Ario Soerjo

Ario Soerjo atau dengan nama lengakap Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo adalah Gubernur Jawa Timur yang pertama. RMTA Soerjo merupakan pria kelahiran Magetan pada 9 Juli 1895.

Ario Soerjo. [Foto: Istimewa]

Siapa Ario Soerjo?

Ario Soerjo atau dengan nama lengakap Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo adalah Gubernur Jawa Timur yang pertama. RMTA Soerjo merupakan pria kelahiran Magetan pada 9 Juli 1895.

Terlahir dalam keluarga bangsawan, ia pun berkesempatan untuk belajar di Holland Inlandsch School (HIS) di Madiun dan kemudian berlanjut diOpleiding School Voor Inlandsche Ambtenaeren (OSVIA) Madiun.

Setelah menamatkan studi di OSVIA 1917, Soerjo pun dikirim oleh orang tuanya untuk belajar di Sekolah Pamong Praja atau Bestuurschool.

Nama RMTA Soerjo juga tercatat pernah menuntut ilmu di sebuah sekolah polisi di Batavia. Berbekal dengan pengalaman pendidikannya, Soerjo pernah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Magetan.

Karier RMTA Soerjo terus menanjak hingga akhirnya ketika Indonesia telah merdeka, ia pun terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur yang pertama.

Salah satu peran penting yang dilakukan sang gubernur ketika terjadi Pertempuran 10 November di Surabaya adalah membakar semangat rakyat Surabaya untuk menolak ultimatum Inggris sampai darah penghabisan.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung