Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII)?

Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) adalah Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) adalah perubahan lanjutan dari Partai Sarekat Islam. Partai Sarekat Islam Indonesia dibentuk pada tahun 1930 sebagai keputusan kongres Partai Sarekat Islam.

Partai Sarekat Islam Indonesia dipimpin oleh H. O. S. Tjokroaminoto dan H. Agus Salim. Partai Sarekat Islam Indonesia menjunjung semangat Pan-Islamisme dan merupakan salah satu organisasi Islam terpenting pada masanya.

Pada tahun yang sama dengan pembentukannya, Partai Sarekat Islam Indonesia berselisih pendapat dengan kaum nasionalis non-agama berkenaan dengan suara-suara dr. Soetomo yang menyakiti perasaan para pimpinan partai.

Partai ini kemudian juga keluar dari Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia sebagai reaksinya terhadap perselisihan itu.

Alasan yang dikemukakan secara resmi menyebutkan bahwa Anggaran Dasar PSII bertentangan dengan Anggaran Dasar PPPKI.

Pasca keluarnya PSII dari PPPKI, PSII kehilangan banyak pengaruh politiknya.

Dalam kalangan agama kemudian muncul ke permukaan Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, sedangkan dari kalangan non-agama muncul pula Indonesische Studieclub dan PNI.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung