- Proporsi warga Suzhou berusia 60 tahun ke atas naik dari 16,24 persen pada 2000 menjadi 25,51 persen pada 2020.
- Jumlah kematian kanker naik dari 10.524 menjadi 14.754, tetapi angka terstandar usianya turun dari 120,26 menjadi 80,47 per 100.000.
- Kematian akibat penyakit pernapasan kronis menyusut dari 6.437 menjadi 3.399 dan terutama ditekan faktor nondemografis.
- Diabetes adalah satu-satunya penyakit yang angka kematian terstandar usianya ikut naik, dari 6,20 menjadi 7,65 per 100.000.
Daftar Isi
- Penduduk Lansia Bertambah, Penduduk Sangat Tua Ikut Bertambah
- Angka Kematian Kasar Naik, Angka Terstandar Usia Turun
- Kanker dan Kardiovaskular, Kenaikan yang Didorong Penuaan
- Paru Kronis Menyusut, Diabetes Merayap Naik
- Tahun Hidup yang Hilang dan Kematian Sebelum Usia 70
- Yang Belum Tertangkap Data dan Pekerjaan Berikutnya
Jumlah warga Suzhou yang meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah naik dari 11.609 menjadi 17.662 orang dalam dua dekade, sementara kematian akibat penyakit pernapasan kronis justru menyusut dari 6.437 menjadi 3.399. Dua catatan itu berasal dari kota yang sama dan penduduk yang sama, pada rentang 2000 hingga 2020. Sebuah kajian dari kota di Delta Sungai Yangtze itu menimbang dua hal sekaligus untuk memahami arah yang bertolak belakang ini: umur warga yang terus bertambah, dan segala perubahan lain di luar susunan usia.
Kajian itu ditulis Chunyan Huang dan rekan dari Departemen Penyakit Tidak Menular Kronis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Suzhou, bersama Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Kedokteran Nanjing. Judulnya Population aging and changes in mortality from four major noncommunicable diseases in Suzhou, China: A population-based study from 2000 to 2020, terbit di jurnal BMC Public Health pada 2026. Mereka menelusuri empat penyakit tidak menular utama, yakni kanker, penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes.
Data kematiannya berasal dari sistem pencatatan kematian CDC Suzhou, sedangkan data penduduk berdomisili terdaftar diambil dari Biro Keamanan Publik Suzhou. Survei kematian yang tak terlapor dijalankan sedikitnya sekali tiap tiga tahun, dan angka yang luput selalu di bawah 5 persen. Perubahan angka kematian lalu dipilah menjadi bagian yang berasal dari bergesernya susunan usia dan bagian sisa yang disebut faktor nondemografis.
Penduduk Lansia Bertambah, Penduduk Sangat Tua Ikut Bertambah
Pada 2000, warga berusia 60 tahun ke atas di Suzhou berjumlah 937.597 orang atau 16,24 persen dari penduduk terdaftar. Dua puluh tahun kemudian jumlahnya 1.870.825 orang, atau 25,51 persen. Rata-rata perubahan persentase tahunan proporsi itu tercatat 2,46 persen.
Kelompok berusia 65 tahun ke atas tumbuh lebih cepat. Proporsinya naik dari 11,60 persen menjadi 19,17 persen, dengan rata-rata kenaikan tahunan 2,68 persen. Di dalam kelompok lansia itu sendiri, porsi warga berusia 80 tahun ke atas di antara mereka yang berusia 60 tahun ke atas juga naik, dari 11,34 persen menjadi 15,72 persen. Para penulis menggambarkannya sebagai penduduk lansia yang ikut menua.
Pada laki-laki, proporsi warga berusia 60 tahun ke atas naik dari 15,15 persen menjadi 24,94 persen. Pada perempuan, angkanya bergerak dari 17,31 persen menjadi 26,04 persen. Laju tahunan laki-laki tercatat 2,66 persen dan perempuan 2,14 persen. Porsi warga berusia 80 tahun ke atas di antara lansia pada 2020 tercatat 18,00 persen pada perempuan dan 13,22 persen pada laki-laki.
Paper itu juga mencantumkan angka nasional. Menurut sensus penduduk nasional ketujuh pada 2020, 18,73 persen penduduk Tiongkok berusia 60 tahun ke atas dan 13,52 persen berusia 65 tahun ke atas. Untuk Suzhou, para peneliti menyimpulkan bahwa tingkat penuaan penduduknya telah mencapai ambang masyarakat menua dan terus menguat dari waktu ke waktu.
Baca juga Suhu Ekstrem dan PM2.5 Naikkan Kematian di Tiongkok
Angka Kematian Kasar Naik, Angka Terstandar Usia Turun
Kanker dan penyakit kardiovaskular menunjukkan pola yang serupa. Pada kanker, jumlah kematian naik dari 10.524 menjadi 14.754, dan angka kematian kasar naik dari 182,24 menjadi 201,15 per 100.000 penduduk. Namun setelah disetarakan dengan susunan usia penduduk standar dunia, angka kematian terstandar usianya justru turun dari 120,26 menjadi 80,47 per 100.000.
Pada kasus kedua, penyakit kardiovaskular, jumlah kematian naik dari 11.609 menjadi 17.662. Angka kematian kasarnya naik dari 201,03 menjadi 240,80 per 100.000, sementara angka terstandar usianya turun dari 119,32 menjadi 74,89 per 100.000. Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian terbanyak di antara keempat penyakit itu pada 2000 maupun 2020, disusul kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes.
Menurut para peneliti, pola ini menunjukkan bahwa perubahan angka kematian kasar dipengaruhi susunan usia penduduk, sejalan dengan tren nasional. Karena penduduk lansia lebih banyak pada perempuan, penurunan angka terstandar usia kanker dan kardiovaskular lebih besar pada perempuan. Rata-rata penurunan tahunan angka terstandar kanker tercatat 2,12 persen pada perempuan dan 1,90 persen pada laki-laki, sedangkan pada kardiovaskular 2,66 persen dan 2,31 persen.
Di sisi laki-laki, angka kematian kasar kanker dan penyakit pernapasan kronis hampir dua kali angka perempuan. Di sisi perempuan, angka kematian kasar kardiovaskular dan diabetes yang lebih tinggi. Setelah standardisasi usia, laki-laki tercatat lebih tinggi untuk kanker, kardiovaskular, dan pernapasan kronis, sedangkan untuk diabetes tidak ditemukan perbedaan bermakna. Para penulis menyebut beban kematian kanker dan kardiovaskular yang lebih berat pada laki-laki itu kemungkinan berkaitan dengan prevalensi dan paparan kumulatif merokok serta minum alkohol yang lebih tinggi pada laki-laki.
Kanker dan Kardiovaskular, Kenaikan yang Didorong Penuaan
Di sinilah pemilahan dua faktor itu bekerja. Untuk kanker, penuaan penduduk menambah 76,13 kematian per 100.000 penduduk, sedangkan faktor nondemografis menekan 57,22 per 100.000. Untuk kardiovaskular, penuaan menambah 132,51 per 100.000, sementara faktor nondemografis menekan 92,74 per 100.000. Pada kedua penyakit, dua kekuatan itu bekerja berlawanan arah, dan bagian dari penuaan yang lebih besar.
Dalam bentuk persentase, kontribusi penuaan terhadap naiknya angka kematian kanker tercatat 402,58 persen dan terhadap kardiovaskular 333,20 persen. Catatan tabel paper menjelaskan bahwa angka di atas 100 persen menandakan penuaan dan faktor nondemografis bergerak ke arah berlawanan. Pengaruh penuaan pada kanker paling menonjol di kalangan perempuan, dengan kontribusi 962,56 persen, sedangkan pada laki-laki 315,69 persen.
Para peneliti mencatat bahwa kajian di Provinsi Shandong dan di Shanghai juga menemukan naiknya angka kematian kanker dan kardiovaskular terutama didorong penuaan penduduk. Pada saat yang sama, angka tahun hidup yang hilang per 100.000 penduduk dan kematian dini untuk kedua penyakit itu di Suzhou menurun. Menurut para penulis, kemajuan teknologi medis, diagnosis dan pengobatan dini, kesadaran kesehatan, serta pengelolaan faktor risiko kemungkinan ikut membantu.
Baca juga Kanker di Laos Sebagian Besar Tak Pernah Tercatat Rumah Sakit
Paru Kronis Menyusut, Diabetes Merayap Naik
Penyakit pernapasan kronis menempuh jalan sebaliknya. Jumlah kematiannya turun dari 6.437 menjadi 3.399, angka kematian kasarnya dari 111,47 menjadi 46,34 per 100.000, dan angka terstandar usianya dari 63,80 menjadi 13,57 per 100.000. Penurunan angka terstandar usia terutama cepat pada perempuan, dengan rata-rata 8,67 persen per tahun.
Pemilahan menunjukkan faktor nondemografis menekan angka kematian penyakit ini sebesar 122,55 per 100.000, sementara penuaan justru menambahnya 57,43 per 100.000. Kontribusi faktor nondemografis tercatat 188,17 persen. Para penulis menyebut penuaan sebagai penahan laju penurunan itu, dengan efek yang lebih kuat pada laki-laki. Menurut para penulis, perbaikan ini berbarengan dengan pengendalian tembakau, mutu udara yang membaik, dan layanan kesehatan yang lebih baik di Suzhou.
Di sisi lain, diabetes adalah satu-satunya dari empat penyakit itu yang angka kematian terstandar usianya ikut naik. Jumlah kematiannya bertambah dari 587 menjadi 1.639, angka kasarnya dari 10,17 menjadi 22,35 per 100.000, dan angka terstandar usianya dari 6,20 menjadi 7,65 per 100.000. Kenaikan angka terstandar usia itu bermakna secara statistik hanya pada laki-laki, dengan rata-rata 2,56 persen per tahun.
“Meskipun diabetes menyumbang kematian paling sedikit di antara empat penyakit tidak menular utama, penyakit ini menunjukkan perubahan angka kematian dan beban kematian yang paling tidak menggembirakan,” tulis Huang dan rekan, diterjemahkan dari bahasa Inggris. Berbeda dengan tiga penyakit lain, kenaikan diabetes ditopang dua faktor sekaligus. Penuaan menyumbang 61,82 persen dan faktor nondemografis 38,18 persen, dengan perbedaan antarjenis kelamin yang kecil.
Tahun Hidup yang Hilang dan Kematian Sebelum Usia 70
Ukuran berikutnya dalam paper ialah tahun hidup yang hilang. Pada kanker, jumlahnya naik dari 300.626,58 menjadi 320.789,57 tahun, tetapi angkanya per 100.000 penduduk turun dari 5.205,95 menjadi 4.373,60. Pada kardiovaskular, jumlahnya naik dari 227.572,59 menjadi 243.596,95 tahun, sedangkan angkanya per 100.000 turun dari 3.940,87 menjadi 3.321,16.
Pada penyakit pernapasan kronis, tahun hidup yang hilang menyusut dari 109.042,48 menjadi 41.892,67 tahun, dan angkanya per 100.000 penduduk dari 1.888,29 menjadi 571,16. Pada diabetes, arahnya terbalik, dari 14.189,35 menjadi 27.843,47 tahun, dengan angka per 100.000 naik dari 245,72 menjadi 379,61. Rata-rata perubahan tahunan angka ini tercatat turun 5,75 persen untuk pernapasan kronis dan naik 2,22 persen untuk diabetes.
Baca juga Biaya Berobat Diabetes di Desa Bangladesh Terbanyak untuk Obat
Kematian dini, yakni peluang meninggal akibat salah satu dari empat penyakit itu pada usia 30 sampai 70 tahun, bergerak dengan pola serupa. Pada kanker angkanya turun dari 9,16 persen menjadi 5,03 persen, pada kardiovaskular dari 4,76 persen menjadi 1,87 persen, dan pada pernapasan kronis dari 1,86 persen menjadi 0,20 persen. Pada diabetes, angka itu turun tipis dari 0,40 persen menjadi 0,30 persen, dan penurunannya tidak bermakna secara statistik.
Rata-rata penurunan tahunan kematian dini tercatat 3,10 persen untuk kanker, 4,70 persen untuk kardiovaskular, dan 10,26 persen untuk pernapasan kronis. Penurunan angka tahun hidup yang hilang per 100.000 dan kematian dini akibat penyakit pernapasan kronis menempati urutan pertama di antara keempat penyakit. Untuk diabetes, para penulis menilai faktor risikonya belum membaik dan bahkan mungkin meningkat.
Yang Belum Tertangkap Data dan Pekerjaan Berikutnya
Para peneliti menyebut beberapa keterbatasan. Diabetes mungkin kurang tercatat sebagai penyebab dasar kematian, karena kerap dicatat sebagai kondisi penyerta atau digolongkan ke penyebab kardiovaskular pada pasien dengan banyak penyakit. Data faktor risiko perorangan dan biaya medis juga tidak tersedia, sehingga hubungan faktor-faktor itu dengan kematian tidak dapat ditetapkan.
Kajian ini pun hanya mencakup penduduk terdaftar Suzhou, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya berlaku bagi pendatang tak terdaftar yang bisa berbeda dalam susunan usia, kondisi sosial ekonomi, dan kebiasaan berobat. Untuk diabetes, para penulis menduga polanya mencerminkan faktor risiko metabolik yang menetap, seperti obesitas, lemak perut, kurang gerak, pola makan tidak sehat, hipertensi, dan dislipidemia, beserta tantangan dalam kesadaran, pengobatan, dan pengendalian diabetes.
“Penuaan penduduk adalah pendorong utama naiknya angka kematian keempat penyakit tidak menular ini, tetapi faktor nondemografis telah meredam dampaknya secara bermakna,” tulis para peneliti dalam simpulannya. Di satu sisi, Suzhou mencatat kemajuan dalam mencegah dan mengendalikan kematian akibat empat penyakit tersebut. Di sisi lain, penyakit tidak menular tetap menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat, dan menurut mereka tantangannya kini juga terletak pada perawatan kesehatan pasien lansia dengan penyakit penyerta yang rumit.















