Apa Itu Pertempuran Lima Hari di Semarang?
Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah Merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia setelah diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia.
Meskipun Jepang telah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 dan berita proklamasi telah menyebar, beberapa daerah di Indonesia masih harus berjuang untuk mengusir dan melucuti persenjataan Jepang, karena khawatir Jepang akan memberikan sisa-sisa persenjataannya kepada sekutu yang mendarat di Semarang.
Pertempuran Lima Hari di Semarang, yang dimulai pada 15 Oktober 1945, dilatarbelakangi oleh peristiwa pada 14 Oktober 1945, pasukan Jepang yang bersenjata lengkap dengan tiba-tiba menyerang dan melucuti 8 orang petugas kepolisian yang sedang menjaga cadangan air di daerah Candi.
Dan tidak lama kemudian, terdengar kabar, bahwa cadangan air tersebut telah diracuni oleh tentara Jepang.
Mendengar hal tersebut, seorang dokter, yang bernama dr. Kariadi pergi ke sana untuk memeriksa dan memastikan berita tersebut.
Ketika ia sedang dalam perjalanan untuk memeriksa cadangan air tersebut, mobil yang ia tumpangi dicegat tentara Jepang dan ia ditembak sampai tewas.
Selain itu, pertempuran ini terjadi karena kaburnya para tawanan perang Jepang pada 14 Oktober 1945, yang ketika itu sedang dipindahkan oleh para pemuda, dari Cepiring ke Bulu.
Tetapi kemudian, para tawanan ini melarikan diri dan bergabung dengan Kidobutai, di bawah pimpinan Jenderal Nakamura.
Pertempuran ini berakhir pada 20 Oktober 1945, setelah melalui serangkaian perundingan gencatan senjata dengan pihak Jepang.
Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.



















