Pemuda Muhammadiyah

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Pemuda Muhammadiyah?

Pemuda Muhammadiyah adalah salah satu organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah organisasi Muhammadiyah sejak masa kolonial hingga masa modern ini.

Masa pergerakan kebangsaan di Hindia Belanda tidak hanya diwarnai dengan perjuangan yang merambang kalangan nasionalis, namun juga perjuangan dalam naungan keagamaan.

Masa yang mengiringi perkembangan kebangsaan di Hindia Belanda tentu adalah masa Politik Etis yang kemudian mewujudkan golongan elit modern.

Kendati demikian, edukasi yang dibawa oleh kaum etis dan ingin dilihat di negeri jajahan adalah edukasi model Eropa yang tentunya sangat berbeda dengan ciri masyarakat Hindia Belanda.

Dalam usaha untuk menyebarkan paham kebangsaan, tokoh-tokohnya tentu melakukan cara yang berbeda-beda.

Salah satu usaha paling penting pada masa pergerakan ini adalah gerakan Muhammadiyah di Yogyakarta yang merupakan wujud “tentangan” terhadap kebijakan pemerintah Hindia Belanda tentang edukasi.

Muhammadiyah menyajikan pendidikan dalam cara yang lain yaitu dengan mengedepankan Islam sebagai fondasi, meskipun mengikuti pula modernisasi.

Dalam naungan Muhammadiyah ini kemudian muncul pula organisasi kepemudaan.

Organisasi kepemudaan di bawah Muhammadiyah adalah Pemuda Muhammadiyah yang didirikan pada 2 Mei 1932.

Embrio awal Pemuda Muhammadiyah adalah gerakan Siswo Proyo Priyo (SPP) yang menjadi bagian pembinaan pemuda dari Muhammadiyah.

Gerakan ini kemudian mengalami sukses besar dan membawa Muhammadiyah berkembang di Jawa Timur dan daerah lain atas prakarsa golongan pemuda.

Pemuda Muhammadiyah kemudian berperan dalam dinamika perjuangan kemerdekaan Indonesia dan masih aktif sebagai organisasi hingga masa ini.

Pada masa sekarang, Pemuda Muhammadiyah berfungsi sebagai badan otonom bagian kepemudaan dari Muhammadiyah.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung