Sarekat Islam

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Sarekat Islam?

Sarekat Islam adalah pada awalnya Sarekat Islam (SI) bernama Sarekat Dagang Islam (SDI), yang didirikan oleh seorang pengusaha batik, yang bernama Haji Samanhudi, pada 1911 di Surakarta.

SI dianggap sebagai salah satu gerakan yang paling menonjol dan bahkan membuat pemerintah kolonial Belanda sangat khawatir akan perkembangan SI yang makin pesat yang bisa membahayakan pemerintah kolonial.

Organisasi ini didirikan oleh para tokoh SDI, yaitu HOS Cokroaminoto, Abdul Muis, dan juga Haji Agus Salim.

Organisasi ini memiliki jumlah massa yang cukup banyak dan berkembang sampai ke luar Jawa, dengan pusat kegiatan di Jawa. Ketika itu organisasi ini memiliki pengaruh yang cukup kuat di Indonesia dan bahkan dianggap membahayakan bagi pemerintahan kolonial Belanda.

Meskipun demikian, gubernur jenderal saat itu, yaitu Gubernur Jenderal Idenburg tidak menolak kehadiran SI dan pada 1913 ia memberikan pengakuan resmi kepada SI.

Meskipun demikian, pemerintah kolonial mencoba untuk mengendalikan SI, karena SI juga memiliki banyak cabang, dan itu harus dihambat perkembangannya. Untuk menghambat perkembangan SI.

Pemerintah kolonial kemudian membentuk Central Sarekat Islam (CSI). Melalui CSI, pemerintah kolonial dapat mengetahui gerak-gerik SI, sehingga setiap gerakan SI dapat diketahui.

Dalam perjalanannya, SI mengalami perpecahan, karena adanya penyusupan aliran kiri, yang kemudian memengaruhi beberapa anggotanya, sehingga kemudian menimbulkan konflik internal.

Akibat dari konflik ini adalah Sarekat Islam terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu Sarekat Islam Putih dan Sarekat Islam Merah.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung