Malam Lebih Gerah, Tidur Warga Tiongkok Sedikit Lebih Pendek

A A

Ilustrasi tangan pria berkaus biru menyentuh layar jam pintar bertali putih di pergelangan [Foto: Pexels]

  • Gelang pelacak mencatat 1.245.817 malam tidur milik 7.682 warga Tiongkok antara 2017 dan 2019.
  • Di musim panas, tiap kenaikan satu derajat suhu malam maksimum berkaitan dengan total tidur berkurang 0,90 menit.
  • Penurunan terbesar ada pada tidur ringan, dan paling terasa pada lansia serta orang dengan obesitas.
  • Di kota berpendapatan tinggi, kaitan bermakna antara malam panas dan lama tidur tidak ditemukan.
Daftar Isi
  1. Gelang di Pergelangan Tangan
  2. Mengukur Gerahnya Malam
  3. Malam-Malam Musim Panas
  4. Malam-Malam Musim Dingin
  5. Kota Kaya, Kota Sederhana
  6. Kembali ke Gelang

Sebuah gelang melingkar di pergelangan tangan, dan setiap malam alat kecil itu mencatat berapa lama pemakainya terlelap. Di dalamnya bekerja akselerometer tiga sumbu dan sensor fotopletismografi yang melacak gerak, tidur, dan denyut jantung. Catatannya bahkan memisahkan lama tidur ringan dari lama tidur dalam, dalam hitungan menit, untuk setiap malam.

Dari gelang semacam itu terkumpul 1.245.817 malam tidur milik 7.682 warga Tiongkok antara 2017 dan 2019. Setiap malam kemudian dipasangkan dengan suhu udara per jam di kota tempat tinggal pemakainya. Hasilnya memperlihatkan pola ini: pada musim panas, malam yang lebih gerah berjalan seiring dengan tidur yang sedikit lebih pendek.

Temuan itu ditulis Peining Zhou dan rekan dari Departemen Penyakit Pernapasan dan Perawatan Kritis, Rumah Sakit Pertama Universitas Peking, bersama peneliti Departemen Kesehatan Global, Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Peking. Artikel mereka, Nighttime temperature and sleep duration in the Chinese population, terbit di jurnal BMC Public Health volume 26 tahun 2026.

Gelang di Pergelangan Tangan

Gelang yang dipakai adalah gelang konsumen buatan Zepp Health Corp. Menurut para penulis, gelang jenis ini sudah banyak dipakai dalam riset sebelumnya, dan di pasar Tiongkok maupun dunia pangsanya sangat besar. Sebelum dijual, gelang itu juga telah lolos uji ketepatan internal dan disetujui untuk pemantauan kesehatan mandiri.

Tidak semua malam ikut dihitung. Pemakainya harus terdaftar berusia sedikitnya 14 tahun, dengan indeks massa tubuh dari 15 sampai di bawah 45, dan lama tidur yang dicatat harus lebih dari 180 menit tetapi kurang dari 720 menit. Data demografi dan data tidur itu dianalisis dalam bentuk anonim.

Seluruh catatan lalu dibelah dua menurut musim. Malam antara Mei dan Oktober masuk musim panas, sedangkan November sampai April masuk musim dingin. Musim panas menyumbang 621.837 catatan dari 3.908 peserta, dan musim dingin 623.990 catatan dari 3.777 peserta.

Pemakai gelang itu sebagian besar perempuan. Pada musim panas, perempuan berjumlah 3.021 orang atau 77,3 persen, dan laki-laki tidak sampai seperempat. Lebih dari separuh peserta berusia 44 tahun ke bawah, sementara yang berusia 65 tahun ke atas 441 orang atau 11,3 persen. Sebaran tempat tinggalnya pun beragam. Sekitar 32 persen peserta berasal dari kota-kota super, 23 persen dari kota ibu kota, dan 45 persen dari kota lainnya. Perbandingan catatan pada hari libur dan hari kerja kira-kira satu banding empat.

Baca juga Saat Panas Terik, Petani Lebih Sering Tidur Siang tapi Singkat

Mengukur Gerahnya Malam

Rata-rata lama tidur per malam menurut musimTotal tidur: Musim panas 411,97, Musim dingin 428,83; Tidur ringan: Musim panas 312,00, Musim dingin 322,61; Tidur dalam: Musim panas 99,97, Musim dingin 106,22.Rata-rata lama tidur per malam menurutmusimMenit per malam; musim panas Mei-Oktober (n = 3.908),musim dingin November-April (n = 3.777)Musim panasMusim dingin0100200300400500411,97428,83Total tidur312,00322,61Tidur ringan99,97106,22Tidur dalamTabel 1: karakteristik dasar peserta
Sumber: Peining Zhou dan rekan, Nighttime temperature and sleep duration in the Chinese population, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Malam di sini punya batas yang jelas. Para penulis menghitungnya dari pukul 22.00 sampai pukul 07.00 keesokan harinya. Suhu per jam di tingkat kota diambil dari ERA5-Land, data reanalisis Eropa generasi kelima, lalu dicocokkan dengan alamat tinggal yang dilaporkan peserta.

Untuk mengukur seberapa gerah sebuah malam, mereka memakai ukuran kelebihan panas malam. Setiap jam yang suhunya melewati ambang, yakni persentil ke-90 suhu minimum selama tiga tahun, dihitung kelebihannya lalu dijumlahkan. Kelebihan dingin malam dihitung dengan cara serupa pada musim dingin, memakai ambang persentil ke-10.

Pada musim panas, suhu malam rata-rata 18,19 derajat Celsius dan suhu malam maksimum 19,90 derajat. Kelebihan panas malam rata-rata 2,79 derajat, dan malam panas berlangsung rata-rata 1,63 jam per malam. Pada musim dingin, suhu malam rata-rata turun ke 5,38 derajat, dengan suhu malam minimum 4,21 derajat.

Lama tidurnya juga berbeda antarmusim. Pada musim panas, total tidur rata-rata 411,97 menit per malam, terdiri atas tidur ringan 312,00 menit dan tidur dalam 99,97 menit. Pada musim dingin, total tidur rata-rata 428,83 menit, dengan tidur ringan 322,61 menit dan tidur dalam 106,22 menit.

Malam-Malam Musim Panas

Di bulan-bulan gerah, setiap kenaikan satu derajat suhu malam maksimum berkaitan dengan berkurangnya total tidur sebanyak 0,90 menit. Tidur ringan berkurang 0,66 menit, dan tidur dalam 0,24 menit. Kaitan itu sudah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan minum dan merokok, jenis hari, serta tingkat perkembangan kota.

Ukuran lain menunjuk ke arah yang serupa. Setiap tambahan lima derajat kelebihan panas malam berkaitan dengan berkurangnya total tidur 0,81 menit, terutama dari tidur ringan yang berkurang 0,77 menit. Setiap tambahan satu jam malam panas berkaitan dengan berkurangnya total tidur 0,49 menit, dengan tidur ringan berkurang 0,44 menit.

Para penulis punya penjelasan mengapa tidur ringan yang paling terkena. Selama tidur ringan, tubuh masih menyisakan sebagian kemampuannya mengatur suhu, sehingga tahap ini rentan terhadap gangguan panas. Walau tidur dalam paling memulihkan, tidur ringan tetap penting untuk pengolahan pikiran, pengaturan suasana hati, dan keteraturan siklus tidur.

Mereka juga menguraikan apa yang terjadi di dalam tubuh. Saat tidur dimulai, suhu inti tubuh biasanya turun, tetapi malam yang panas mempersempit selisih suhu yang dibutuhkan tubuh untuk melepas panas. Suhu inti pun naik dan tidur menjadi lebih sulit, sementara keringat yang menumpuk di kulit bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Siang hari ternyata ikut berperan. Pola siang panas saja, tanpa malam panas sebelumnya, berkaitan bermakna dengan berkurangnya total tidur, terutama tidur ringan. Pola malam panas saja tidak menunjukkan efek bermakna, yang menurut para penulis kemungkinan karena sampelnya kecil, hanya 19 pengamatan.

Setelah efek tunda suhu siang hari diperhitungkan, suhu malam maksimum, kelebihan panas malam, dan lama malam panas masih berkaitan dengan berkurangnya tidur ringan. Efeknya secara umum menjadi lebih kecil. Para penulis juga mencatat bahwa hasil riset terdahulu mirip dengan temuan mereka, hanya dengan nilai efek yang sedikit lebih besar.

Para penulis juga menyinggung kebiasaan tidur di Tiongkok. Karena jam kerja dan kebiasaan hidup, rata-rata lama tidur penduduk Tiongkok lebih pendek dan kurang tidur lebih umum terjadi. Keadaan itu, tulis mereka, dapat menghasilkan perkiraan yang konservatif tentang prevalensi kurang tidur akibat gelombang panas.

Baca juga Suhu Ekstrem dan PM2.5 Naikkan Kematian di Tiongkok

Malam-Malam Musim Dingin

Di sisi lain kalender, ketika udara malam mendingin, arah hubungannya berbalik. Setiap penurunan satu derajat suhu malam minimum berkaitan dengan bertambahnya total tidur 0,63 menit. Tambahan itu terbagi hampir rata, yakni tidur ringan 0,29 menit dan tidur dalam 0,34 menit.

Malam panas dan malam dingin bergerak berlawanan arahTotal tidur: Malam panas, per jam -0,49, Malam dingin, per jam 0,84; Tidur ringan: Malam panas, per jam -0,44, Malam dingin, per jam 0,40; Tidur dalam: Malam panas, per jam -0,04, Malam dingin, per jam 0,41.Malam panas dan malam dingin bergerakberlawanan arahPerubahan lama tidur (menit) per tambahan satu jam malampanas atau dinginMalam panas, per jamMalam dingin, per jam-1,0-0,50,51,00Total tidur-0,490,84Tidur ringan-0,440,40Tidur dalam-0,040,41Tabel 2: model efek campuran, disesuaikan usia, jenis kelamin, BMI,dan lainnya
Sumber: Peining Zhou dan rekan, Nighttime temperature and sleep duration in the Chinese population, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Lama malam dingin memperlihatkan gambaran yang sama. Setiap tambahan satu jam malam dingin berkaitan dengan bertambahnya total tidur 0,84 menit, dengan tidur ringan bertambah 0,40 menit dan tidur dalam 0,41 menit. Para penulis mencatat bahwa pada musim dingin, ukuran dingin malam berdampak hampir setara pada tidur ringan dan tidur dalam.

Pola cuaca harian menguatkan hal itu. Pola malam dingin saja dan pola siang serta malam yang sama-sama dingin berkaitan dengan bertambahnya total tidur, baik tidur ringan maupun tidur dalam. Setelah efek tunda suhu siang disesuaikan, suhu malam minimum tetap berkaitan secara bermakna dengan lama tidur ringan dan tidur dalam.

Penjelasan yang ditawarkan para penulis datang dari dalam rumah. Pemanas atau pendingin udara kemungkinan menaikkan suhu ruangan ke zona termonetral, rentang suhu ketika tubuh beristirahat dengan pembakaran energi paling rendah. Di zona itu, manusia biasanya merasa nyaman, dan kenyamanan itu mendukung tidur yang lebih baik.

Pada musim dingin, kaitan paling kuat terlihat pada mereka yang berusia di bawah 65 tahun, yang berat badannya rendah dengan indeks massa tubuh di bawah 18,5, dan yang tinggal di kota berpendapatan rendah. Pada kelompok itu, kelebihan dingin malam dan lama malam dingin sama-sama berkaitan dengan tidur yang lebih panjang.

Kota Kaya, Kota Sederhana

Kembali ke musim panas, tidak semua pemakai gelang merasakan hal yang sama. Peserta berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang tergolong obesitas, dengan indeks massa tubuh 28 atau lebih, mengalami penurunan lama tidur yang paling besar, terutama pada tidur ringan.

Para penulis mengaitkan kerentanan lansia dengan menurunnya kemampuan mengatur suhu tubuh seiring usia. Orang yang lebih tua juga sering kurang leluasa mengatur lingkungan tidurnya, misalnya menyalakan pendingin udara, dibandingkan orang yang lebih muda. Pada orang dengan obesitas, tubuh lebih sulit melepas panas.

“Lansia dan orang dengan obesitas lebih rentan terhadap gangguan tidur yang berkaitan dengan panas,” tulis Zhou dan rekan dalam ringkasan hasil mereka, sebagaimana diterjemahkan dari naskah berbahasa Inggris.

Jarak antarkota juga terlihat. Di kota berpendapatan rendah, suhu malam maksimum, kelebihan panas malam, dan lama malam panas berkaitan secara bermakna dengan total tidur, tidur dalam, dan tidur ringan. Di kota berpendapatan tinggi, kaitan bermakna itu tidak ditemukan.

Menurut para penulis, perbedaan itu kemungkinan karena sistem pengatur suhu dalam ruangan di kota yang lebih kaya lebih baik. Sementara itu, kebiasaan merokok, minum alkohol, jenis hari antara libur dan kerja, maupun kategori kota tidak menghasilkan perbedaan bermakna.

Baca juga Tidur Tujuh Jam Seiring Daya Pikir Terbaik di Usia 50 ke Atas

Satu hal lagi tidak bergeser. Lama terjaga setelah tertidur tidak berkaitan secara bermakna dengan suhu malam, baik pada musim panas maupun musim dingin. Para penulis membacanya sebagai petunjuk bahwa pengaruh suhu terhadap total tidur mungkin tidak terutama berjalan lewat lamanya terjaga di tengah malam.

Kembali ke Gelang

Gelang yang menjadi sumber data itu juga membawa batasnya sendiri. Pemakainya lebih banyak berusia muda dan paruh baya, perempuan, dan berasal dari daerah yang relatif maju, sehingga temuan ini mungkin tidak bisa diberlakukan untuk semua orang. Keterangan peserta pun berasal dari laporan mereka sendiri.

Para penulis juga mengakui gelang konsumen tidak setepat polisomnografi, alat pemantau tidur profesional, dan algoritmanya tidak mereka uji dengan alat itu. Suhu yang dipakai adalah suhu udara luar, tanpa memperhitungkan pendingin atau pemanas ruangan, sementara kelembapan dan curah hujan tidak disesuaikan. Siang yang lebih panjang pada musim panas juga disebut bisa memengaruhi lama tidur dan perlu diteliti lebih jauh.

Di bagian simpulan, Zhou dan rekan menulis, “Studi ini menegaskan potensi dampak pemanasan malam akibat perubahan iklim terhadap lama tidur, dan menyoroti peluang memperpanjang tidur dengan mengoptimalkan lingkungan termal pada musim panas, terutama bagi mereka yang berusia lebih tua dan berindeks massa tubuh lebih tinggi.”

Dalam catatan gelang 2017 sampai 2019 itu, tidur pada musim panas cenderung sedikit lebih pendek ketika malam lebih gerah, dan pengurangan terbesar ada pada tidur ringan.

Bagikan

Baca Juga

Warga Suzhou Kian Menua, Kematian Kanker dan Kardiovaskular Naik
Perokok Berat Timur Laut China Rentan Darah Tinggi dan Diabetes
Pekerja TI Wuhan Duduk Tujuh Jam, Satu dari Lima Bergejala Cemas
Hubungan Buruk dengan Pembimbing Seiring Cemas Mahasiswa Tiongkok
Cegah Karhutla, Guru Besar UNAIR Usul Ekonomi Gambut Basah
Suami Perokok, Istri di Tiongkok Lebih Berpeluang Kena Diabetes