Politik Bebas Aktif

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Politik Bebas Aktif?

Politik Bebas Aktif adalah konsep politik luar negeri yang digunakan oleh Indonesia. “Bebas” berarti bebas menentukan sikap ke masalah-masalah internasional dan lepas dari pengaruh Blok Timur dengan paham komunisnya dan Blok Barat dengan paham liberalnya.

Sedangkan arti kata “aktifadalah selalu aktif dalam membina perdamaian dunia internasional.

Setelah diproklamasikannya kemerdekaan tahun 1945, dalam rangka menjalan roda pemerintahan, pemerintah RI memegang prinsip politik ini. Prinsip politik ini mengharuskan RI menjalin hubungan luar negara.

Selama menjalankan prinsip politik tersebut RI menjalin hubungan bilateral dengan beberapa Negara, termasuk Belanda. Pemilihan prinsip politik ini dilandasi oleh kebutuhan dukungan dari luar negeri untuk mempertahankan kemerdekaan.

Prinsip politik tersebut dijalankan oleh pemerintah hingga 1949 yang menghasilkan beberapa peristiwa penting.

Diantara keterlibatan PBB dalam mebahas masalah RI yang menghasilkan perjanjian, seperti perjanjian Linggarjati tahun 1947, pembentukan Komisi Tiga Negara (KTN) dari 1947 hingga perundingan Renville.

Politik bebas-aktif adalah prinsip politik damai dan bersedia melakukan perundingan untuk menyelesaikan persoalan politik dan sikap berperang untuk membela diri apabila diserang. Politik bebas-aktif berakhir pada 1949.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda