Abdul Azis Saleh

Abdul Azis Saleh adalah Menteri Kesehatan Indonesia ke-9, Menteri Pertanian Indonesia ke-12, Menteri Perindustrian Kerajinan Indonesia periode 1964-1966, hingga menjadi Menteri Koordinator Kompartemen Perindustrian Indonesia. Lahir di Boyolali pada tahun 1914.

Abdul Azis Saleh. [Foto: Instagram]

Siapa Abdul Azis Saleh?

Abdul Azis Saleh adalah Menteri Kesehatan Indonesia ke-9, Menteri Pertanian Indonesia ke-12, Menteri Perindustrian Kerajinan Indonesia periode 1964-1966, hingga menjadi Menteri Koordinator Kompartemen Perindustrian Indonesia. Lahir di Boyolali pada tahun 1914.

Ia menjadi menteri sejak Kabinet Juanda hingga Kabinet Dwikora II. Sebenarnya ia adalah seorang dokter yang lulus dari Geneeskunde Hogeschool (GHS) pada 1942.

Selain bergerak di dunia politik, ia aktif di gerakan Praja Muda Karana (Pramuka). Dalam Pramuka, ia adalah wakil ketua Kwartir Nasional sekaligus Ketua Harian pertama serta merupakan Panitia Inti untuk membentuk gerakan Pramuka di Indonesia pada 1960 dan 1970 menjadi Sekretaris Jendral Gerakan Pramuka.

Abdul Azis Saleh bergabung dalam Petisi 50 tahun 1974, dengan bergabungnya ia ke dalam Petisi 50, reduplah karier politiknya.

Pada masa Reformasi, barulah ia mendapatkan penghargaan Tunas Kencana yang merupakan penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka. Ia meninggal pada 2001.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda