Bambang Soegeng

Bambang Soegeng adalah kepala Staf TNI AD 22 Desember 1952 hingga 8 Mei 1955, inisiator Serangan Umum 1 Maret bersama Hamengkubuwono IX dan Letkol Soeharto.

Bambang Soegeng. [Foto: Instagram]

Siapa Bambang Soegeng?

Bambang Soegeng adalah kepala Staf TNI AD 22 Desember 1952 hingga 8 Mei 1955, inisiator Serangan Umum 1 Maret bersama Hamengkubuwono IX dan Letkol Soeharto.

Lahir di Tegalrejo, Magelang, 31 Oktober 1913, meninggal di Jakarta 22 Juni 1977.

Ia berhasil melucuti 533 tentara Jepang yang dipimpin Mayor Migaki Simatoyo tanpa perlawanan. Mendapat julukan “Shogun”, yang berarti “Sang Jenderal Perang”.

Ia pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia di Vatikan, Jepang, dan Brazil. Ia mendapat anugerah “Bintang Vatikan” oleh Sri Paus.

Ia melakukan musyawarah dengan para perwira TNI yang terbelah akibat peristiwa 17 Oktober 1952 dan menghasilkan Piagam Djogja 1955.

Dengan piagam tersebut A.H Nasution diangkat kembali sebagai pimpinan KSAD.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda