak federal. Papan reklame itu bagian dari kampanye kredit pajak, sedangkan kedua pertanyaan itu dipakai untuk mengukur beban keuangan rumah tangga peserta selama satu tahun.

Penelitian itu ditulis Bengt B. Arnetz dari Wayne State University, Detroit, dan rekan dari sejumlah lembaga di Michigan, termasuk Arab Community Center for Economic and Social Services (ACCESS) di Dearborn. Laporannya berjudul The prospective relationship between uptake of earned income tax credit (EITC), financial strain, and health in socio-economically strained families of Arab-American descent dan terbit di jurnal BMC Public Health volume 26 tahun 2026. Tim mengikuti 215 peserta program Women, Infants, and Children (WIC) yang dikelola ACCESS selama satu tahun.

Kredit pajak yang dimaksud adalah Earned Income Tax Credit (EITC), kredit pajak penghasilan dari pemerintah federal bagi keluarga pekerja berpenghasilan rendah dan menengah. Menurut paper, kurangnya pengetahuan dan ketidakpercayaan kepada pemerintah membuat banyak keluarga yang berhak tidak mengklaimnya, terutama kelompok minoritas dan imigran. Pada 2025, nilai maksimal EITC federal untuk rumah tangga dengan tiga anak tercatat 8.046 dolar AS.

Peserta direkrut antara 6 Juni dan 20 Agustus 2021 di Dearborn dan Sterling Heights, lalu mengisi survei pada awal studi, bulan keenam, dan bulan ke-12. Karena Covid-19, wawancara berlangsung lewat telepon atau video dalam bahasa Inggris atau Arab. Sebanyak 155 orang menjawab survei bulan keenam, 104 orang menjawab survei bulan ke-12, dan 93 orang menjawab ketiganya.

Di Satu Sisi, Kampanye Pajak Selama Tiga Tahun

Kampanye dirancang bersama Accounting Aid Society (AAS) dan bagian komunikasi ACCESS. Pesannya dibuat pendek, konkret, dan langsung, misalnya ajakan bahwa uang itu milik peserta sendiri dan bisa diambil kembali secara gratis. Seluruh bahan diterjemahkan ke bahasa Arab, sementara sebuah situs web menjelaskan siapa yang berhak serta cara membuat janji di klinik pajak sukarela VITA milik ACCESS.

Pada tahun pertama, pesan dwibahasa tentang EITC dipasang di sebelas papan reklame di tenggara Michigan. Diskusi meja bundar digelar lewat Facebook Live bersama mantan anggota Kongres Andy Levin dan anggota Kongres Rashida Tlaib. Iklan juga disebar lewat radio dan surat kabar komunitas yang banyak diikuti warga Arab-Amerika.

Pada tahun kedua, kampanye memperbanyak media sosial dan video layanan masyarakat, sementara jumlah papan reklame menjadi tujuh. Siaran pers Gubernur Michigan Gretchen Whitmer tentang EITC ikut diunggah ulang di halaman Facebook ACCESS. Tahun ketiga beralih ke pemasaran digital, kartu dompet dwibahasa berkode QR, dan video pendek buatan agensi pemasaran lokal yang dipimpin warga Arab-Amerika.

Baca juga Insentif Pajak Riset Lebih Terkait Inovasi Bila Syaratnya Longgar

Di Sisi Lain, Uang Sewa dan Uang Makan

Yang cemas di awal kebanyakan masih cemas setahun kemudianCemas bayar sewa atau cicilan rumah: Tidak cemas di awal studi 15,7%, Cemas di awal studi 58,8%; Cemas beli makanan bergizi: Tidak cemas di awal studi 14,1%, Cemas di awal studi 66,7%.Yang cemas di awal kebanyakan masih cemassetahun kemudianPersen peserta yang cemas pada bulan ke-12, menurutjawaban di awal studi (102 peserta)Tidak cemas di awal studiCemas di awal studi0%20%40%60%80%15,7%58,8%Cemas bayar sewa ataucicilan rumah14,1%66,7%Cemas beli makanan bergiziSewa atau cicilan: 51 cemas dan 51 tidak cemas di awal; makananbergizi: 24 cemas dan 78 tidak cemas
Sumber: Bengt B. Arnetz dan rekan, The prospective relationship between uptake of earned income tax credit (EITC), financial strain, and health in socio-economically strained families of Arab-American descent, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Peserta penelitian ini hampir seluruhnya perempuan, yakni 207 orang atau 97 persen. Sebanyak 142 orang berusia 25 sampai 34 tahun, 199 orang mengidentifikasi diri sebagai Arab, sekitar 95 persen menikah, dan 80 persen tidak bekerja. Menurut paper, kebanyakan klien program WIC itu sudah memiliki anak di rumah atau sedang hamil.

Beban keuangan diukur dengan dua pertanyaan, yakni seberapa sering peserta khawatir tidak punya cukup uang untuk membayar sewa atau cicilan rumah, dan untuk membeli makanan bergizi. Di antara 93 orang yang menjawab ketiga survei, 46 orang atau 49 persen mencemaskan uang sewa atau cicilan pada awal studi. Untuk makanan bergizi, jumlahnya 19 orang atau 20 persen.

Angka itu bergerak sepanjang tahun. Kecemasan soal sewa atau cicilan tercatat 25 persen pada bulan keenam dan 36 persen pada bulan ke-12. Kecemasan soal makanan bergizi tercatat 23 persen pada bulan keenam dan 25 persen pada bulan ke-12. Pada awal studi, 17 persen peserta mencemaskan keduanya sekaligus.

Tim juga melihat siapa yang tetap cemas setahun kemudian di antara 102 peserta. Dari 51 orang yang mencemaskan sewa atau cicilan di awal, 30 orang atau 58,8 persen masih mencemaskannya pada bulan ke-12. Dari 51 orang yang semula tidak cemas, hanya 8 orang atau 15,7 persen yang kemudian cemas.

Pola makanan bergizi serupa. Dari 24 orang yang cemas di awal, 16 orang atau 66,7 persen tetap cemas pada bulan ke-12, sedangkan dari 78 orang yang semula tidak cemas, 11 orang atau 14,1 persen menjadi cemas. Menurut tim, orang yang cemas soal sewa atau cicilan di awal hampir 13 kali lebih mungkin memberi jawaban yang sama setahun kemudian, dan untuk makanan bergizi hampir 5 kali.

Yang Naik: Pengetahuan tentang Kredit Pajak

Pada awal studi, hanya 5 dari 93 peserta atau 5 persen yang pernah terpapar salah satu saluran kampanye EITC. Pada bulan keenam, angkanya naik menjadi 28 persen atau 26 orang, dan pada bulan ke-12 menjadi 30 persen atau 28 orang. Perbedaan antarwaktu itu bermakna secara statistik.

Pengetahuan diukur dengan skala 0 sampai 10, dari sangat terbatas hingga sangat baik. Di antara peserta yang menjawab ketiga survei, rata-rata skornya 1,15 pada awal studi dan 3,63 setelah enam bulan kampanye, yang oleh tim disebut peningkatan 316 persen. Dalam pembahasan, tim mencatat kesadaran tentang EITC naik dari sekitar 10 persen menjadi sekitar 30 persen pada tindak lanjut satu tahun.

Meski begitu, kenaikan itu berangkat dari titik yang sangat rendah. “Namun, meski kampanyenya sangat luas dan memakai banyak saluran informasi, tujuh dari sepuluh peserta tetap tidak mengetahui hak mereka atas EITC,” tulis Bengt B. Arnetz dan rekan dalam simpulan paper, dalam terjemahan bebas. Tim menyebut strategi tambahan masih diperlukan agar kelompok sasaran mengetahui hak mereka.

Baca juga Toko Serba Murah Berjejer, Obesitas Kota Amerika Ikut Tinggi

Yang Berubah: Olahraga dan Tidur

Kebiasaan berolahraga dicatat dengan pertanyaan ya atau tidak tentang aktivitas fisik selama sebulan terakhir, seperti lari, senam, berkebun, atau jalan kaki. Dari 102 peserta, 41 orang atau 40 persen berolahraga pada awal studi, dan 53 orang atau 52 persen pada bulan ke-12. Dari 41 orang yang berolahraga di awal, 32 orang atau 78 persen masih melakukannya setahun kemudian.

Di sisi lain, dari 61 orang yang tidak berolahraga di awal, 9 orang atau 15 persen mulai berolahraga pada bulan ke-12. Pada tingkat kelompok, kualitas tidur naik selama enam bulan pertama lalu sedikit turun. Penilaian kesehatan, energi, dan kepuasan terhadap kehidupan sosial tidak berubah bermakna selama setahun.

Yang Tidak Berhubungan: Pengetahuan Pajak dan Beban Uang

Tim menguji apakah pengetahuan tentang EITC, baik pada awal studi maupun bulan keenam, berhubungan dengan kecemasan soal sewa atau cicilan pada bulan ke-12. Hasilnya tidak, dan temuan serupa muncul untuk kecemasan membeli makanan bergizi. Skor paparan kampanye juga tidak berhubungan dengan perubahan beban keuangan pada bulan ke-12.

Pengetahuan EITC pada awal studi juga tidak berhubungan dengan kemungkinan berolahraga pada bulan ke-12, maupun dengan perubahan perilaku dan ukuran kesehatan selama setahun. Menurut tim, persoalan meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan terhadap EITC di komunitas sasaran memang besar. Pengetahuan tentang program itu, tulis mereka, mungkin perlu disertai pembangunan kepercayaan yang butuh waktu.

Baca juga Jurang Belanja Pangan Iran Menyempit karena Si Kaya Ikut Berhemat

Para penulis tetap menilai hasil kampanye berdampak bagi upaya penyebaran informasi di komunitas. “Kami yakin target persentase jangkauan informasi harus dipasang jauh lebih tinggi untuk memastikan keluarga yang berhak atas EITC dan membutuhkan dukungan itu benar-benar memanfaatkannya,” tulis mereka dalam pembahasan, juga dalam terjemahan bebas.

Yang Berhubungan: Cemas Uang Makan dan Rasa Sehat

Pola yang berbeda muncul ketika peserta dibagi menurut ada atau tidaknya kecemasan keuangan pada bulan keenam. Mereka yang mencemaskan uang makan menilai kesehatannya pada bulan ke-12 lebih rendah 0,74 poin dibanding yang tidak cemas, setelah penilaian kesehatan di awal studi diperhitungkan. Model itu menjelaskan 5,6 persen variasi penilaian kesehatan.

Cemas soal uang, penilaian diri lebih rendahKesehatan, cemas uang makan: Selisih penilaian -0,74; Energi, cemas uang makan: Selisih penilaian -1,14; Energi, cemas sewa atau cicilan: Selisih penilaian -1,10; Tidur, cemas uang makan: Selisih penilaian -1,21; Tidur, cemas sewa atau cicilan: Selisih penilaian -0,81.Cemas soal uang, penilaian diri lebih rendahSelisih penilaian diri pada bulan ke-12 (skala 0-10),kelompok cemas di bulan keenam dibanding tidak cemas-1,5-1,0-0,50Kesehatan, cemas uang makan-0,74Energi, cemas uang makan-1,14Energi, cemas sewa atau cicilan-1,10Tidur, cemas uang makan-1,21Tidur, cemas sewa atau cicilan-0,81Dikendalikan nilai di awal studi; cemas sewa atau cicilan tidakberhubungan dengan penilaian kesehatan
Sumber: Bengt B. Arnetz dan rekan, The prospective relationship between uptake of earned income tax credit (EITC), financial strain, and health in socio-economically strained families of Arab-American descent, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Penilaian energi kelompok yang mencemaskan uang makan lebih rendah 1,14 poin, dan pada kelompok yang mencemaskan sewa atau cicilan lebih rendah 1,10 poin. Untuk kualitas tidur, selisihnya 1,21 poin pada kecemasan uang makan dan 0,81 poin pada kecemasan sewa atau cicilan. Sebaliknya, kecemasan soal sewa atau cicilan dan kebiasaan berolahraga tidak berhubungan dengan perubahan penilaian kesehatan.

Tim mengakui sejumlah keterbatasan. Pesertanya khusus keluarga Arab-Amerika yang berhak atas EITC di tenggara Detroit dari dua klinik WIC milik ACCESS, sehingga hasilnya kemungkinan tidak bisa diberlakukan lebih luas. Peserta yang keluar dari studi mungkin mengubah keterwakilan sampel, sementara rancangan studi dan batasan hukum di Michigan membuat tim tidak bisa memastikan apakah keluarga peserta benar-benar mengklaim EITC.

Dalam simpulannya, tim mencatat kedua ukuran beban keuangan sedikit menurun selama kampanye tetapi tetap tinggi di akhir studi. Penilaian kesehatan, energi, dan kualitas tidur lebih rendah pada peserta yang mencemaskan uang, sementara pengetahuan EITC di awal studi tidak berhubungan dengan perubahan beban keuangan, perilaku, maupun kesehatan. Penelitian berikutnya, tulis tim, perlu memastikan apakah kampanye semacam ini menambah keluarga yang benar-benar mengklaim EITC, dan apakah klaim itu memperbaiki kesehatan.

Bagikan

Baca Juga

Abdul El-Sayed Menangi Kursi Senat AS dari Michigan
Partai Demokrat Rebut Kendali Senat AS dalam Pemilu Sela 2026
Pajak Minuman Manis Nigeria Dibela Pegiat, Dilawan Industri
Perusahaan Minyak AS Raup Laba 130 Miliar Dolar dari Perang Iran
Trump Kembali Sebut Abdul El-Sayed Jihadis di Kampanye Terakhir
Obesitas Orang Dewasa Peru Naik Lebih Cepat di Keluarga Termiskin