Kayu Wiki Dipakai Suku Dani untuk Pagar, Honai, hingga Kremasi

A A

Warga dan pengunjung di halaman kampung suku Dani berlatar honai dekat Wamena, Lembah Baliem [Foto: Spasimir Pilev/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Pada keenam bentuk pemanfaatan itu, seluruh 30 responden menyatakan memakai Wiki.
  • Untuk badan perahu dan alat seni, hanya Wiki yang dipilih masyarakat Suku Dani di Kampung Walak.
  • Dari lima jenazah yang ada pada tahun 2020, tiga dikremasi dan lainnya dimakamkan dengan peti kayu Wiki.
  • Dalam satu hektare tercatat 3.750 semai, 500 pancang, 275 tiang, dan 112 pohon Wiki.
  • Para peneliti menyimpulkan status populasi Wiki di hutan sekitar Kampung Walak tergolong aman.
Daftar Isi
  1. Satu pohon mengisi enam keperluan sekaligus
  2. Pagar dan honai memilih kayu yang kuat dan murah
  3. Api dapur dan api kremasi dari kayu yang sama
  4. Perahu dan alat seni hanya dibuat dari Wiki
  5. Kegunaan yang juga dicatat di luar Lembah Baliem
  6. Tumbuh lambat saat kecil, lalu melesat menguasai hutan
  7. Aman di hutan, tetapi diminta tetap ditanam

Warga Suku Dani di Kampung Walak, Lembah Baliem, memakai satu jenis pohon bernama Wiki untuk pagar, honai, kayu bakar, kremasi jenazah, badan perahu, dan alat seni. Di hutan sekitar kampung, pohon yang sama tetap menjadi jenis yang paling dominan.

Hal itu dicatat Zet Kilungga, Rudi A. Maturbongs, dan Nurhaida I. Sinaga dari Program Studi Kehutanan Program Pascasarjana dan Fakultas Kehutanan Universitas Papua, Manokwari. Artikel mereka, Manfaat Kayu Wiki Falcataria falcata (L) Greuter & R. Rankin dalam Kehidupan Suku Dani di Lembah Baliem Papua, terbit di Jurnal Kehutanan Papuasia volume 7 nomor 2 tahun 2021. Keterangannya berasal dari 30 warga Kampung Walak, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, yang mewakili tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Suku Dani, tulis ketiga peneliti, mendiami Lembah Baliem yang luas dan termasuk Wilayah Adat Lapago. Kebutuhan hidup mereka, dari makanan dan obat-obatan sampai peralatan berburu atau peralatan perang, dipenuhi lewat hubungan dengan tumbuhan dan hewan di sekitarnya. Kemampuan itulah yang menurut naskah membuat mereka bertahan di pegunungan yang dingin. Hubungan tersebut berjalan dua arah: warga mengambil manfaat dari alam, dan ada upaya tradisional untuk menjaganya.

Satu pohon mengisi enam keperluan sekaligus

Wiki, yang bernama ilmiah Falcataria falcata, adalah tumbuhan asli Papua. Dari wawancara, para peneliti menemukan enam bentuk pemanfaatannya di Kampung Walak: bahan pembuat pagar, bahan bangunan, kayu bakar, kayu bakar kremasi, badan perahu, dan bahan alat seni. Pada keenam bentuk itu, seluruh 30 responden menyatakan memakai Wiki. Karena itu, pohon ini memperoleh skor 180, setara 100 persen, dan menempati peringkat pertama.

Wiki tidak bekerja sendirian. Wawancara yang sama mengungkap empat jenis tumbuhan lain yang ikut menyangga hidup warga, yaitu Wile (Casuarina montana), Pabi (Dodonaea viscosa), Pum (Bischofia javanica), dan Wip (Grevilea papuana). Nilainya berturut-turut 58,33 persen, 53,33 persen, 52,22 persen, dan 46,11 persen. Menurut tabel dalam naskah, keempat jenis itu tidak dipakai untuk badan perahu dan alat seni.

Lima kayu andalan Suku DaniWiki: Persen pemakaian pada enam kebutuhan +100,00; Wile: Persen pemakaian pada enam kebutuhan +58,33; Pabi: Persen pemakaian pada enam kebutuhan +53,33; Pum: Persen pemakaian pada enam kebutuhan +52,22; Wip: Persen pemakaian pada enam kebutuhan +46,11.Lima kayu andalan Suku DaniNilai tiap jenis kayu pada enam bentuk pemanfaatan, 30 responden2550751000Wiki100,00Wile58,33Pabi53,33Pum52,22Wip46,11Enam kebutuhan: pagar, bahan bangunan, kayu bakar, kayu bakarkremasi, badan perahu, alat seni.
Sumber: Zet Kilungga, Rudi A. Maturbongs, dan Nurhaida I. Sinaga, Manfaat Kayu Wiki Falcataria falcata (L) Greuter & R. Rankin dalam Kehidupan Suku Dani di Lembah Baliem Papua, Jurnal Kehutanan Papuasia, 7(2), 2021. Grafik: Cekricek.id

Skor itu, menurut para peneliti, bermakna Wiki digunakan secara luas dalam enam kebutuhan hidup masyarakat Suku Dani, mulai dari bahan bangunan sampai kayu bakar untuk perabuan jenazah. Naskah juga mencatat keterangan tambahan yang diterima penulis lewat komunikasi pribadi. Wiki dipakai pula untuk membuat alat seni tifa dan perabotan rumah tangga, sedangkan bunganya menyediakan pakan bagi lebah yang dipelihara masyarakat di Lembah Baliem.

Pagar dan honai memilih kayu yang kuat dan murah

Kelima jenis kayu andalan warga Kampung Walak paling banyak dipakai sebagai bahan pagar, dengan nilai 92 persen dan peringkat pertama. Wiki dan Wile sama-sama paling disukai untuk keperluan ini. Alasan warga: kayunya kuat, dapat bertahan lima tahun, dan pohonnya mudah diperoleh karena masih tersedia di alam.

Pabi menjadi jenis alternatif untuk bahan pagar, sedangkan Wip dan Pum disebut sebagai jenis yang disukai pula. Naskah mencatat umur pagar sekitar tiga tahun, sesudah itu perlu diganti dengan kayu yang baru. Pohon Wiki dan Wile, menurut warga, masih mudah diperoleh untuk keperluan itu karena tersedia di alam sekitar kampung.

Urutan berikutnya ditempati bahan bangunan. Untuk mendirikan honai, Wiki dan Wile dipilih oleh semua responden. Alasannya serupa: kayunya kuat, mudah dikerjakan, dan harganya murah di pasaran. Warga mendapatkan kayu Wiki dari hutan di sekitar kampung dan juga membelinya dari penjual kayu lokal. Setelah lima sampai sepuluh tahun, kayu honai perlu diganti karena mulai lapuk dan berkurang kekuatannya.

Baca juga Iki Paleg Suku Dani: Potong Jari yang Kini Ditinggalkan

Api dapur dan api kremasi dari kayu yang sama

Sebagai kayu bakar, Wiki kembali berbagi tempat teratas dengan Wile karena semua responden memilih keduanya. Cara kerjanya dijelaskan warga sendiri. Menurut mereka, kedua jenis kayu itu mudah menyala dan menghasilkan panas yang tinggi. Dua alasan lain mengulang yang sudah disebut pada pagar dan honai: kayunya tersedia di alam, dan harganya murah.

Alasan yang sama dikemukakan warga ketika Wiki dipakai sebagai kayu bakar kremasi. Dalam keperluan ini Wiki paling banyak digunakan, lalu digabungkan dengan empat jenis kayu lainnya dalam jumlah yang lebih sedikit. Persoalannya, Wile punya kelebihan yang sama menurut warga, tetapi Wiki tetap lebih disukai. Para peneliti menulis bahwa Wiki tampaknya memiliki nilai lebih dari sekadar kayu bakar kremasi.

Naskah juga merekam keadaan terbaru upacara jenazah di Kampung Walak. Dari lima jenazah yang ada pada tahun 2020, tiga dikremasi. Yang lainnya dimakamkan dalam tanah menggunakan peti, dan peti itu terbuat dari kayu Wiki. Catatan itu ditempatkan para peneliti sebagai perkembangan saat ini mengenai upacara jenazah pada Suku Dani di kampung tersebut.

Perahu dan alat seni hanya dibuat dari Wiki

Pada dua keperluan terakhir, Wiki tidak punya pendamping. Untuk badan perahu dan alat seni, hanya Wiki yang dipilih masyarakat Suku Dani di Kampung Walak. Alasan yang mereka kemukakan: sifat kayunya kuat, mudah dikerjakan dan dibentuk, serta menghasilkan bunyi yang nyaring. Badan perahu bertahan hanya satu sampai dua tahun, sesudah itu masyarakat perlu membuat perahu baru.

Karena hanya satu jenis kayu yang dipakai, dua keperluan ini mendapat nilai paling rendah bila kelima kayu andalan dihitung bersama. Masing-masing bernilai 20 persen dan berada di peringkat kelima. Naskah menjelaskan sebabnya: empat jenis kayu yang lain sama sekali tidak digunakan warga Kampung Walak untuk kedua keperluan tersebut.

Baca juga Kelambut, Perahu Kayu yang Bersuara bagi Suku Sentani

Kegunaan yang juga dicatat di luar Lembah Baliem

Para peneliti menyandingkan temuan mereka dengan catatan terdahulu. Arobaya dan Pattiselanno pada 2007 melaporkan Wiki sebagai tumbuhan berguna bagi Suku Dani di Lembah Baliem yang biasa dipakai untuk pagar dan kayu bakar. Etnik Kuri di Teluk Wondama memakainya untuk perlengkapan berburu dan alat transportasi. Powel pada 1976 mencatat tumbuhan ini di New Guinea digunakan sebagai alat kesenian, badan perahu, dalam ritual perang, dan untuk membuat perisai.

Dari deretan catatan itu mereka menarik satu pengamatan. “Nampaknya Wiki bukan hanya berguna bagi masyarakat Suku Dani di Lembah Baliem yang berada di daerah dataran tinggi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah pesisir dan dataran rendah Tanah Papua,” tulis Zet Kilungga, Rudi A. Maturbongs, dan Nurhaida I. Sinaga dalam naskahnya. Pohon ini memang disebut punya kisaran ekologis yang luas, tersebar dari dataran rendah sampai pegunungan.

Tumbuh lambat saat kecil, lalu melesat menguasai hutan

Selain bertanya kepada warga, para peneliti menghitung populasi Wiki di hutan sekitar kampung. Dalam satu hektare tercatat 3.750 semai, 500 pancang, 275 tiang, dan 112 pohon Wiki. Para peneliti menyebut struktur itu normal, sebab jumlah semai lebih banyak daripada pancang, tiang, dan pohon. Jumlah 112 pohon per hektare mereka golongkan banyak.

Ukuran dominasi berjalan ke arah sebaliknya. Indeks Nilai Penting, ukuran yang dipakai naskah untuk menilai dominasi suatu jenis, paling tinggi pada tingkat pohon, yakni 156,7 persen. Di bawahnya tiang 61,19 persen, pancang 10,76 persen, dan semai hanya 4,12 persen. Semai Wiki memang banyak, tetapi semai jenis lain lebih banyak lagi, bahkan mencapai lima kali lipat jumlah semai Wiki.

Pohon Wiki saat kecil dan saat dewasaPohon Wiki saat kecil dan saat dewasaPohon Wiki saat kecil dan saat dewasaPopulasi Wiki di hutan sekitar Kampung Walak, Lembah BaliemSemaiPohon3.750 individu112 individuPer hektareTerpusatSangat merataPola sebaran4,12%156,7%Nilai pentingDi antaranya: pancang 500 dan tiang 275 individu per hektare.
Sumber: Zet Kilungga, Rudi A. Maturbongs, dan Nurhaida I. Sinaga, Manfaat Kayu Wiki Falcataria falcata (L) Greuter & R. Rankin dalam Kehidupan Suku Dani di Lembah Baliem Papua, Jurnal Kehutanan Papuasia, 7(2), 2021. Grafik: Cekricek.id

Para peneliti menyebut gejala itu sangat menarik dan menjelaskannya sebagai fase rosset. Pada masa semai, pohon Wiki tumbuh lambat, lalu berangsur-angsur makin cepat seiring waktu. Pada akhir fase tiang, ia terlepas dari fase tersebut dan tumbuh sangat cepat sehingga muncul sebagai jenis dominan utama dalam komunitasnya. Fase semacam ini, tulis mereka, umumnya dijumpai pada tumbuhan palem-paleman, ketika seakan-akan terjadi dormansi yang cukup lama.

Pola sebarannya ikut berubah sepanjang umur. Pada fase semai dan pancang, Wiki tumbuh terpusat, hanya di bagian hutan tertentu, sehingga perlu waktu lebih lama untuk menemukannya. Pada fase tiang ia mulai menyebar agak merata. Setelah menjadi pohon, sebarannya sangat merata. Artinya, menurut naskah, pohon Wiki dapat ditemukan dengan mudah di seluruh bagian hutan.

Baca juga Etnobotani Dayak Meratus Catat 30 Tumbuhan, Daun Terbanyak

Aman di hutan, tetapi diminta tetap ditanam

Dari angka-angka itu para peneliti menyimpulkan status populasi Wiki di areal hutan sekitar Kampung Walak tergolong aman. Dasarnya dua: ukuran populasinya besar, dan ia menjadi jenis pohon dominan dengan Indeks Nilai Penting berkisar 135,47 sampai 159,7 persen. Secara global, tulis mereka, status konservasi Wiki stabil sehingga dikategorikan Least Concern oleh International Union for Conservation of Nature pada 2020.

Cakupan penelitian ini satu kampung. Keterangan pemanfaatan berasal dari 30 responden di satu kampung, terdiri atas 27 laki-laki dan tiga perempuan, dan hitungan populasi dilakukan di hutan sekitar kampung yang sama.

Wiki dan keempat jenis lainnya, menurut mereka, perlu dipertahankan bahkan dikembangkan populasinya supaya selalu tersedia di alam. Demi menjaga ketahanan hidup Suku Dani di Kampung Walak dan kampung-kampung lain di Lembah Baliem, mereka menyarankan Wiki, Wile, Pabi, Pum, dan Wip dijadikan jenis utama dalam program rehabilitasi hutan dan penghijauan lahan.

Wiki dipakai untuk enam keperluan oleh semua responden, dari pagar sampai alat seni. Di hutan sekitar Kampung Walak, pohon itu tetap tercatat 112 batang per hektare, tersebar sangat merata, dan menjadi jenis dominan. Para peneliti menggolongkannya aman, lalu menutup naskah dengan saran agar pohon itu ikut ditanam kembali.

Bagikan

Baca Juga

Perempuan Nuaulu Tak Boleh Jadi Raja tapi Berperan saat Kelahiran
Dosen ITS Sebut Greenwashing Bisa Dikategorikan Bentuk Penipuan
Api di Hutan, Pasal di Ladang: Karhutla dan Peladang Adat
Padi Orang Baduy Tak Dijual, Disimpan di Leuit sampai Lima Tahun
Daun Gatal Jadi Andalan Suku Nuaulu Meredakan Nyeri Sendi
Makin Banyak Ozon Dihirup Ibu Hamil, Makin Sering Diabetes