Taman Bermain di Tepi Jalan Ankara Lebih Berisiko Logam Berat

A A

Perosotan dan ayunan di taman bermain anak di Sincan, Ankara, Turkiye [Foto: 121512 (Panoramio)/Wikimedia Commons, CC BY 3.0]

  • Sedikitnya satu logam mengalami pengayaan di semua taman bermain yang diperiksa di Ankara.
  • Indeks bahaya gabungan melampaui ambang nonkarsinogenik di 21 taman bermain, atau 38,9 persen.
  • Risiko karsinogenik total melampaui batas yang dapat diterima di 24 taman, atau 44,4 persen.
  • Nikel menanggung 66,7 persen risiko karsinogenik total, disusul kromium 23,7 persen.
  • Taman di tepi jalan utama mencatat rasio odds 14,1 untuk risiko karsinogenik.
Daftar Isi
  1. Udara yang tercatat baik tidak menerangkan keadaan tanah
  2. Dari permukaan tanah ke tangan dan mulut anak
  3. Risiko muncul ketika logam dihitung bersama-sama
  4. Taman di tepi jalan utama mencatat risiko lebih tinggi
  5. Jejak rem, ban, dan pembakaran dalam pola logam
  6. Di mana penjelasan ini berhenti
  7. Letak taman sebagai bahan pertimbangan perencana

Udara di sekitar sebuah taman bermain bisa tercatat baik di stasiun pemantau, sementara tanah tempat anak-anak berlarian di taman yang sama menyimpan logam berat. Dua catatan itu dibandingkan dalam sebuah kajian di Ankara, ibu kota Türkiye. Keduanya ternyata tidak berjalan seiring, dan yang berkaitan dengan perkiraan risiko karsinogenik bagi anak justru letak taman terhadap jalan utama.

Gambaran itu datang dari kajian Şefik Yurdakul dan Egemen Ünal berjudul Health risk assessment of heavy metal exposure in children’s playgrounds near air quality monitoring stations in Ankara, Türkiye, yang dimuat BMC Public Health tahun 2026. Yurdakul bekerja di Nevşehir Provincial Health Directorate, sedangkan Ünal di Ankara Yıldırım Beyazıt University Faculty of Medicine. Keduanya memeriksa tanah 54 taman bermain anak, tiga taman terdekat dari masing-masing 18 stasiun pemantau kualitas udara di kota itu.

Udara yang tercatat baik tidak menerangkan keadaan tanah

Menurut rata-rata tahunan stasiun pemantau, sebagian besar lokasi tergolong berkualitas udara baik atau sedang. Hanya satu stasiun yang indeks kualitas udaranya menyentuh angka 101, golongan tidak sehat bagi kelompok sensitif. Di balik golongan yang tampak tenang itu, kadar nitrogen dioksida tahunan melampaui batas nasional di sebagian besar stasiun, sedangkan partikel PM10 melampaui batas di lebih sedikit tempat.

Persoalannya, golongan kualitas udara itu tidak membantu menebak taman mana yang tanahnya berisiko. Kedua peneliti tidak menemukan kaitan bermakna antara golongan indeks kualitas udara dan risiko kesehatan, baik yang nonkarsinogenik maupun yang karsinogenik. Kaitan bermakna juga tidak muncul antara golongan indeks itu dan tiga ukuran pencemaran tanah yang mereka pakai.

Penjelasan yang ditawarkan naskah terletak pada waktu. Indeks kualitas udara menggambarkan keadaan atmosfer jangka pendek, sedangkan pencemaran tanah mencerminkan endapan pencemar yang terkumpul dalam masa panjang. “Kadar pencemar udara dapat naik turun cukup besar dalam hitungan hari atau bahkan jam, sedangkan logam yang mengendap di tanah cenderung bertahan dan menumpuk dalam rentang waktu yang jauh lebih panjang,” tulis Yurdakul dan Ünal dalam naskah berbahasa Inggris itu.

Dari permukaan tanah ke tangan dan mulut anak

Tanah, tulis kedua peneliti, bekerja sebagai penampung logam berat di lingkungan. Anak dapat terpapar lewat tiga jalan, yaitu tertelan, menempel di kulit, dan terhirup. Kerentanan itu bertambah pada anak yang lebih kecil karena mereka sering memasukkan tangan ke mulut saat bermain. Karena itu yang diperiksa adalah lapisan tanah teratas, sedalam nol sampai lima sentimeter, lapisan yang paling sering tersentuh anak.

Dari tiga belas logam yang diukur, besi dan aluminium paling melimpah, masing-masing dengan rata-rata sekitar 10.430 dan 10.380 miligram per kilogram tanah. Kadmium paling sedikit, rata-rata 0,09 miligram per kilogram, dan merkuri tidak terdeteksi di satu sampel pun. Di antara keduanya ada kromium dengan rata-rata 44,24, nikel 36,94, timbal 15,19, dan arsenik 4,51 miligram per kilogram.

Kadar saja belum menunjukkan apakah logam itu bawaan tanah atau tambahan dari kegiatan manusia. Untuk itu naskah memakai faktor pengayaan, yang menimbang kadar tiap logam terhadap aluminium sebagai unsur acuan. Hasilnya, sedikitnya satu logam mengalami pengayaan di semua taman bermain. Arsenik, nikel, dan kromium mencatat nilai tertinggi, dan pengayaan sedang sampai tinggi ditemukan di 21 taman, atau 38,9 persen.

Ukuran lain memberi gambaran yang lebih tenang. Menurut indeks beban pencemaran, yang merangkum semua logam sekaligus, hanya 3,7 persen taman bermain tergolong tercemar secara keseluruhan. Arsenik tercatat sebagai penyumbang terbesar pencemaran tanah menurut ukuran ini.

Baca juga Indeks Bahaya Balita Melonjak Saat Panel VOC Diperluas

Risiko muncul ketika logam dihitung bersama-sama

Yang membuatnya rumit, anak tidak terpapar satu logam saja. Ketika tiap logam dihitung sendiri-sendiri, tidak satu pun melampaui ambang bahaya nonkarsinogenik. Begitu semuanya dijumlahkan dalam satu indeks bahaya, ambang itu terlampaui di 21 taman bermain, atau 38,9 persen. Arsenik menyumbang nilai indeks tertinggi dan seng yang terendah. Jalur tertelan mendominasi, dengan porsi sekitar 92 persen dari risiko itu.

Hitungan risiko karsinogenik bergerak dengan cara serupa. Arsenik dan kromium berada dalam batas yang dapat diterima di semua lokasi, sementara nikel menimbulkan risiko di 7,4 persen taman. Setelah lima logam yang dinilai, yakni arsenik, kadmium, kromium, nikel, dan timbal, dijumlahkan, risiko karsinogenik total melampaui batas yang dapat diterima di 24 taman, atau 44,4 persen.

Sumbangan tiap logam pada risiko total itu sangat timpang. Nikel menanggung 66,7 persen, kira-kira dua pertiga, disusul kromium 23,7 persen dan arsenik 8,9 persen. Kadmium hanya 0,6 persen dan timbal 0,2 persen. Nikel dan kromium bersama-sama mencakup lebih dari 90 persen. Naskah menyebut pengurangan emisi nikel berpeluang memberi dampak terbesar dalam menurunkan risiko karsinogenik kumulatif di taman bermain kota.

Nikel menyumbang dua pertiga risiko karsinogenikNikel: Bagian dari total risiko karsinogenik +66,7%; Kromium: Bagian dari total risiko karsinogenik +23,7%; Arsenik: Bagian dari total risiko karsinogenik +8,9%; Kadmium: Bagian dari total risiko karsinogenik +0,6%; Timbal: Bagian dari total risiko karsinogenik +0,2%.Nikel menyumbang dua pertiga risikokarsinogenikTanah 54 taman bermain di Ankara, dalam persen20%40%60%80%0Nikel66,7%Kromium23,7%Arsenik8,9%Kadmium0,6%Timbal0,2%
Sumber: Şefik Yurdakul dan Egemen Ünal, Health risk assessment of heavy metal exposure in children’s playgrounds near air quality monitoring stations in Ankara, Türkiye, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Bila kedua jenis risiko digabung, kedua peneliti menulis bahwa kira-kira 60 persen taman yang dinilai menunjukkan risiko karsinogenik atau nonkarsinogenik. Mereka memakai indeks gabungan dengan alasan yang dinyatakan terang: menimbang kemungkinan efek kumulatif dan sinergis beberapa logam sekaligus dianggap memberi penilaian paparan anak yang lebih realistis daripada menilai logam satu per satu.

Taman di tepi jalan utama mencatat risiko lebih tinggi

Letak taman ternyata lebih banyak berbicara daripada catatan udara. Dari 54 taman bermain, 35 berada di tepi jalan utama dan 19 terletak di dalam kawasan permukiman. Kira-kira separuhnya berada di daerah berlalu lintas padat. Sembilan taman berjarak kurang dari satu kilometer dari fasilitas industri, dan 14 taman dekat dengan lokasi pembangunan yang sedang berjalan.

Ketika semua faktor itu ditimbang serentak, dua yang bertahan untuk risiko karsinogenik. Taman di tepi jalan utama mencatat rasio odds 14,1, dengan rentang kepercayaan 95 persen dari 1,8 sampai 108,4. Lalu lintas padat mencatat rasio odds 5,7, dengan rentang 1,0 sampai 31,2. Para penulis membahasakannya sebagai risiko karsinogenik potensial yang kira-kira 14 kali lebih tinggi di taman yang bersebelahan dengan jalan besar.

Untuk risiko nonkarsinogenik, kaitan dengan jalan utama dan lalu lintas tidak lagi bermakna setelah faktor-faktor itu ditimbang bersama. Status sosial ekonomi lingkungan, yang ditaksir dari nilai properti di sekitar taman, tidak berkaitan bermakna dengan kedua jenis risiko. Begitu pula kedekatan dengan kawasan industri, lokasi pembangunan, dan sumber pemanas. Menurut naskah, pengaruh pembangunan dan industri terbatas karena keberadaannya di dekat taman yang diperiksa relatif sedikit.

Taman bermain Ankara, empat angkaTaman bermain Ankara, empat angkaTaman bermain Ankara, empat angkaPerkiraan risiko paparan logam berat pada anak54taman bermaindekat 18 stasiunudara38,9%lewat ambangrisikononkarsinogenik44,4%lewat batasrisikokarsinogenik14,1rasio oddstaman di tepijalan utamaJalan risetnyaTanah 0-5 cm diambil13 logam diukurRisiko anak dihitung
Sumber: Şefik Yurdakul dan Egemen Ünal, Health risk assessment of heavy metal exposure in children’s playgrounds near air quality monitoring stations in Ankara, Türkiye, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Baca juga Polusi Udara Berkaitan dengan Rendahnya Skor Penuaan Sukses

Jejak rem, ban, dan pembakaran dalam pola logam

Cara logam-logam itu muncul berkelompok memberi petunjuk tentang asalnya. Naskah mengenali empat kelompok yang bersama-sama menerangkan 73,2 persen keragaman data. Kelompok pertama berisi besi, mangan, dan aluminium, unsur yang lazim dikaitkan dengan susunan mineral alami tanah. Artinya sebagian beban logam mencerminkan sifat geokimia wilayah itu, bukan semata kegiatan manusia.

Kelompok kedua mengumpulkan nikel, kromium, arsenik, dan kobalt, tanda bahwa keempatnya mungkin menempuh jalur lingkungan yang serupa. Seng dan tembaga membentuk kelompok tersendiri. Kedua logam itu, tulis para peneliti, kerap dikaitkan dengan proses aus akibat lalu lintas, terutama gesekan rem dan ban. Kelompok yang dicirikan vanadium diduga mencerminkan pengaruh emisi dari pembakaran.

Catatan udara baru ikut berbicara ketika yang dipakai adalah rata-rata tahunan tiap pencemar, bukan golongan indeksnya. Kadar nitrogen dioksida tahunan berkorelasi positif dengan kromium dan nikel di tanah. Gas itu, menurut naskah, umum dipandang sebagai penanda pencemaran udara dari lalu lintas di perkotaan. Karbon monoksida tahunan berkorelasi positif dengan besi, temuan yang oleh penulisnya sendiri diminta dibaca dengan hati-hati.

Karena itu kedua peneliti tidak menunjuk satu sumber tunggal. Pola yang terlihat mereka baca sebagai gabungan sifat alami tanah dan beberapa sumber emisi kota, dengan kegiatan terkait lalu lintas kemungkinan memegang peran menonjol. Tiga jalur bukti, yaitu pengelompokan logam, korelasi nitrogen dioksida tahunan, dan hasil penimbangan faktor lokasi, disebut mengarah ke emisi lalu lintas sebagai penyumbang yang paling konsisten.

Di mana penjelasan ini berhenti

Angka-angka risiko itu adalah hasil pemodelan paparan, bukan pengukuran penyakit pada anak. Para penulis menegaskan bahwa temuan mereka harus dibaca sebagai perkiraan risiko potensial, bukan bukti hubungan sebab-akibat. Rancangan penelitiannya memotret satu waktu pada tingkat lokasi, dan rancangan seperti itu, tulis mereka, membatasi kemampuan untuk menetapkan hubungan kausal.

Beberapa hal lain tidak diukur. Keasaman tanah dan kandungan bahan organik, yang memengaruhi tertahan dan berpindahnya logam, tidak dianalisis. Tidak ada pula uji tentang seberapa besar bagian logam yang benar-benar dapat diserap tubuh. Setiap taman diwakili satu sampel gabungan, sehingga pola pencemaran pada skala yang lebih kecil di dalam taman sulit dibaca.

Riwayat taman juga gelap. Data tentang kapan taman dibangun, direnovasi, atau dipakai untuk apa sebelumnya tidak tersedia, padahal pencemaran tanah bersifat menumpuk. Data udara berupa rata-rata setahun, sedangkan tanah diambil selama tujuh bulan, dan selisih waktu itu diakui dapat menambah ketidakpastian pada kaitan yang teramati antara pencemaran udara dan pencemaran tanah.

Baca juga Obesitas Anak Thailand Melonjak Dua Kali Lipat Saat Pandemi

Letak taman sebagai bahan pertimbangan perencana

Dari temuan itu kedua peneliti menarik saran yang terbatas pada perencanaan. Pencemaran lingkungan, menurut mereka, patut dipertimbangkan dalam perencanaan taman bermain, pemilihan lokasi, dan pemantauan rutin, terutama di daerah yang terpengaruh lalu lintas padat. Naskah juga mencatat bahwa aturan nasional maupun internasional tentang pemantauan dan pengendalian ketat pencemaran tanah di taman bermain umum masih terbatas.

Meski dilakukan di Ankara, para penulis menilai temuan ini mungkin relevan bagi kota lain yang tumbuh cepat dengan ciri serupa, yaitu jaringan lalu lintas yang rapat dan tata guna lahan campuran. Untuk penelitian berikutnya mereka meminta pemantauan kadar logam pada tubuh anak, uji daya serap logam, dan rancangan yang mengikuti lokasi dari waktu ke waktu agar paparan yang sesungguhnya dapat digambarkan lebih baik.

Udara yang tercatat baik dan tanah yang menyimpan logam, dengan demikian, bukan dua catatan yang saling membantah. Yang satu merekam keadaan jangka pendek, yang lain menyimpan endapan jangka panjang. Di 54 taman bermain Ankara, yang membedakan besarnya perkiraan risiko karsinogenik bagi anak adalah letak taman di tepi jalan utama dan padatnya lalu lintas di sekitarnya.

Bagikan

Baca Juga

Vitamin D Ibu Hamil di New Delhi Naik, Berat Bayi Tak Berbeda
Peluang Pulih dari Henti Jantung di Tokyo Berbeda Barat dan Timur
Trakoma pada Anak Yaman Tinggal 0,9 Persen Usai Tiga Putaran Obat
UNS Kirim Tim Medis ke Tiga Kota Terdampak Asap Karhutla
Pasien Diabetes Korea yang Punya Tempat Berobat Tetap Lebih Patuh
Darah Tinggi Lebih Dulu Datang daripada Diabetes pada Warga India