Amir Sjarifuddin

Kamus Sejarah Indonesia - Amir Sjarifuddin adalah Tokoh nasionalis yang lahir di Medan pada 1907. Ia berperan mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) pada 1937.

Amir Sjarifuddin. [Foto: Istimewa]

Siapa Amir Sjarifuddin?

Amir Sjarifuddin adalah Tokoh nasionalis yang lahir di Medan pada 1907. Ia berperan mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) pada 1937. Karena aktivitas bawah tanahnya, ia ditangkap oleh pemerintah pendudukan Jepang dan terancam hukuman mati. Namun nyawanya terselamatkan berkat campur tangan Sukarno.

Setelah proklamasi kemerdekaan, ia turut mendirikan Partai Sosialis bersama Sutan Sjahrir. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan pada kabinet Sjahrir.

Amir menjadi Perdana Menteri pada 3 Juli 1947 dan mengetuai delegasi Indonesia dalam sejumlah perundingan yang menghasilkan Perundingan Renville pada Januari 1948.

Citra namanya menjadi buruk akibat peranannya dalam Perundingan Renville, dan akhirnya memilih bergabung dengan Oposisi Radikal terhadap pemerintahan Sukarno Hatta.

Kemudian ia membentuk Front Demokrasi Rakyat pada Februari 1948. Pada September 1948 ia bergabung dalam pemberontakan Madiun yang gagal melawan pemerintahan Sukarno.

Amir Sjarifuddn mati tertembak oleh pasukan pemerintah pada 20 Desember 1948.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda