Marhaenisme

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Marhaenisme?

Marhaenisme adalah pemikiran politik yang menentang segala bentuk penindasan. Secara konseptual, gagasan marhaenisme banyak berasal dari pemikiran Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia.

Sukarno mengatakan bahwa ia mendapat ide mengenai marhaenisme sewaktu dirinya sedang berada di Bandung pada 1927.

Konsep Marhaenisme adalah konsep ideologi sosialisme Bung Karno dalam menjabarkan konsep perjuangan politik yang sesuai dengan kekhasan corak kebudayaan Indonesia.

Istilah ini diambil dari seorang petani miskin bernama Marhaen, yang tinggal di Desa Tjigelerang, Bandung selatan.

Menurut pengakuan Sukarno dalam wawancaranya dengan Cindy Adams, sewaktu dirinya bersepeda di pagi hari ia bertemu petani berpakaian lusuh sedang mencangkul tanah (keadaan umum orang Indonesia yang berlaku pada zaman tersebut).

Kemudian Bung Karno menyapanya dan menanyakan soal kepemilikan tanah, peralatan kerja, serta rumah kediaman yang ditempatinya.

Marhaen menjawab semuanya itu miliknya sendiri walau tak seberapa. Hasil pertaniannya juga hanya cukup untuk menghidupi keluarganya sendiri.

Marhaen tidak memiliki pekerja ataupun bekerja pada orang lain. Sejak itulah istilah Marhaen sebagai gambaran masyarakat sosialis khas Indonesia sering digunakan oleh Bung Karno dalam pidato-pidatonya.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi bangunan rumah sakit bergaya Indis di tepi jalan lengang
Stasiun 819 Meter, Alasan Rumah Sakit Petronella Dibangun di Pinggir Kota
Ilustrasi sisa gerbang batu bekas istana Melayu di tepi jalan dikelilingi rumah baru
Istana Kesultanan Serdang Jadi Perumahan, Koordinatnya Meleset 10 Km
Ilustrasi tumpukan koran berbahasa Melayu ejaan lama era 1920-an di atas meja kayu
Ketika Haji Merah Menyerang Muhammadiyah dari Mimbar dan Koran
Ilustrasi batu nisan kuno berukir sulur rapat di kompleks makam tua
Satu-satunya Nisan Bertulis di Lombok Menyebut Angka Tahun 1729
Ilustrasi dua buku terbuka di meja kayu perpustakaan
Guru Besar Bima dan Boyolali di Meja Bedah Metodologi Sejarah
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri